Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya

Kehidupan Kedua Sebagai Nyonya Kaya
part 04


__ADS_3

...~ Happy Reading ~...


Wanita itu menatap tak percaya pada dirinya, wanita itu terkekeh pelan dengan mengusap air mata yang sempat turun.


" anda pasti sedang bercanda, percayalah nona itu sama sekali tidak lucu jadi aku. mohon berhentilah berbohong padaku. " ucap wanita itu dengan wajah serius.


" siapa yang juga yang bercanda sama kamu? kurang kerjaan banget, dan bilang aja siapa namamu susah banget. " ucap Raya kesal karena wanita ini menatapnya seakan dirinya seorang pembual.


" nona, anda benar-benar tidak mengingat saya, oh ya... cara bicara anda berubah. " ucap nya menatap tak percaya.


'Tolong kesabaranku hanya setipis kertas, kenapa wanita ini sulit sekali menjawab pertanyaan ku, apa pertanyaan ku sesulit itu untuk nya jawab, atau dia ini manusia bodoh yang tak mengerti bahasa manusia. ' Raya membatin


" anda benar-benar tidak mengingat saya? " tanya wanita itu yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Raya, karena dia begitu muak dengan reaksi yang wanita itu tampilkan.


" saya rasa anda hanya jatuh di kolam, kenapa bisa sampai melupakan saya? apakah karena kepala nona terbentur? apakah ada yang sakit? apa perlu saya panggilkan dokter Fani lagi?" ucap wanita itu cerewet.


" diam di situ, aku hanya perlu tau nama mu dan tadi kau bilang apa aku jatuh di kolam, apakah itu sebabnya aku berbaring di sini. " ucap Raya bingung, entah dia bertanya pada dirinya sendiri atau dia tengah mempertanyakan pertanyaan itu pada wanita di depannya.


" iya, nona tengah berpesta dengan ibu tiri anda di dekat kolam renang rumah orang tua anda, dan tiba-tiba pelayanan menemukan anda terngelam di kolam. " ucap wanita tadi tanpa memberitahukan namanya.


" benarkah begitu. " ucap Raya sambil mencoba mengingat siapa tau wanita pemilik tubuh ini meninggalkan sedikit ingatan untuknya, namun hasilnya nihil tak ada ingatan yang di tinggalkan.

__ADS_1


'terkutuklah kamu, kenapa tidak meninggalkan sedikit ingatan, bagaimana caranya aku membantumu untuk bahagia dasar wanita bodoh. ' maki Raya dalam hati mengutuk pemilik asli tubuhnya saat ini.


"nona tidak ingat sama sekali. " ucap wanita itu


"ya, jadi namamu siapa? " tanya Raya datar dan jengah.


" nam nama saya Alana nona, nona biasa memanggil saya Lana. " ucap wanita itu atau Lana tadi dengan sedikit tergagap menatap wajah datar dan tatapan jengah nona nya.


Alana sudah biasa mendapat kan respon buruk ketika berbicara dengan nona nya ini, namun kali ini auranya berbeda, Alana sedikit merinding dibuatnya.


'setelah tenggelam mengapa aura milik nona semakin suram. ' guam Alana dalam hati.


"Nona Nara apakah anda ingin makan, aku bisa mengambilkan mu makan. " ucap Alana cepat untuk mengubah suasana suram yang dikeluarkan nonanya ini.


"baiklah saya akan kembali secepatnya. " ucap Alana segera bergegas mengambil makanan untuk nonanya.


Setelah kamar kembali sunyi, Raya menatap langit-langit kamar ini dengan lekat.


"jadi sekarang aku ditubuh ini, aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dan untuk hidup dengan tenang aku harus membantu wanita hantu itu untuk bahagia, tapi bagaimana caranya, aku saja tidak tau apa-apa yang aku ingat hanya ingatan tentang kehidupanku sendiri. " ucap Raya dengan kebingungan yang dia hadapi saat ini.


"oh Hai wanita hantu... tidak kah kau ingin memberikan ingatanmu padaku agar aku tau langkah awal yang harus aku lakukan setelah sembuh nanti. " ucap Raya seakan memanggil seseorang.

__ADS_1


"ckckck... wanita hantu menyebalkan, aku harus membuat suaminya mencintai dirinya, bagaimana caranya dia saja sebagai istri tidak bisa bagaimana denganku. "


"apa aku hipnotis atau santet aja suaminya, ckckck... memangnya ini zaman apa.. jangan bilang ini beda zaman sama kehidupanku yang dulu. "


"di desaku dulu mah, banyak nih orang pake santet buat mikat seseorang buat suka sama dia, tapi disini, aku aja gak tau ini dimana dan bagaimana caraku menemukan dukun, salah langkah bisa mati aku. " Ucap Raya


"eh wanita gila, aku bukan hantu, aku hanya arwah yang belum tenang bukan hantu. " jawab seseorang yang entah dari mana.


" eh kaget, ehh wanita hantu kamu dimana?" ucap Raya terkejut.


"aku didalam otak mu, jika kau menagih ingatan maka akan kuberikan ketika kau sudah sembuh dan bisa menjalankan tugasmu,ingat namaku Nara, kau bisa memangilku itu. " suara itu kembali terdengar dengan nada emosi.


" ckckck... bisa-bisanya aku diperintah sama arwah jadi-jadian. " ucap Raya kesal


Tidak lama pintu terbuka, menampilkan Alana dengan beberapa pelayan lain menawarkan makanan untuk nyonya mereka. Mereka menunduk sopan setelah menaruh nampan makanan di meja yang sudah tersedia di kamar itu.


Setelahnya meninggalkan Alana dengan Raya diruangan tersebuh.


"Nona Nara, mari saya bantu anda duduk. " ucap Alana sambil menumpuk bantal dipunggung nonanya.


Raya duduk diam dengan patuh, jujur dia belum terbiasa dengan suasana ini karena selama dia hidup dia menyiapkan semuanya sendiri tanpa ada pelayan dihidupnya.

__ADS_1


Dengan sigap Alana menaruh meja di hadapan nonanya dengan makanan yang sudah tertata rapi di atas meja mengundang perut yang memang sudah lapar. Raya menatap binar makanan di hadapannya dengan tak sabar Raya segera melahap makanan tersebut.


__ADS_2