Kekuatan?

Kekuatan?
S2 Eps1(Sebelum insiden terjadi)


__ADS_3

Udara segar nan sejuk dipagi hari sayu sayu terdengar suara kicauan burung yg merdu dengan sautan suara ayam jantan yang sedang berkokok


...'06.55'...


"Hoaam~ ah.. jam berapa sih ini" gumam Ara yang mengucak ucak mata dengan tangan yang terus meraba raba kasur mencari ponsel miliknya *Pat* Ara yang menemukan ponsel miliknya langsung mengecek jam dengan tenang


*Ting *Ting *Ting


belum sempat layar ponsel itu di hidupkan sudah sangat banyak bunyi notif notif yang masuk


"Ah~ kenapa banyak notif, ehm ternyata baru jam lima lewat enam" gumam Ara yang meletakkan ponsel nya kembali


*Tringtingting~tringtingting~tringtingting~


"Apasih nelpon orang jam segini, ganggu ajadeh" keluh Ara mengambil ponsel lalu mengangkat telfon tersebut


"Halo, apa kenapa telfon jam segini, ganggu orang tidur aja" oceh Ara kepada temannya


^^^"APAA?!? kamu masih tidur jam segini? gila ya? 15menit lagi bel akan bunyi,kamu masih belum masuk ke kelas mangkanya aku telfon" ucap Vio dengan nada terburu buru^^^


"15menit apaan inikan baru jam 05.06 sedangkan kita masuk jam 07.00" bantah Ara masih dengan mata tertutup


^^^"Ara.. kayaknya kamu salah liat jam deh, coba liat lagi sekarang ini jam berapa hehehe" ucap Vio yang membuat Ara kebingungan^^^


mendengar kata kata Vio lantas Ara langsung mengecek kembali jam berapa sebenarnya sekarang ini


*Deg


"H-h-hahh"


*Tutt.. panggilan telefon yang di akhiri oleh Ara dengan tiba tiba


*Drap *drap *drap Ara berlari keluar kamar secepat kilat dan


*Bam! pintu kamar mandi dibanting oleh Ara karena terlalu terburu buru


*Syurr shower yang dihidupkan Ara, dengan tangan kanan sibuk menyabuni badan dan tangan kiri sibuk menggosok gigi


*Klak pintu kamar mandi terbuka Ara yang selesai mandi hanya dalam waktu 3menit


*Drap *drap *drap Ara kembali berlari secepat kilat ke arah kamar


*Sat *set *sat *set Ara memakai baju dan kaus kaki setelah mengeringkan rambut nya dengan handuk lalu memasukkan semua barang yang akan ia pakai kedalam tas


"Ma sarapan ku aku taruh di wadah bekal ya, ini gaakan sempet dimakan" ucap Ara sembari memasukkan makanan yang ada di piring kedalam wadah bekal miliknya


...'Dijalan'...


"Ahh mampus aku, sekarang udah jam 06.56 kenapa juga sih bisa bisanya aku salah liat jam tadi" omel Ara sepanjang jalan dengan tangan yang terus memakaikan atribut di tubuhnya


...'Sampai di sekolah'...


...'07.4'...


"ha~ beruntung banget gerbang belum ditutup" gumam Ara yang baru sampai di depan gerbang


*celingak *celinguk


"Sepertinya tak ada yg berjaga di sini, cepat cepat lari sebelum ketemu OSIS yang berjaga"

__ADS_1


*drap *drap *drap


"Hei! kamu! rambut pendek!" teriak seseorang dari jauh


"gimana nih ada yang liat, huft mau bagaimana lagi" gumam Ara yang berhenti melangkahkan kakinya


*menoleh


"I-iya kak" jawab Ara dengan gugup


"Ha.. kamu ini hari pertama masuk kok sudah terlambat" ucap Kakak OSIS itu


"M-maaf kak, tadi.. saya salah lihat jam" jawab Ara dengan suara pelan


"sebutin nama dan kelas mu, hari ini aku yg ditugaskan berjaga, anak anak yang telat sepertimu ini akan di catat, jika terulang sampai 3kali akan di kenakan sanksi" oceh kakak OSIS itu dengan panjang lebar


"Nama saya Ara armanda defelsita, dari kelas 10.2" jawab Ara dengan wajah yang terus menunduk ke bawah


"Hm oke, kenalin nama gue Marxel dari 11.1 jangan sungkan ngomong santai sama gue ya" ujar Marxel dengan tangan yang menjulur ke arah Ara


"I-iya kak Marxel" jawab Ara kaku


"ayo gue antar ke kelas, biar gue jelasin ke guru yang jaga klo lo tadi kena hukum bersihin lapangan dulu karena telat" ucap Marxel yang menarik tangan Ara


"Mm?" Ara yang kebingungan tak tahu ingin menjawab apa


"Karena ini hari pertama Lo, jadi Lo bebas dari hukuman itu" ucap Marxel


"Oh, iya kak terimaksih" jawab Ara masih dengan nada yang kaku


...'Kelas 10.2'...


*Tok *tok *tok


*Tap *tap *tap Ara mendatangi meja guru dengan sopan lalu menunduk


"Ibu, maaf saya yang bernama Ara armanda defelsita, maaf Ibu, saya datang terlambat" ujar Ara dengan sopan


"Tak apa karena ini hari pertama mu jadi ibu maafkan, lain kali jangan sampai terulang ya" ujar Ibu guru itu dengan lemah lembut


"baik Bu, saya izin duduk ya Bu? terimakasih" ucap Ara dengan sopan lalu mulai melangkahkan kakinya ke arah bangku yang masi kosong


Setelah Ara duduk ke kursi, sekarang giliran kakak OSIS tadi yang berjalan ke arah meja Ibu guru dan mulai menjelaskan masalah tadi,


di kelas cukup asik, karena hari ini masih suasana pengenalan murid baru belum ada penjelasan penjelasan guru dan Omelan Omelan guru yang membuat mood menjadi buruk


...*Kringg *Kringg...


