![Kembalinya Sang Lagenda [Shu Zhi Ya]](https://asset.asean.biz.id/kembalinya-sang-lagenda--shu-zhi-ya-.webp)
"Tahniah tuan anda mendapatkan Telur Burung Surgawi" ucap wanita itu
"barang ke 29 adalah Buah Ilahi yang isinya belum diketahui dan buahnya baru pertama kali dilihat dibenua ini atau mungkin belum pernah terlihat sebelumnya. jadi kerana belum diketahui asal usulnya harga Buah Ilahi ini adalah 100.000 koin perak sama seperti sebelumnya ya" ucap wanita itu setelah mengeluarkan buah yang sangat aneh dan berukuran lumayan besar.
"aku menginginkannya jadi jangan menawar" ucap Zhi Ya lantang
"heh kalau aku menawar 3.000.000 bagaimana?" tanya nona dari ruang VIP no.10 di lantai dua
"oh? apa nona mampu membayarnya?" tanya Zhi Ya
"aku...... baiklah 3.000.000 koin perak" ucap wanita itu
"4.000.000 koin perak" ucap Zhi Ya
"4.500.000 koin perak" ucap wanita itu
"6.000.000 koin perak" ucap Zhi ya
"kau..... heh aku menyerah" ucap wanita itu
"oh?Terima kasih atas harga yang murahnya" ucap Zhi Ya membuat orang yang mendengar kata 'murah' untuk 6.000.000 itu merasa seperti nyawanya melayang
"t tahniah nona anda mendapatkan Telur Ilahi" ucap wanita yang dipanggung itu dan seperti biasa akan langsung dihantarkan
"barang terakhir adalah....." wanita itu memotong perkataan nya dan membiarkan sangkar itu keluar sepenuhnya dari belakang panggung
"ini adalah Serigala Putih yang hampir punah. harga awalnya adalah 1.000.000 koin perak dan setiap tawaran tidak boleh kurang dari 100.000 koin perak. Tawaran dimulai sekarang" ucap wanita itu membuat ramai yang menawar
Disisi Zhi Ya dia melihat serigala itu yang terlihat kesakitan tapi masih terlihat garang dan tampa Zhi Ya sadari bening putih keluar dari mata cantiknya Zhen Sheng yang melihat itu mengerti akan perasaan Zhi Ya. Zhi Ya melamun lama tapi setelah dirinya sadar Rumah Lelang itu telah kosong kini hanya tersisa dirinya dan Zhen Sheng kerana yang lain ingin berjalan jalan sebelum kembali ke Kekaisaran Liu besok
"Zhi Ya apa kamu akan tetap tinggal disini?" tanya Zhen Sheng. Zhi Ya tidak menjawab pertanyaan Zhen Sheng dia berdiri dari duduknya kemudian berjalan keluar kamar dan pergi membayar barang yang ia beli dia merasa kecewa dengan dirinya yang tidak membeli Serigala Putih tadi dia takut tuan yang membeli Serigala Putih itu akan menyiksa nya
Mereka berjalan ke penginapan tampa se patah kata pun sampai kedalam kamar Zhi Ya hanya melamun membuat Zhen Sheng khawatir akan keadaannya
"Zhi Ya makan dulu ya" ucap Zhen Sheng dengan suara lembutnya
"Aku tidak lapar" ucap Zhi Ya datar
"Zhi Ya" panggil Zhen Sheng
"hm kenapa?" tanya Zhi Ya
"kamu kenapa?" tanya Zhen Sheng
"tidak apa-apa" jawab Zhi Ya
__ADS_1
"jangan bohong" tegas Zhen Sheng
"aku....." perkataan Zhi Ya terpotong saat melihat Zhen Sheng memperlihatkan seekor Serigala Putih dipelukannya membuat Zhi Ya tersenyum
"kamu.." perkataan Zhi Ya kembali dipotong oleh Zhen Sheng
