
Melihat para tamu menatap iri ke arah kakek xio membuat kakek xio tersenyum bangga menatap cheng calon menantu cucunya semakin puas beberapa orang yang menghina cheng tadi langsung menatap dengan tidak percaya
" hahaha bagus-bagus cheng duduk lah bersama kakek " kakek xio tersenyum lebar
Cheng tersenyum tidak menolak duduk disisi kakek xio bahkan dengan bijaksana membiarkan calon kakeknya itu pamer
Kakak cheng menatap cucunya dengan tatapan sulit diartikan di luar dia tampak bangga bahwa cucunya sangat kuat dan memukau tapi di dalam hati dia kesal kenapa cuacanya tidak memberikan hadiah nasional seperti itu
Rasa iri dan cemburu dari kakek cheng menatap temannya itu dengan permusuhan
Nenek cheng juga tampak bangga dengan ibu cheng mulai membual tentang prestasi akademik
Karena itu dalam sekejap cheng mendapatkan gelar ' prince ' beberapa wanita yang merupakan dari kalangan pengusaha serta teman dari beberapa tamu menatap cheng dengan mata cerah walaupun tau bahwa cheng memiliki bidadari yaitu xio disamping tapi mereka masih menatap cheng seperti daging yang ingin sekali mereka makan .
Bahkan pelamar xio yang tadinya arogan kicep bahkan merasa malu tapi tekadnya menghancurkan cheng semakin kuat
Acara yang awalnya untuk menghormati kakek xio berubah menjadi debut cheng yang Septakuler dalam sekejap
Disaat acara selesai cheng menarik xio kesamping mengabaikan tatapan para orang tua
" sial bocah itu berani menculik putri ku didepan ku " gerutu ayah xio berwajah suram
Ayah cheng tertawa sesuai yang diharapkan dari putranya sangat mendominasi
" apa yang kau tertawakan pria tua " raungan ayah xio terdengar
" bukankah putra ku sangat bagus " puji nya
Dilain sisi xio dan cheng saling bergandengan
" xio aku berencana untuk memulai kehidupan bersama mu segera " ujar cheng mantap
Xio tersenyum manis dengan kesungguhan cheng mulai membayangkan kehidupan universitas bersama dengan suaminya
Suami - batin xio malu
Cheng sangat suka dengan tampilan gadisnya yang pemalu , mengusap kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang
" aku pastikan kau akan menjadi pengantin tercantik " janji cheng
Xio mengangguk mempercayai semua yang dikatakan cheng dengan segenap hatinya
" aku percaya " senyum manis terbentuk di kedua pasangan itu para orang tua yang melihat itu dari kejauhan hanya bersukur bahwa hubungan kedua orang itu sangat manis dan indah
" cih putra ku sangat tau bersikap romantis tidak seperti pria disamping ku " puji ibu cheng dengan sedikit cibiran untuk ayah cheng
" ...... " ayah cheng
Ibu xio juga setuju " benar calon menantu ku tau cara memuji penampilan ku tidak seperti orang lain " ketua ibu xio
"...... " ayah xio
Kedua pria itu saling menatap dengan wajah pasrah ' siapa suruh menantu / anak nya terlalu bucin '
Sedangkan untuk para tertua dari dua keluarga sedang saling memamerkan hadiah dari cheng
Ada-ada saja tingkah orang-orang ini...
__ADS_1
Cheng dan xio saling berpisah disana walaupun wajah mereka penuh keengganan untuk berpisah walaupun sebentar saja. semuanya hanya biasa-biasa saja dalam menanggapi sikap kedua pasangan itu kecuali satu orang ayah xio yang semakin gelap melihat putrinya tidak bisa jauh dengan pria lain walaupun itu tunangannya
Hati seorang ayah merana disana.....
Kembali ke rumah masing-masing cheng menatap data saham yang dia beli dengan sesama melihat semua lancar , cheng membersihkan diri langsung beristirahat
.
.
.
.
