
suasana kantin nampak riuh kedatangan Rendy, pasal nya mereka tau kalo rendy tidak pernah menggijak kan kakinya ke kantin. Tetapi mereka tidak ambil pusing dan memakan makan yang di pesan nya.
"Ck kenapa tidak bilang klo kamu dtg kai? "Tanya Rendy sambil memandang wajah kai
"hm yakin kamu tidak tau? " Jawab kai memancing rendy
"Ayolah sudah aku katakan aku tidak berniat mengurus kantor rusuh mu " ejek Randy
"Yak kau tau rendy? Jika aku sampai disana dan mendapatkan bocah sialan bercumbu! Aku akan katakan ke Roy biar roy yang mendepak nya " Ancam Kai
sedangkan rendy hanya terkekeh melihat kai yang sedang emosi. Dan dion hanya jadi pendengar dari obrolan mereka. Tampak seseorang mendekat ke arah mereka dan menutup mata kai dengan kedua tangan nya. Dan membuat semua yang di kantin bertanya tanya SIAPA WANITA YANG BERUNTUNG MENDAPATI KEDUA KAKAK BERADIK ITU.
"Ck ayolah randy aku tau itu kamu jadi singkirkan tangan kotor mu tadi mata ku " Ucap kai sambil melepaskan tangan randy
"Kamu? " Kesel Randy melepaskan tangan nya dan melipat kan kedua tangan nya didada nya
"Ayolah jangan pasang wajah jelek mu disini " Ujar Rendy
"Yakk kau " Bantah Randy
"Ck ayo katakan bagaimana bisa kamu menebak itu aku? Sedangkan mata mu ditutup"
"Parfum mu " Singkat kai
"Wah Baby kau sangat pasih dengan parfum ku? Apakah budak budak mu kau dapat membedakan parfum mereka? "Goda Randy
"wah kai aku tidak tau kau ahli dalam mencium aroma parfum" Ujar dion
"Jadi kai apa kau juga bisa membedakan aroma ku? "Goda Rendy terkekeh
"Yak kalian jika kalian mengoda ku, ku lempar kalian ke tong sampah " Kesel kai
"Ck kamu masih aja sama seperti dulu" Ucap randy mencium pipi kai
__ADS_1
"Yak kenapa kau mencium nya" Titah Rendy kesel dan menggelap pipi kai dengan tisu
Sedangkan Dion dan Kai hanya terkekeh melihat kakak beradik itu.
"Kau! Kenapa kau menghapusnya? " bentak randy
"Kau tidak sopan dengan kakak mu? " teriak rendy
"Yak kenapa aku harus memanggil mu kakak? Sedangkan kau hanya lahir 2 menit sebelum ku? "
"Kau"
"Sudah sudah kalian membuat ku pusing dengan tingkah kalian yang tidak akur" Ucap kai menenggangkan mereka berdua
"Oh iya kai ren ran aku pulang balik dulu" Ucap dion
"eh kenapa? Apakah kelas nya sudah di mulai? " tanya kai
"Iya by kaira" dion pun tersenyum dan meninggalkan kan mereka bertiga, sedangkan randy dan rendy masih berdepat, kai hanya terkekeh melihat mereka berdua, tiba tiba seseorang wanita megebrak meja mereka dengan penuh emosi.
"Rendy siapa dia? Apa dia alasan mu putus dari ku? " bentak si wanita
"Cih wanita gila " Guman Randy
"Yak kau diam aku mendengar nya" Titah sang wanita
"Rendy siapa dia? "Tanya kai dengan ambigu
"Ck baby jangan bertanya dan berkomentar dia hanya ****** kecil yang menggoda kakak ku " Jawah randy cuek sedangkan kai dan rendy hanya bisa diam
"Kau bisa kau berhenti menggoceh? " Teriak si wanita
"Keiza kenapa kau berteriak? malu di liat orang" Ucap Rendy dengan lembut
__ADS_1
"Cih cewek ular" Umpat Randy
"Tidak jawab dulu siapa wanita ****** ini? "
"Kau memanggil mu ****** nona? " bantah kai dengan cepat
"Iya kenapa? Kau sudah mendapat kan adik nya kenapa kau menggoda kakak nya juga? Apakah ranjang mu kurang hangat ******? "
Plakk" Cukup jangan mengatakan kai ku ****** " Teriak Randy penuh dengan amarah
sedangkan Kai sudah menahan emosi dan rendy pun menarik kai ke pelukan nya
"Cih siapa yang peduli? Apakah kamu kurang memghangatkan ranjang nya randy? Hingga kau sodorkan wanita murahan ini ke kakak mu"
Kai yang sudah kehilangkan akal sehat nya sehingga ingin menampar wajah sang wanita tetapi di didahului oleh seorang pria yang penuh energi hawa membunuh.
PLAKK plakk dua tampar melayang ke arah wajah keiza dan memancing seluruh kantin memandang sang pria.
"Yakk berani nya kau menampar ku"
"Kenapa jika tidak? "jawab sang pria
"apakah kau tau siapa aku? "
"Siapa? "
"Aku adalah anak dari MC GRUP"
"Oh? Jadi"
"kau berani nya menampar ku? Apakah kau tau aku bisa membuat kau dan keluarga mu hancur " Teriak sang wanita tidak terima di tampar.
"Ck apakah ini yang kalian jaga ren ran? " Bentak seorang pria
__ADS_1
"Kai sayang kesini " Titah sang pria