"kamu mau ini?" tanya Zhen Sheng dan mendapat anggukan dari Zhi Ya
"makan dulu ya" ucap Zhen Sheng kemudian memberikan Serigala Putih itu ke Zhi Ya kemudian mengambil makanan di atas meja
"aku suapin ya" ucap Zhen Sheng tapi Zhi Ya hanya mengangguk dan asik bermain Serigala Putih itu tampa memperdulikan Zhen Sheng
"Zhi Ya" panggil Zhen Sheng
"kenapa" tanya Zhi Ya sambil menoleh
"kenapa? apa kamu tidak melihat aku disini?" tanya Zhen Sheng membuat Zhi Ya merasa bersalah
"maaf" ucap Zhi Ya sambil menunduk nini Serigala Putih itu sudah tidur di kasur mereka
"huft.. sudah lah kamu makan aja" ucap Zhen Sheng sembari menodongkan makanan di tamgannya ke tangan Zhi Ya
"suapin" ucap Zhi Ya dengan wajah umurnya
"suapin" ucap Zhi Ya sambil menarik-narik hanfu milik Zhen Sheng perlahan
"kalau aku suapin kamu ngapain?" tanya Zhen Sheng
"makan" jawab Zhi Ya
"huft.. baiklah tapi kalau kamu Tidak melihat aku. aku hukum" kata Zhen Sheng dan Zhi Ya hanya mengangguk kan kepalanya kemudian Zhi Ya makan disuapi Zhen Sheng. Setelah selesai makan kini Zhi Ya sedang duduk di atas kasur sambil bersandar di Dada bidang Zhen Sheng
"Zhi'er" panggil Zhen Sheng
"ada apa?" tanya Zhi Ya
"kalung aku mana?" tanya Zhen Sheng
"kalung apa?" tanya Zhi Ya pura-pura tidak mengingat kejadian tadi
"Zhi Ya kalung" ucap Zhen Sheng
"baiklah baiklah" ucap Zhi Ya kemudian bangun dari duduknya
"eh mau kemana?" tanya Zhen Sheng Zhi Ya tak menghiraukannya dan terus berjalan menuju meja rias Zhen Sheng pun ikut berjalan ke meja rias setelah Zhi Ya duduk di kursi meja rias itu
__ADS_1
"kenapa?" tanya Zhen Sheng sambil memeluk Zhi ya dari belakang
"nih kamu pasangkan ke aku" ucap Zhi Ya Zhen Sheng melihat kalung itu dan mengambilnya
"Kalung Permata Jiwa Kematian?" tanya Zhen Zheng dan dijawab anggukan kepala oleh Zhi Ya kemudian Zhen Sheng memasangkan Kalung itu ke Zhi ya
"berlutut" ucap Zhi Ya yang sudah berbalik menghadap Zhen Sheng. Zhen Sheng megerutkan keningnya tapi tetap berlutut sesuai perkataan Zhi Ya. Zhi pun memasangkan Kalung Permata Jiwa Kegelapan ke leher Zhen Sheng. Setelah selesai Zhi Ya tersenyum manis kearah Zhen Sheng dan dibalas oleh senyuman masih milik Zhen Sheng
(Kalung Permata Jiwa Kegelapan dan Kematian) {Kegelapan berwarna Hitam dan Kematian berwarna Merah Pekat}
"oh ya satu lagi" Zhi Ya mengeluarkan pedang Kegelapan dari cincin ruang nya dan memberiknya kepada Zhen Sheng. Zhen Sheng menerima pedang itu dengan senyuman dibibirnya menghiasi wajah tampannya
"jaga baik-baik ya" kata Zhi Ya sambil melihat pedang itu kemudian melihat Zhen Sheng
(yang besar Zheng Sheng yang kecil Zhi Ya)
"aku akan menjaganya dengan nyawaku" ucap Zhen Sheng masih dengan senyum manis nya
...--------------
...
(Visual Zhi Ya author tukar ya)
(Pangeran Mahkota Zhen Sheng)
(Zhengzhou)
(Serigala Putih)
sampai sini dulu ya makasih😊
...~Happy Reading~...
__ADS_1