Keesokan harinya
Tuan
Tuan
Woy
Woy tuan bangun
Njir kayak kebo aja nih tuan gue
Bangun ,bangun
Cheng bangkit dari tidurnya dengan marah " diam kenapa ribut sekali njirr "
Heheh tuan maaf kan sistem ini tapi anda ada misi
Misi : ikut dalam lomba Olimpiade sains
Hadiah : kartu hadiah 1 X acak
Hukuman : xxxxxxxxxxx
Misi : menangkan tempat pertama dalam lomba sains
Hadiah : pil kebugaran, keterampilan memori
Hukuman :xxxcxxxxx
Melihat dua misi yang masih terikat dengan lomba membuat cheng pusing tiba-tiba
" yes " gumam cheng
Setelah setuju cheng bangkit dengan males membersihkan diri mengunakan baju hitam membuat tampilan cheng sangat badboy
Author aja tergila-gila sama visualnya
Melihat tampilan di cermin cheng mengangguk puas langsung berjalan turun kebawah melihat semua telah menunggunya cheng langsung menyapa
" pagi semua "
" pagi sayang/ cheng "
__ADS_1
Duduk di kursinya cheng menatap ayahnya yang tampak gelisah sesaat tapi langsung disembunyikan, melihat itu cheng langsung curiga
Ayah cheng yang melihat putranya melihatnya tanpa sadar membuang muka ke arah lain
Cheng semakin curiga dengan tindakan ayah cheng yang tiba-tiba membuang muka ke arah lain
Menyelesaikan makan cheng berpamitan pergi tapi dalam hati meminta sistem mencari tau penyebab gelagat ayah cheng yang aneh
Skip
Sampai disekolah cheng melihat teman-temannya telah menunggunya beserta ayangnya
Ciee ayang....
Turun dari motornya cheng menghampiri xio " pagi cheng " suara lembut gadis itu membuat cheng tersenyum lembut
" pagi " cheng mengecup kening gadis itu singkat
" yaelah kedua orang ini bisa nggak liat kita kalau bermesraan " gerutu kylie
" dunia seakan milik berdua ya bund " ketua gun
" bih pagi-pagi buat sakit hati " Zhang dengan gaya lebay
" mata gue buta tolong dong " ujar hyon malah di aminin oleh anak-anak alhasil hyon memukul mereka semua
Cheng menatap gadisnya yang malu dengan lembut mengantar gadis itu kembali ke kelasnya sampai ke kelas dengan selamat barulah dia kembali ke kelas bersama teman-temannya
Baru saja cheng duduk di mejanya sistem memberikan berkas yang diminta tadi pagi
Cheng melihat dokumen yang dikirim ke ponselnya dengan tatapan ganas para sahabat cheng yang melihat itu ketakutan baru pertama kali mereka melihat cheng seperti itu.
Bangkit dari kursi dengan marah cheng langsung keluar dari kelas membuat para siswa serang jantung melihat aura membunuh cheng
Gila serem ***
Baru pertama kali liat cheng kayak gitu
Asli takut gue
Liat tatapannya aja buat gue membeku di tempat
Cheng berjalan seakan tidak melihat siapapun, menyalahkan mesin mobil langsung berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata pergi ke arah kantor ayahnya
Butuh beberapa menit sampai disana cheng turun dari mobil dengan wajah menakutkan membuat semua otomatis mundur menjauh dan memberikan jalan bahkan ada yang ingin naik lift tapi saat melihat wajah cheng langsung kabur karena takut
Berdiri di depan pintu cheng langsung menendang pintu kantor dengan marah orang yang berada di dalam ketakutan
" cheng " ayah cheng terkejut melihat wajah putranya seperti itu
Cheng tidak berbicara melemparkan berkas itu ke meja ayah cheng dengan kasar
Ayah cheng melihat dokumen yang diberikan oleh cheng disaat membaca wajahnya penuh kepasrahan
" cheng dengarkan ayah "
" itu yang aku dengar katakan "
__ADS_1
Ayah cheng hanya menghela nafa melihat putranya sangat dingin