![Kembalinya Sang Lagenda [Shu Zhi Ya]](https://asset.asean.biz.id/kembalinya-sang-lagenda--shu-zhi-ya-.webp)
"hahahaha kalian seperti keluarga kecil yang sedang bermain dan bercanda bersama" ucap An Zhi dengan tawanya dan diangguki oleh semua orang
"Sudah-sudah berhentilah mengejekku" ucap Zhen Sheng. Tak lama setelah berkata seperti itu makanan pun sampai dan mereka makan dengan se sekali bercanda
Setelah selesai makan mereka berniat untuk duduk sebentar sambil berbincang akan kemana setelah ini dan juga se sekali ketawa kerana tingkah keluarga kecil itu.
Tiba-tiba datang seorang lelaki berbadan besar dengan beberapa bawahannya membuat kerusuhan.
"Pelayan" teriak lelaki gembul itu
"iya tuan Jing?" tanya Pelayan wanita itu
"oh kau sungguh cantik, apa kau mau menjadi selirku? aku akan memberikan kau fasilitas yang layak" ucap tuan Jing dengan pandangan mesum nya. Pelayan wanita itu hanya diam tidak berani menjawab
"Aku ingin makan disini hari ini" kata tuan Jing
"tapi semua sempat sudah penuh tuan" ucap pelayan itu dengan sabar
"oh ya" tuan Jing melihat kesetiap sudut kemudian pandangannya berhenti saat melihat Puteri Pertama,ke-dua,ke-tiga dan ke-empat kemudian bergumam "cantik" dia berjalan kearah meja meraka dengan angkuh dan tatapan mesum yang dilontarkan untuk para Puteri. Zhi Ya yang menyadari itu hanya diam dan berpura pura bodoh. (oh ya Zhi Ya memakai cadar ya jadi paras nya yang sempurna tidak terlihat). Tuan Jing langsung menolak pangeran ke-empat yang duduk ditengah-tengah Zhi Ya dan Puteri Pertama kemudian duduk. Zhi Ya yang melihat itu berdiri kemudian membantu Hao'er dan memangkunya
"Hao'er apa kau terluka?" tanya Zhi Ya
"aku baik-baik saja jiejie" jawab Hao'er dengan senyum manis nya
"Huft syukurlah, kita lihat dulu apa yang akan dia lakukan" bisim Zhi Ya ditelinga Zhen Sheng dan diangguki nya
"Ada apa kau kemari tuan? dan kenapa kau menolak Adikku sampai dia terjatuh" kata Zhi Ya yang mengaku sebagai kakak Hao'er (calon sih hehehe)
"Aku tidak suka bicara dengan perempuan jelek" kata tuan Jing dengan Nada mengejek. Zhen Sheng yang mendengar itu kesal dan ingin meninju muka lelaki gembul itu tapi tangannya digenngam Zhi Ya. Zhen Sheng melihat Zhi Ya, Zhi Ya tersenyum manis walau
separuh wajahnya tertutup cadar tetapi Zhen Sheng tau kalau Zhi Ya tersenyum manis kearahnya dan dia membalas senyuman itu juga membalas genggaman tangan Zhi Ya
"jadi mengapa kau kemari" tanya An Zhi
"cantik kau jangan begitu aku hanya ingin makan denganku" kata tuan Jing
"Aku tidak ada masa untuk lelaki gembul sepertimu" ucap An Zhi membuat tuan Jing kesal tetapi ditahan dengan senyuman
"cantik apa kau kekurangan sesuatu seperti uang atau yang lainnya?" tanya tuan Jing
__ADS_1
"aku tidak kekurangan apapun" jawab An Zhi acuh
"Cantik apa kau mau menjadi selirku?" tanya tuan Jing
"LANCANG" teriak Zhi Shi dengan Nada marah tapi dihentikan Zhen Sheng
"Jangan" ucap Zhen Sheng
"Sepertinya tuan ini tau siapa aku" ucap tuan Jing
"oh ya? aku tentu tau siapa kau tetapi apa kau tau siapa aku dan perempuan yang kau bilang jelek tadi?" tanya Zhen Sheng
"memang kalian siapa? aku tidak peduli" jawabnya sinis
"Cantik apa kau mau menjadi selirku" tanya tuan Jing sekali lagi
"Tidak" jawab An Zhi acuh
"Beraninya kau menolakku apa kau tidak tau siapa aku?"ucap tuan jing
"oh, memangnya kau siapa?" tanya An Zhi acuh
"huh hanya seorang anak selir di keluarga Ji sudah belagu ya dan apa? mengaku menjadi tuan muda ke-tiga keluarga Ji? Sungguh tidak tau malu" ucap seseorang dari tingkat dua dengan Nada mengejek
"Kau.... huh kalau anak selir memangnya kenapa? ayahku sangat menyayangi ibuku dan menuruti perkataan ibuku" ucap tuan Jing dengan angkuh
"lalu apa aku perduli akan hal itu?" tanyanya dengan sinis
"ck aku tidak ada masa untuk meladeni orang sepertimu" ucap tuan Jing
"cepat bawa wanita itu dan wanita cantik lainnya ke kediaman aku akan bermain" ucapnya dengan senyum dan tatapan mesum
"baik tuan muda Jing" ucap bawahannya kemudian mendekati An Zhi
"Zhengzhou" ucap Zhi Ya kemudian muncul asap hitam setelah asap hitam itu menghilang nampaklah seorang pemuda yang tampan.
