
Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan. Menghangatkan tubuh Alya dari udara dingin, dan membakar semangat baru di hari yang baru .
Alya sudah bersiap untuk mencari pekerjaan baru , Dia tidak mungkin kembali ke kerjaan awalnya karena hampir satu bulan lebih Alya tidak ada kabar .
Alya sedang memilih heels di ruangan khusus sepatu . Dia tampak bingung karena ada kurang lebih 300 pasang sepatu disana .
' Kerajaan sepatu ' batin Alya .
" Ada yang bisa saya bantu nonya?" mendekati Alya yang tampak bingung .
" Untung saja ada kakak cantik ini , kakak bisa tolong carikan aku Kitten heels warna hitam gk?" malu-malu karena Alya belum kenal dengan pelayan di rumah revan .
Dewi tidak menjawab , dia hanya jalan kearah heels yang ingin di inginkan Alya .
Dewi pelayan khusus fashion di rumah Revan , ia bekerja hampir 7 tahun di rumah Revan . Dia tau betul bagaimana peraturan di rumah itu , Tidak boleh membicarakan hal selain pekerjaan , namun ia ingin sekali menanyakan sesuatu dengan Alya .
Tiba-tiba ia kembali mengingat kata-kata sekretaris Lee , saat ia di trima menjadi pegawai dirumah Revan .
" Tidak boleh berbicara kecuali masalah pekerjaan" . Dewi langsung mengunci mulutnya rapat-rapat dan langsung memberi heels yang Alya inginkan .
" kak ini pas dengan size kaki aku "
" Kalau begitu saya permisi dulu nonya "
Melangkah meninggalkan Alya , setelah hampir sampai ambang pintu Dewi melihat Alya yang masih mematung melihatnya "Sebaiknya nonya jangan panggil aku dengan sebutan kakak karena akan membahayakan pekerjaan aku di sini. Saya permisi "
Sebelum Alya menjawab Dewi sudah meninggalkannya .
__ADS_1
' Aneh , Apa memang orang di rumah ini tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan benar ? Pelayan ? Security ? Arrggh kenapa aku harus berada dilubang neraka seperti ini ' meremas tangannya .
______________________________________________
Alya sedang duduk di sebuah restoran . Dia tampak lelah karena harus naik turun angkutan umum untuk mencari lowongan pekerjaan .
Dia memesan jus strawberry kesukaannya , Dalam sekejap Alya menghabiskan minuman di depannya .
Ia kembali lagi fokus mencari lowongan pekerjaan .Tanpa Alya sadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh .
" Permisi mbk "
Pelayan meletakkan Caramel Topped Ice Cream Dessert di depan Alya
" Maaf , saya tidak merasa dessert apapun " Alya tampak bingung karena dia hanya memesan jus strawberry .
Pelayan itu hanya senyum dan memberikan Alya selembar kertas
Alya membaca isi kertas yang diberikan pelayan itu . Dia mengabaikan kertas di depannya , lalu melahab dessert dihadapannya .
' Sepertinya aku sudah sangat kenyang' Alya memutuskan untuk kembali mencari lowongan pekerjaan .
•••••••
Prolog
Dimas baru saja selesai bertemu dengan clientnya , Dimas langsung mencari wanita yang dia lihat saat meeting tadi .
__ADS_1
Dia tersenyum melihat wanita itu , siapa lagi kalau bukan Alya .
Wanita pasien Rumah Sakit yang ketakutan saat melihatnya.
"waiter"
waiter melangkah kearah pria yang memanggilnya.
" Ada yang bisa saya bantu ? "
" Aku ingin dessert favorite di resto ini "
" Topped Ice Cream Dessert adalah menu favorite di resto ini .
" Baiklah , Tapi tolong antarkan ke meja nomor 3 ! . Boleh aku pinjam pulpen dan kertas ? "
" Ini tuan " memberi pulpen dan kertas
Hi
berharap kamu suka (ノ^o^)ノ
*By : pria RS*
__ADS_1
" Tolong berikan kertas ini padanya "
Dimas tak lupa membayar dan memberi tips kepada waiter yang membantunya