
Pagi hari.
Di kediaman keluarga Agung.
Chen San sedang tidur nyenyak di ranjang nya, tapi karena matahari sudah bersinar mau tidak mau dia harus bangun dari mimpi indah nya.
Dia bangun menuju kamar mandi membawa baju ganti dan masuk ke Kamar mandi.
...Skip...
Setelah selesai mandi dan sudah memakai baju, Chen San berjalan menuju ruang makan.
Disana sudah ada dua orang sepasang suami istri paruh baya, yaitu ibu dan ayah ku, kakakku masih belum muncul.
Aku pun memberanikan diri mengungkapkan perasaan dengan Ninger kepada ibuku.
" Bu, aku menyukai Xiao Ning'er kataku langsung to the point.
Ibu dan ayah ku yang mendengar nya terkejut dengan membuka mataku lebar lebar.
" Hah? apa tadi " tanya ibuku karena terkejut.
" Aku menyukai Xiao Ning'er, emang salah? " kata ku kesal.
" Hah beneran, Baguslah kalau begitu " kata ibuku.
" Hah, kenapa bagus " tanyaku bingung, bukannya marah karena aku menyukai perempuan yang sudah bertunangan.
" Iya bagus, karena ibu juga gak tega, melihat Ning'er bertunangan dengan anak keluarga sakral, ibu dulu juga mau bantu, tapi ibu gak mau membebani anak anak ibu, jadi kalau kamu mau sama ning'er, pertunangan ning'er dengan shen fei batal. " kata nya.
" Oh jadi begitu, sebenarnya dari dulu aku memang suka, tapi takut ibu marah karena menyukai perempuan yang sudah bertunangan " kata ku.
" Haha... ibu malah senang kalau kamu suka sama dia" kata ibuku.
tak lama Kakakku telah datang ke ruang makan dan duduk di kursi nya.
"Hehe... kemarin kakak di marahin cewek loh bu? " kataku tersenyum tipis
" Emang kenapa jadi di marahin cewek ? " tanya ibuku
" itu, masa kakak nabrak cewek, mau kabur dan gak mau bantuin rapiin buku ceweknya " kata ku
" Ish, pantesan di marahin, tapi bukannya kakak mu ini sangat di sukai cewek cewek yah" kata ibuku.
" Cewek nya cantik banget loh bu, sampai kakak mukanya merah melihat nya hahaha" kataku tertawa
" Tapi, kakak gak sempat nanya namanya hahaha" lanjut ku.
Chen Ling Jian yang mendengar nya hanya malu mukanya memerah.
" Mana ada, aku sudah tahu namanya Yan Lin hehehe..." katanya dengan bangga.
" Oh iya, kak aku mau tunangan sama ning'er hehehe.." Kata ku dengan bangga
" Curang kau, seharusnya kakak yang duluan kenapa malah kamu, gak bisa harus ditunda " kata Chen Ling Jian
" Oke, bu tunangan sama ning'er nya akhir tahun aja bareng sama kakak " kataku
" Iya iya, ayo sarapan dulu, kalau tunangan biar ayah yang urus, Chen Ling Jian nanti ayah bicara sama keluarga nya yan lin " kata ayah
" Jangan Dulu yah, aku mau dapetin yan lin sendiri saja, nanti kalau yan lin nya sudah mau baru, bicarain dengan keluarga nya, kalau cara ayah kurang menarik " katanya.
" Baiklah, kalau kamu mau begitu " kata ayah ku
setelah selesai mengobrol, kami pun melanjutkan sarapan yang tertunda.
...Skip Selesai makan...
Setelah selesai makan aku pun teringat bahwa, aku harus memberikan resep makanan untuk restoran ku nanti.
" Bu, ini menu dan resep makanan yang akan di buat di restoran ku, suruh pelayan yang aku minta, untuk mempelajari nya, kalau sudah bisa nanti akan aku lihat." kataku sambil memberikan kertas resep dan menu nya ke ibuku.
" Baiklah, nanti ibu bilang kepada mereka " kata ibuku mengambil resep dan menu nya.
__ADS_1
setelah itu kami pun berpamitan dulu dengan ibu dan ayahku
" Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu " kataku dan kakakku.
aku dan kakakku berangkat ke sekolah bersama, di perjalanan kami bertemu dengan Ning'er.
" Halo Calon tunanganku, selamat pagi " kataku dengan tersenyum manis.
Kakak jian dan Ning'er terkejut dengan ucapanku, kak jian terkejut kalau aku langsung to the point, ning'er terkejut bahwa aku bilang calon tunangannya.
" Hah? Kak San bicara apa sih " katanya dengan wajah memerah.
" Hehe... kata ibuku, kalau kamu mau bertunangan dengan ku, maka kamu gak usah khawatir tentang pertunangan mu dengan anak keluarga sakral itu" kataku.
" Hah, kalau kak San terpaksa, tidak usah " kata nya sambil cemberut.
" Hehe... kata siapa aku gak mau, yang ngajuin aku kok" kataku
" Beneran Kak San? " katanya tidak percaya
" Hehe... dari dulu adikku ini suka sama kamu, tapi saat mendengar kamu sudah bertunangan dengan anak keluarga sakral, dia mengalah, tapi saat tahu anak keluarga sakral adalah seorang bajingan, dia langsung gak terima, dan meminta ibuku, melakukan tunangan dengan mu" kata kak jian menjelaskan.
Xiao Ning'er yang senang pun memelukku tanpa dia sadari " makasih Kak San " katanya.
" Hei kalian kalau mau bermesraan lihat tempat dulu " kata kak jian.
kami pun melihat sekeliling sekitaran kami, kami ternyata masih di pasar, dan menjadi perhatian banyak orang.