"Ada apa nona memanggilku?" tanya Zhengzhou setelah memberi hormat kepada nonanya itu
"itu, apa kau mengerti?" tanya Zhi Ya setelah menunjuk mereka yang membuat kerusuhan
__ADS_1
"mengerti nona" ucap Zhengzhou setelah itu berjalan mendekati suruhan lelaki gembul tadi
"hei berhentilah sebelum aku mengambil tindakan" kata Zhengzhou dengan mengeluarkan sedikit aura nya
"S siapa kau berani menghentikanku?" tanya suruh an lelaki gembul tadi em mksudnya Tuan Jing
"Aku? yakin mau tau siapa aku?" tanya Zhengzhou dan mendapat anggukan kepala dari suruhan itu
"Aku adalah Malaikat pencabut nyawa yang dikirimkan untuk mencabut nyawamu" kata Zhengzhou kemudian mengeluarkan 3% aura nya dan itu berhasil membuat orang sekitarnya terkena tekanan kecuali orang yang tidak bersalah kerana Zhi Ya membuat pelindung untuk mereka. Beberapa dari orang suruhan itu ada yang pingsan dan ada yang memuntahkan cairan berwarna merah yaitu darah setelah itu keadaan hening
"Apa kalian benar-benar berniat mati disini?" tanya Zhengzhou kemudian menarik auranya, Zhi Ya juga menghilangkan pelindung yang dibuatnya. Para suruhan itu berlari dan beberapa dari mereka membopang tuan dan sahabat mereka yang pingsan
"Aku akan membalaskannya nanti" ucap tuan Jing yang dibantu oleh suruhannya untuk pergi
"Aku akan membunuhmu" ucap Zhengzhou mau mengikuti mereka tapi dihentikan Zhi Ya
"biarkan mereka pergi" ucap Zhi Ya kemudian menyuruh Zhengzhou kembali ke tempatnya
"baik nona" Setelah memberi hormat Zhengzhou pun me hilang sepertimana dia menghilang tapi kali ini ditelan asap hitam itu(ya kan emang gitu Cara mo pergi)
"Terima kasih Zhi'er dan maaf kami merepotkanmu" ucap Zhen Sheng sambil mununduk dan mengenggam tangan Zhi Ya erat
"tidak apa-apa dan jangan meminta maaf ya, ini bukan salahmu atau sesiapa hanya saja ini memang sudah dituliskan untuk terjadi" ucap Zhi Ya menenagkan dan membalas genggaman tangan Zhen Sheng entah mengapa dia yang biasanya dingin,datar,tegas,susah didekati dan kasar menjadi lembut,tidak dingin,tidak datar dan sangat nyaman di dekat mereka apalagi saat didekat Zhen Sheng dia selalu merasa kan kehangatan,ketulusan dan kenyamanan bila didekatnya. Dirinya yang dulunya tidak pernah disentuh lelaki manapun sekarang malah dengan senang hati membalas genggaman tangan dari seorang lelaki yang baru saja ia temui.
"Zhi'er" ucap Zhen Sheng
"ada apa" tanya Zhi Ya
"tidak ada, hanya memanggilmu saja"ucap Zhen Zheng dengan senyum manis nya Zhi Ya membalas senyum manis itu dengan senyum manis miliknya yah walaupun tertutup cadar tapi terlihat jelas dimatanya ada sorot bahagia dan senang
"Ekhem" An Shi berdehem kemudian semua tatapan menuju kearahnya
"kenapa" tanyanya melihat semua orang yang menatapnya
"tidak ada" jawab mereka kompak
"kakak ipar apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Puteri ke-empat dengan Nada menggoda sedangkan orang yang dipanggil pura-pura tidak dengar
...~Happy Reading ~...
__ADS_1