
Rumah Utama
' Apakah ini istana ?'
' Jiwa miskinku meronta'
' Ingin sekali aku abadikan rumah ini , Wawwww '
Alya sangat takjub dengan interior rumah Revan yang bernuansa klasik modern ini .
Alya juga tidak kalah terkejut melihat beberapa ART di rumah ini saat mereka menyambut Alya dan Fenny .
" Selamat datang Nonya " mereka serempak
' 1, 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10, 11, 12 Arrrgggghhhhh banyak sekali '
' Ada koki jugaaa '.
' Pantas saja Revan tidak pernah memakan masakan aku , mencium masakan aku saja dia tidak suka'
' Tapi aku penasaran berapa ART di rumah ini '
' aku tanya saja sama tante Fenny '
Akhirnya Alya memberanikan dirinya untuk bertanya pada Fenny
" tante Alya tanya boleh ?"
" Kamu mau tanya apa sayang?"
" Hehehehe " memamerkan deretan gigi putihnya " Kalau Alya boleh tau ada berapa pekerja di rumah ini tan ?"
" ohh itu , semuanya ada 46 orang . Kepala dapur 1 orang , Ketua ART 1 orang , anggota ART ada 15 orang , Ketua Koki 1 orang , anggota 5 orang , Pengurus Taman 5 orang , supir 3 orang , Security 10 di depan , dan 5 security di titik - titik tertentu "
Alya hanya mengganga saat Fenny menjelaskan jumlah pekerja di rumahnya .
" Seperti kamu kecapean nak , sebaiknya kamu mandi biar lebih segar " memegang pundak Alya karena terlihat bengong
__ADS_1
Fenny menunjuk salah satu pelayan untuk pengantar Alya ke kamarnya
••••••
Alya sedang berendam di bathtub dengan sedikit tambahan aromaterapi .
Setelah beberapa menit berendam , Alya mencuci tubuh ku dan mengkeramas rambutnya.
Saat Alya keluar dari kamar mandi dia hanya melilitkan handuk di tubuhnya . Memperhatikan tubuh putih dan sexynya ditambah dengan tetesan sisa air yang mengalir di tubuhnya membuat Alya terlihat benar-benar sexy dan menggoda
' Kenapa dia bisa secantik itu ?' Revan hanya bisa menelan ludahnya saat melihat Alya .
Alya yang baru menyadari ada Revan di sofa langsung masuk ke ruang ganti untuk memilih baju . Namun terdengar Revan sedang berbicara melalui telepon dengan Angel
" Kamu jangan lama - lama disana " Revan
" ......... " Angel
" Ya sayang , I love you too Bye "
Alya hanya bisa mendengar suara Revan tapi Alya yakin kalau kata manis itu untuk Angel.
Revan melangkah kearah ruang ganti
Tok Tok Tok " Bisakah kamu cepat sedikit "
" Ii-yaaa " terbata
' Kenapa di menunggu ku ?'
' Jangan bilang dia ingin ' memegang tubuhnya
' Aaaaaaa bagaimana ini ? '
' Aku belum siap '
Pikiran Alya kemana mana
__ADS_1
" 5 detik lagi . Aku hitung dari ssaaaatuu , Duuuuu Lima "
Alya langsung keluar karena dia tau Revan pasti akan langsung ke angka 5
' Dasar egois ' batinnya .
" Bagus juga , Sekarang ikuti aku !! "
Revan berjalan ke arah tempat tidur . Pikiran Alya semakin mengila
' Habislah aku malam ini ' batinnya
Revan mengambil amplop coklat besar di atas nakas , Revan lansung memberikan pada Alya " Bacalah !! "
Tanpa berbicara Alya langsung membukanya , Dia membaca secara detail satu kaliamat panjang
**Pihak Pertama : Revan Rahadian Wijaya
Pihak Kedua : Alya Suci Pratiwi**
Peraturan yang berlaku selama pernikahan , Pihak pertama adalah yang harus di patuhi oleh pihak kedua
' Peraturan macam apa ini ? . Apa ini peraturan hidup yang harus aku patuh '
Revan memperhatikan mimik muka Alya yang kesal membaca peraturan yang dia berikan .
" Aku boleh tanya sesuatu ? " Sebentar Alya ini bekerja dan bertemu Teguh dan Amelia .
" Apa ?"
" Apakah aku boleh bekerja dan bertemu adik-adikku ?" Berharap Revan masih punya hati
" Boleh asalkan tidak menggunakan fasilitas di dalam rumah ini , salah satunya mobil "
__ADS_1
Alya langsung meletakan tangan diatas keningnya seperti hormat " Siap laksanakan komandan " tersenyum lebar
Revan tersenyum melihat tingkah Alya seperti anak kecil namun dengan cepat dia kembali dingin .