
Sesampai nya di tujuan nya kai mengurus surat kepindahannya, akhirnya kai jadi mahasiswa baru disitu., kai pun diajak salah satu dosen untuk masuk ke ruangan nya.
kai berdiam di deoan kelas sedangkan sang dosen pun masuk ke ruangan nya,.
"Ekhemm maap menganggu waktu anda pak" Ucap sang dosen A
"Tidak apa apa"
"Saya kesini ingin mengantar siswi baru ini "
"oh baiklah terima kasih"
"Masuklah nak " pinta sang dosen
Kai pun masuk ke ruangan membuat para kaum adam terpana akan wajah nya.
"KAIRA " tulis kai di papan tulis
"Hanya ini? " tanya sang dosen
kai pun mengangguk, sang dosen menyuruh kai duduk di kursi paling belakang. Kai sudah mengikuti pelajaran nya. Dan bunyi bel berbunyi tanya nya jam istirahat.
Kai yang hendak pergi terhalang beberapa orang.
"Hai kaira" Ucap Pria A
"Hai " jawab kai dengan tersenyum membuat semua nya terpanah dan tidak menyadari kepergian kai. Sang Pria A tidak tinggal diam dan langsung menghampiri kai.
"Boleh kenalan "
"Dion " Ucap sang pria
"Kaira" ucap kai
"Baiklah kaira, sekarang kita teman mau ku temanin mengenali lingkungan ini? "
"sh thanks "
Mereka pun berjalan dan kai meminta kepada dion untuk mengantar nya kelapangan basket karna kai mencari seseorang. sesampai nya dilapangan mereka duduk di kursi penonton dan kai melihat wajah yang tak asing baginya dan turun menuju kelapangan.
"Kaira kamu mau kemana? " tanya dion
__ADS_1
"Ingin merebut bola basket dari nya" Ucap kai menunjuk seseorang
"Tidak kamu tidak boleh dia pria yang dingin"
"Tidak apa apa "
Kai pun mengikat rambutnya dan berlari menuju bola dan mengambil bola dari tangan seseorang.
"hei kembali kan bola nya " pinta seseorang
Tetapi kai tidak memperdulikan nya dan memasukan bola ke dalam ring. Seseorang hanya menatap kai dari belakang. dan Menghampiri nya.
"Kenapa kau mengambil bola nya " Teriak seseorang membuat semua nya menoleh arah kai dan dia,. Dion yang melihat kai dalam masalah langsung menuju mereka.
"Maaf ren dia siswa baru disini" Ucap dion
"Ayolah dion jangan begini kau tau aku tidak suka seseorang mengacaukan hari ku" ucap nya
"Jadi aku mengacaukan hari mu? " Tanya kai sambil menghadap si pria
"Kau" Teriak nya dan langsung memeluk
"Kapan kau sampai? Apakah bunda tau? " ucapnya sambil mengacak acak rambut kai
"Oh ayolah baby aku tidak tau itu kamu"
"Kalian saling kenal " Tanya dion
mereka berdua pun mengangguk kan kepala nya
"Jadi hubungan kalian? "
"Apa? jangan banyak bertanya kau lihat para wanita itu melihat ku seakan aku ingin di makan nya, ayo pergi " pinta kai
Mereka bertiga pun keluar dari lapangan, kai yang melihat para wanita menatap nya menjadi merinding sendiri.
"Wah pesona mu tidak berkurang" ejek kai
Rendy yang mendapat ejekan dari kai pun menatap para wanita dengan dingin.
"Ayolah ren jangan membuat mereka beku " goda dion
__ADS_1
"Kau ngomong sekali lagi ku lempar kau ke tong sampah"
Dion pun menghentikan godaan nya. sedangkan kai tidak
"Wah kau bahkan masih jadi manusia es" goda kai
"Ayolah kai jangan mengoda ku"
"Aku tidak mengoda mu ren, tapi mengejek mu "
Dion pun tertawa mendengar omongan kai dan mendapat tatapan elang dari rendy.
"Ayolah kai jika ksu seperti ini aku akan menyuruh mereka datang " Goda rendy
"Yak kau ingin hari hari ku suram " Teriak kai
Dion dan rendy pun langsung menutup telingga nya.
"Kenapa baby? Jadi berhenti lah mengoda ku dan cium aku " goda rendy
"Tidak"
"Ah jika kau tidak memcium ku tidak apa apa kau saja yang mencium mu " goda rendy sambil mencium pipik kai
"i miss you" ucapnya
"i miss you to" Jawab kai dan mencium pipi rendy
Dion hanya memandang mereka berdua dan merasakan hati nya sakit melihat rendy mencium kai dan kai membalasnya.
"Apakah kalian pacaran? "Tanya dion
"Tidak dia sepupu ku "Jawab rendy
mendengar kata sepupu membuat dion bersorak didalam hati.
"Oh baiklah jadi kalian ingin kemana? "
"Baby kamu lapar? tanya rendy ke kai
"Iya aku lapar "
__ADS_1
"Baiklah ayo ke kantin" ucap dion
Mereka pun masuk ke dalam kantin dan membuat seisi kantin memandang kai dan rendy yang berpelukan, semua bertanya tanya siapa wanita yang sisamping rendy. apa hubungan nya. tetapi mereka bertiga tidak menghiraukan nya.