
Cheng menemani ibu nya berbelanja tiba-tiba di datangin seorang wanita gemuk bersama dengan pengawalnya, cheng menatap dengan acuh acuh
" hoho siapa yang ada disini bunga sekolah kita " ujarnya dengan tatapan menghina
" ah via sudah lama tidak bertemu " ibu cheng menjawab dengan tenang dan sopan
" ya sudah lama sekali , apa kau datang untuk membeli sesuatu " tanyanya
" iya aku dan putra ku sedang berbelanja " ibu cheng tetap tersenyum
Wanita gemuk itu menatap cheng dengan tatapan menyelidiki ' cih hanya wajah saja yang bisa dibanggakan ' batinnya
" nah berbelanja? Apa kau yakin mampu membayarnya " expresi wanita itu khawatir tapi suara penuh dengan nada meremehkan
Wajah ibu cheng agak dingin " via kau ternyata tetap sama saja aku pikir tinggal diluar negeri akan membuat mu berubah tapi ternyata tidak "
Wanita itu dengan arogan melipat tangan didadanya " bunga sekolah jangan marah kita bisa dianggap teman lama bukan "
Ucapnya berhenti kemudian menatap cheng lalu berkata " kalau kau mau aku bisa meminta suami ku untuk memberikan pekerjaan bagi putramu "
Mendengar itu cheng tertawa terbahak-bahak menatap wanita gemuk apakah wanita gemuk ini gila hingga berani memperkerjakan pewaris grup che - pikir cheng
Ibu cheng menatap dengan dingin " tidak perlu kau bisa memberikan itu pada orang lain "
Wanita dengan percaya diri berkata " jangan malu bunga sekolah keluarga ku sangat kaya mampu membayar putra mu "
Para pengunjung yang mencari kesempatan mendengar langsung menatap wanita gemuk itu dengan tatapan aneh dengan satu pikiran ' apakah wanita ini gila '
Wanita itu ingin berkata lagi tiba-tiba suara seseorang memanggil cheng " tuan "
" ada apa " cheng bingung
" tuan jam tangan anda ketinggalan " staff itu menyerahkan jam tangan petek yang harganya bisa mencapai miliaran
Cheng berterimakasih mengambil dengan mudah langsung melemparkan jam tangan itu ke tas nya seperti melempar mainan, para penonton menahan nafas menatap cheng dengan iri . Wanita tua itu menatap staff itu dengan jijik berfikir bahwa pasti wanita itu dibayar
" eh berapa dibayar untuk membuat drama seperti ini " dengan suara jijik
Wanita itu yang merupakan staff jam tangan mewah tersinggung " nyonya berhatikan kata-kata anda, saya dalah staff resmi dan kebetulan tuan cheng lupa mengambil jam tangan yang telah dibeli " jelas staff itu menatap wanita tua dengan kesal langsung berbalik pergi
Cheng menguap malesss " ibu ayo kita pergi "
Ibu cheng mengangguk mengabaikan wanita gemuk itu langsung pergi begitu saja seakan tidak pernah bertemu dengan wanita itu. Ditinggalkan sendiri membuat wanita itu marah mencibir dengan jijik " cih apakah harga diri begitu tinggi " mendegus kesal pergi dengan beberapa pengawalnya
__ADS_1
Cheng dan ibu nya yang sudah selesai berbelanja karena mood ibu cheng hilang sekarang duduk di mansion dengan marah
" ibu kalau kau mau aku akan membuat dia hancur "
Ibu cheng menghela nafas " tidak usah wanita seperti itu cepat atau lambat akan mendapatkan karma "
Cheng kepo kenapa bisa ibunya memiliki teman seperti itu " ibu siapa wanita gemuk itu? Sungguh mulutnya sangat jelek "
Ibu cheng tertawa " dia dulu adalah salah satu bunga dikampus entah kenapa dia tiba-tiba mulai memusuhi ibu bahkan mencoba merebut ayah mu dari ibu tapi karena ayah mu sangat cinta dengan ibu jadinya dia sendiri yang dipermalukan " jelas ibu cheng mengingat masa lalu
" ibu berarti kau sangat cantik hingga mendapatkan gelar bunga sekolah, bahkan ayah tidak bisa berpaling " goda cheng
" nakal " ibu cheng tersenyum pura-pura marah
Melihat itu cheng pura-pura takut kabur keatas " YA ANAK NAKAL " teriak ibu cheng membuat cheng tertawa
Kembali ke kamar cheng duduk depan komputer melihat saham yang melonjak bahkan stok cheng semakin meningkat
Suasana Hati cheng juga ikut semakin meningkat
Daddy call....