Bel berbunyi tanda istirahat, Ara segera berjalan ke arah kelas 10.4 karena di kelas itu terdapat teman Ara saat masih berada di bangku SMP


*Tok *tok


"Permisi, apakah ini kelas 10.4? saya ingin mencari yang bernama Violetta apakah ada?" ujar Ara dengan beberapa anak laki laki yang membukakannya pintu


"Violetta ya? sebentar, hei! disini ada yang namanya Violetta gak?" teriak salah satu anak laki laki yang ada disana


"Aku! aku Violetta!" saut seorang anak perempuan yang berlari ke arah pintu


"Ah Violetta!" seru Ara seraya memeluk tubuh Vio dengan erat

__ADS_1


"Ara.. kamu ini seperti sudah gak ketemu 10tahun saja deh" gurau Vio dengan nada mengejek


"Huft~ gak ketemu kamu satu hari itu rasanya sudah gak ketemu satu bulan tahu! humm~ masa aku gak boleh rindu sahabat ku sendiri, yaudah kalo gaboleh mph!" gurau Ara yang berjalan menjauhi Vio


"haa~ lelahnya mempunyai teman seperti mu ini, memang harusnya kamu ini ku buang sejak awal" ujar Vio yang mengejar Ara


"Buang? baiklah coba buang aku kalau kamu tega, hiks~ kamu enggak mungkin tega kan membuang ku~ hiks" ucap Ara dengan nada yang berubah ubah


"Huh! siapa bilang aku gak tega membuang mu wlee!" ledek Vio kembali


"Hei Ara apa kamu masih belum nemuin cowok yang kamu suka?" tanya Vio dengan tiba tiba


"Hmm belum, ini juga kan Masi hari pertama, aku bahkan belum berkenalan dengan teman sekelasku, boro boro mau kenalan sama cowok cowok ganteng disini" keluh Ara dengan lemas


"Kyaa!! Ara lihat dong kesana ada mesin harum manis ayo ayo cepetan keburu ramai aku gamau berdesakan!" ujar Vio selagi menarik narik tangan Ara


*Bruk!!


"Ah! maaf, maaf sekali! aku gak sengaja! aku tadi cepat cepat berlari dengan temanku ini karena takut antrian akan semakin panjang, maaf sekali kak karena aku gak fokus melihat jalan, sampai sampai kakak tertabrak" ujar Ara tanpa henti sembari berulang kali menundukan kepalanya menandakan rasa bersalah


"Hei! gakperlu sampai segitunya, eh? kamu.. Ara bukan? yang terlambat tadi pagi ya?" tanya kakak itu


"ah~ iya aku Ara, senang bisa berjumpa kembali dengan kak Marxel" sapa Ara


"Hm.. kamu sebaiknya memanggilku `Kak Axel` saja lebih enak didengar" ujar Axel


"Iya ka Axel, aku ingin mengantri dulu sebelum antrian semakin panjang" seru Ara


"Kamu.. memangnya mau mengantri apa?" tanya Axel


"Aku dan Ara ingin mengantri harum manis yang disana kak" seru Vio memotong pembicaraan keduanya


"Harum manis? hmm itu udah terlalu rame, biar aku yang antrikan, inikan salahku juga" ujar Axel yang langsung berlari ke arah penjual harum manis itu


"Kak! tidak us..sah.. hah~ dia langsung berlari tanpa meminta uangnya dan menanyakan rasa apa yang kita inginkan" ucap Ara


"Biarlah, lumayan dapat gratisan hahaha" canda Vio


...'Tidak lama kemudian'...


"Ini untukmu, dan ini untukmu bukankah lucu? aku belikan itu karena kamu mirip dengannya, aku lupa bertanya kalian ingin yang seperti apa jadi aku belikan yang menurutku cocok dengan kalian" ujar Axel


Vio: mendapat harum manis tak berbentuk berwarna putih


Ara: mendapat harum manis bergambar anak bebek yang imut nan lucu


"Maksudmu aku sangat cocok dengan harum manis yang acak acakan dan tidak bewarna sama sekali ini? ah! ini kan gaadil, Ara dapat harum manis bergambar anak bebek yang lucu, sementara aku mendapat harum manis yang terlihat seperti harum manis tak jadi yang seharusnya dibuang" keluh Vio dengan panjang lebar


"ya.. sebenernya itu harum manis yang aku coba buat sendiri dan gajadi, lalu dikasih secara gratis hehe" ujar Axel yang langsung berlari menjauh


"******! lihat saja kamu gaakan bisa dekat dekat dengan Ara huh" teriak Vio yang kesal


" Ayok kita ke bangku yang sebelah sana, kelihatannya adem banget, disitu juga gaada orang yang duduk" ujar Ara menunjuk tempat yang dimaksud


"Mm boleh juga, ayok deh" jawab Vio yang langsung melangkah ke arah yang dimaksud Ara


Bangku di tengah tengah pohon itu memang spot favorit anak anak, Karena disana tertutup oleh 3pohon besar yang mengelilingi bangku bangku itu jadi, walau sinar matahari sedang menggila, disana akan lebih terasa sejuk, namun..


"Ra! disitu aga basah mending yang sebelah sini" ucap Vio

__ADS_1


"Ah iya juga" jawab Ara yang langsung bergeser ke tempat Vio duduk


"Vio.. kamu ngerasa gak? tatapan orang orang kok agak aneh ya..?


__ADS_2