
...oOo...
"*Axel tak menjawab ia hanya menyunggingkan senyum meπ90d@ kpada Ara
*Gluk
"*mereka berdua sekarang sudah sama- sama tak mengenakan apapun ya, Ara merasa canggung namun sebaliknya dengan Axel,
Axel merangkak menaiki kasur dan mulai m£|um@t bibir Ara sekali lagi*"
*Plok!
"*benda asing memasuki area milik Ara lagi, Ara membulatkan matanya, Karena ini berbeda dengan yg tadi,mungkin jauh lebih.. besar?*"
"*Semua adegan panas itu akhirnya selesai Axel menjelaskan akan mengadakan Lamaran ulang lalu pergi mengurus semua keperluan*"
*Smua kejadian tadi terlintas di benak Ara yg membuat jantungnya tak berhenti berdetak
..."Dapur"...
"Wahh banyak strawberry, bikin tart enak nih, ajak Pio ah" ucap Ara sembari mengambil ponsel
/Pio sampai
"Araaa Lo..Lo udh inget sesuatu?" ucap Pio seraya memeluk Ara
"Em sedikit" jawab Ara mengangguk
..."Pagi hari"...
*Hoaamm
"Yo, udh bangun? Axel tadi bilang di lg nyiapin buat lamaran nnti, Cieeee" ujar Pio sembari mencubit cubit kecil Ara
__ADS_1
"Paasi" jawab Ara dengan muka yg mulai memerah
"*Singkat cerita sore hari pun tiba, Pio pamit pulang dan tertinggal lah Axel dan Ara berdua di dalam rumah*"
"2 hari lagi kita bakal ngadain lamaran ulang" ujar Axel merangkul Ara
"E'm" jawab Ara dengan muka memerah
"Hahaha muka nya jadi tomat" gurau Axel
"Ish!" keluh Ara dengan mencubit cubit Axel
..."Pagi hari"...
"Araaa, sarapan" teriak Axel
*Tok tok /Axel membuka pintu
"Woi udh jam 9ini" ucap Axel mengguncang guncang tubuh Ara
"Aaa bubur gueee" Ara sontak terbangun dan lari menghampiri bubur nya yg mulai dingin itu
"Nyaris dingin nih! bukannya bangunin dari tadi!" omel Ara
"He'em iya iyaa gue salah, btw gue mau ke rumah ante Ica, trus keliling bagiin undangan lamaran kita" ujar Axel
"emng ada berapa total undangan yg mau di bagiin nnti?" tanya Ara yg sedari tadi sibuk menyantap bubur ayamnya yg hampir dingin itu
"50 undangan doang s i tapi, undangan punya ante Ica tu khusus" jawab Axel
"Hem? khusus? maksudnya khusus gimana tu ya?" tanya Ara bingung
"Ya khusus, satu undangan ante Ica itu, bisa jadi undangan satu panti, jadi klo anak panti ada yg mau Dateng, ya aksesnya pake undangannya ante Ica gituu" jelas Axel
__ADS_1
"o oh gituuu.. yauda de nnti gue mau ikut ya bagi bagiin undangannya" jawab Ara kembali
"Heem boleh boleh" saut Axel
"*Persiapan selesai undangan sudah selesai dibagikan tinggal menunggu esok hari*" batin Axel
..."Esok hari"...
"Bersediakah kau mendampingi hari- hari ku baik suka mau pun duka?" Ujar Axel seraya bersimpuh dengan satu kaki dengan tangan yg menyodorkan Seikat bunga mawar merah
"ya.. Ya, a-aku.. bersedia!" jawab Ara dengan penuh semangat
"*Lamaran berjalan dengan hikmat dan sangat lancar tanpa ada kurang apapun*"
"Haa... akhirnya ya, gue ganyangka momen ini bisa terjadi, gue kira Lo bakal lupa ingatan untuk selamanya" Gumam Axel dengan penuh kebahagiaan
"Axellllll" teriak Ara yg sedang berlari lari menghampirinya
"ke-kenapa?" tanya Axel sdikit panik
"Bantuin gue lepasin kuncitannya, ini nyangkut" jawab Ara tak berdaya
"Si aπjir gue kira kenapa" keluh Axel
"Ish cepetan" ucap Ara
"Nih udah" jawab Axel
"Huh.. gasabar deh nunggu Lo cukup umur, biar bisa nagadain pesta selanjutnya✔️" ujar Axel dengan raut wajah yang sangat bahagia
"Ngapain Lo pake kekuatan Lo?" tanya Axel
"K-kok lo bisa tau?" ucap Ara penuh dengan kebingungan
__ADS_1
"Gue kn bisa denger isi hati dan pikiran seseorang" jawab Axel mengangkat kdua alisnya
"J-j jadii.. selama ini.. Lo tau smua? AAAAA" ucap Ara yg langsung berlari karena malu