" hallo cheng "
" cheng bilang pada ibu mu ayah akan terlambat hadir jadi kau pergi bersama dengan ibu mu "
" hadir? Apakah kita ada acara "
" ohh ayah lupa keluarga tertua xio akan berulang tahun "
" ayah kenapa kau baru bilang sekarang "
" ayah lupa ya sudah ayah tutup dulu ada meeting "
Tu tutut
Cheng menatap panggilan berakhir itu dengan tatapan kesal ' untung ayah ' menghela nafas dengan perilaku ayahnya yang takut istri liat saja bagaimana dia menelpon dirinya dan bukan menelpon istrinya langsung
Cih takut dimarah pastinya.....
Cheng kemudian bingung harus membeli hadiah apa yang cocok untuk tertua apalagi kakek xio lah yang membuat dia bisa bertunang karena itu hadiah ini tidak boleh lebih rendah, hadiah ini harus menunjukan kemuliaan hati cheng
' sistem '
__ADS_1
Tuan Ada Yang Bisa Sistem Bantu
' apakah kau ada usul untuk hadiah '
Tuan Karena Ini Untuk Seorang Tertua Kenapa Tidak Memberikan Barang Antik
' kau benar juga '
Setelah merenung perkataan sistem cheng bangkit mengunakan hoodie hitam dengan celana jeans serta topi gucci bangkit bergegas pergi pasar barang antik
Sampai disana suasana kuno membuat kesan misterius ditempat mengaktifkan kemampuan cheng memindai setiap barang dengan hati-hati sampai ke tempat toko pojok cheng melihat dengan tenang tangnya menyentuh lukisan pemandangan
" tuan penglihatan anda sangat bagus harganya cuma 700.000 saja jangan salah tuan ini berasal dari Dinasti Han "
Cheng tidak berbicara hanya menatap lukisan dengan minta " beli "
Pemilik toko berbinar binar langsung scan kode pembayaran .
Selesai pembayaran cheng berjalan beberapa menit di area itu hingga menemukan tempat beberapa barang di tempatkan di atas kain
" anak muda liat lah yang kau suka " nenek itu tersenyum
" berapa yang kau inginkan " cheng mengengam sebuah vas
" anak muda kau terlihat berjodoh dengan vas itu aku hanya akan meminta 500 . 000 " nenek itu tidak mengambil harga tinggi
Cheng sama sekali tidak berniat tawar menawar langsung membayar uang itu. Nenek itu mengambil uang dengan gembira karena baru kali ini dia berjualan ada yang membeli tanda menawar . Nenek itu menatap uang ditangannya dengan senyum mekar berfikir hari ini dia dapat membeli daging untuk cucunya
Cheng tidak tau uang yang dia keluarkan dengan mudah membuat keluarga miskin dapat memiliki hari baik
Puas melihat-lihat barang merasa sudah tidak ada yang mengerakan mata cheng langsung pergi dari sana kembali ke mansion melihat ibunya dengan gaun tampak sangat elegan
" cheng kemana saja kau "
" ibu aku pergi membeli hadiah "
" uh baiklah cepat keatas dan bersiaplah "
" baik nyonya " cheng naik keatas dengan barang yang dibungkus plastik
Padahal itu adalah barang antik yang susah dicari tapi cheng dengan mudah menemukannya bahkan membawa seperti membawa makanan ringan
Holkay emang beda
__ADS_1
Butuh beberapa menit cheng bersiap turun kebawa mendapatkan tatapan ibu dan neneknya tampak aneh