Ning'er yang malu melepaskan pelukannya, wajah kami memerah, tapi aku langsung menghela napas dan tenang kembali.
" Ning'er nanti pulang sekolah kamu kemana " kataku
" Emm, aku nanti kalau pulang ke tempat latihan nanti"
jawabnya
" Oh kalau gitu, aku ikut boleh gak " tanyaku.
Setelah mengobrol sepanjang jalan tak terasa kita sudah sampai di kelas. kami berpisah dengan kak jian dari sini.
saat kami masuk ke kelas, semua orang jadi heboh melihat aku dan Ning'er pegangan tangan.
Ada yang bilang kalau aku dan Ning'er sepupu jadi wajar lah kalau pegangan tangan, ada juga yang bilang cinta segitiga antara aku, ninger, dan shen fei, dan lain lain.
aku hanya memasang wajah bodo amat, berbeda dengan Ning'er mukanya memerah karena malu.
" Hei, Bro San ajarin aku Cara dapetin cewek dong" kata lu piao
" Caranya gampang, langsung bilang Aku cinta kamu, pasti cewek nya langsung jatuh cinta " kataku.
" Sini aku praktekan " lanjutku.
aku pun menemui Ning'er dan memegang kedua tangannya sambil berkata" Ning'er aku sangat mencintaimu " kataku sambil menatapnya serius.
" emm... aku juga mencintai kak san " kata ning'er malu malu.
" Oke, aku pergi ke teman teman ku dulu yah " kataku
" Emm" kata ninger menjawabnya dengan mengangguk.
Aku pun menuju ke tempat duduk ku di dekat kelompok Nie Li.
" Gimana, gampang kan" kataku tersenyum bangga.
tapi di jawab nie li " Gampang kalau yang mengatakan nya ganteng kayak kau " kata Nie li.
" tapi masih gantengan aku lah " kata lu piao.
" Iya kalau yang bilang lu piao, beh langsung di ajak main hahaha " kata ku tertawa
Nie Li yang mendengar nya hanya tertawa mendengar ucapan lu piao yang tak sadar diri.
Setelahnya kelas di mulai, karena gurunya sudah datang.
__ADS_1
...Skip kelas selesai...
Setelah kelas selesai aku berjalan menuju ninger untuk menemuinya.
" Ning'er Temani aku bentar, boleh gak? " kataku.
" Kemana? " tanya ning er.
" Ke pelelangan, aku kemarin kan bantu pengemis, ternyata pengemis itu seorang alkemis hebat, dan mengangkak aku jadi muridnya. Dan guruku ini menyurhku melelang pil nya. " kataku
" Wah, ternyata kak san gak pernah berubah yah, masih baik hati, dan menjadi murid alkemis hebat " kata Ning'er kagum
" Haha, ayo yuk kita berangkat " kataku menarik tangan ning er
...Skip Di pelelangan Hong Yue....
setelah sampai di pelelangan, kami pun masuk ke dalam gedung itu.
Di dalam nya terdapat 2 orang pelayan wanita yang menyambut kami " Selamat datang di rumah Lelang Hong Yue, ada yang bisa saya bantu? " kata wanita itu menyambut kami.
"Aku disini ingin melelang barang " kataku dengan penuh wibawa.
" Kalau begitu tuan muda ikut saya, kita akan menuju ruang manajer, karena manajer yang akan menilai barang nya. " kata nya.
aku yang mendengar nya hanya mengikuti nya bersama ning er.
Sampailah kami di ruang manajernya.
" Tuan muda dan nona muda, harap tunggu disini saya mau menemui manajernya dulu" kata nya.
" Baiklah" kata ku
Pelayan itu pun mengetuk pintunya.
tok
tok
tok
"Masuk" suara di dalam ruangan.
pelayan itu masuk ke dalam dan membicarakan tentang aku.
setelah itu mereka pun di suruh masuk ke dalam.
manajer itu melihat Chen San terkejut karena mengenalinya.
" Oh, ternyata tuan muda Chen San yang ingin melelang barang, barang apa yang ingin dilelang " kata manajer itu.
" Aku mau melelang pil buatan guruku paman " kataku sambil mengeluarkan pil dari cincin penyimpanan.
" Tolong di jelaskan, apa kegunaan pil ini dan nama pil ini " tanya menajer.
" emm... ini adalah pil penyembuhan, pil ini dapat menyembuhkan luka dalam atau luka luar separah apapun itu, tapi tidak bisa menyembuhkan dari racun, dan pil ini hanya bisa guruku buat 1 bulan satu pil saja, karena sangat sulit membuat nya " kataku menjelaskan.
" Benarkah, khasiat nya kuat sekali, ini bagaikan memberi satu nyawa tambahan, kalau di lelang ini akan menjadi incaran semua orang. " kata manajer.
" Tapi aku punya satu syarat, jangan beritahukan kepada siapapun tentang yang melelang pil ini " kata Chen San.
" Kalau itu sih gampang " kata manajer nya.
" kalau begitu aku pamit dulu paman " kata ku
" Tunggu, ini adalah kartu VIP untuk mu kalau ada permintaan bisa bilang kepadaku " kata manajer.
" Oh iya paman, aku dengar ada pot hitam misterius, apakah aku boleh meminjam nya untuk menelitinya, soalnya aku suka barang yang misterius, aku minjam cuma seminggu saja, setelah itu aku kembalikan " kata ku.
" Oh, kalau meminjam boleh saja, tapi janji yah kalau seminggu kemudian di kembalikan " kata paman manajer ,sambil mengeluarkan pot roh iblis mimpi buruk.
" iya paman aku janji " kata ku sambil tersenyum dan memasukkan pot itu ke dalam cincin penyimpanan.
Tolong Di Like dan komen Supaya saya lebih semangat menulis Novelnya
__ADS_1