Kemenangan Dalam Hidup

Kemenangan Dalam Hidup
tidur lebih awal


__ADS_3

"Lalu kenapa dia tidak langsung menjual nya ke orang lain?" Henry semakin penasaran


"Disitulah letak kebijaksanaan Jasper."


Nada kekaguman Zachary semakin intens. "Dia punya satu motif penting lagi untuk datang ke sini ke kota Harbor."


"Kau sedang membicarakan masalah mengambil alih dan berinvestasi di perusahaan hiburan?"


Henry tiba-tiba memikirkan hal itu.


Itu karena keluarga Law telah menggunakan banyak sumber daya untuk membantu Jasper mendapatkan berita.


"Mmm... Jika Jasper segera menjual saham itu kepada musuh Bob sekarang, bagaimana orang lain dari dunia bisnis Kota Harbor akan melihatnya? Dia akan menjadi Bob Lancaster kedua."


"Ketika dia ingin mengambil alih sebuah perusahaan hiburan, itu tidak akan menjadi hal yang mudah."


"Jika Bob tidak puas dengan apa yang terjadi sebelumnya dan ingin habis-habisan dalam pertempuran bisnis, tidak ada yang bisa berkomentar karena seluruh insiden itu, Jasper hanya bersikap masuk akal."


Zachary berkata, lalu menatap Henry dan menambahkan, "Apa kau tahu mengapa kami, keluarga Law, di daratan selalu menerima salam terhormat kemanapun kami pergi?"


"Kami kaya, jadi mereka ingin kami berinvestasi di dalamnya," kata Henry santai.


"Bodoh."


Zachary memarahi dan berkata, "Itu karena Kakekmu telah membangun reputasinya sepanjang hidupnya!"


"Posisi Superior yang dimiliki keluarga Law di daratan karena semua orang tahu Kakekmu adalah seorang pengusaha yang tulus mencintai negaranya, dan semua orang menghormatinya untuk itu."


Zachary berdiri dan menepuk bahu Henry, berkata, "Ketika seorang pebisnis mencapai tingkat tertentu, mereka harus mempertimbangkan masalah reputasi. Sejak zaman kuno, ketenaran dan kekayaan tidak dibagi dengan nama seseorang masih menjadi yang paling penting."


"Jasper masih sangat muda, namun kemampuannya membaca niat orang lain sangat bagus. Ini tidak lagi dianggap sempurna tapi menakutkan," kata Zachary sambil menghela napas."


Anna berkata sambil berpikir, "Pada akhirnya, dia memukuli Zayden dan memaksa Zane untuk meminta maaf. Dia pasti sedang menguji Bob juga."


Zachary mengangguk dan berkata, "Bob adalah lawan yang licik tetapi tidak mudah untuk dilawan."


"Namun, bisa membuat Bob menderita kerugian besar, itu masih hal yang baik," kata Zachary sambil tersenyum.


Mata Henry berbinar, dan tidak ada yang tahu apa yang ada dalam pikirannya.


"Jadi gimana? Apa kau akhirnya tahu seberapa besar kesenjangan yang ada di antara kalian berdua?" kata Anna terkekeh.


Henry mengangguk dan berkata dari lubuk hati nya, "Memang ada perbedaan besar."

__ADS_1


Untuk sekali ini, Zachary dengan senang hati memberikan kata-kata penyemangat. "Jangan membandingkan dirimu dengan dia. Di dunia ini, tidak banyak orang seumuran Jasper yang bisa menandingi nya. Lawannya adalah seorang dari generasi yang lebih tua. Aku puas jika kau dapat mempelajari 60% dari kemampuannya."


"Di dunia ini tidak banyak yang bisa dibandingkan dengan kemampuannya untuk berbuat ulah?" Henry memasang ekspresi kekaguman dan mengatakan nya dengan tulus.


Zachary tercengang, dan senyum di wajahnya membeku.


Zachary meraung, "Kau bocah manja, pergi sekarang!"


Henry, yang diusir dari ruang kerja, sama sekali tidak terganggu. Bagaimana pun dia sudah terbiasa dan dia dengan senang hati berlari ke bawah.


"Kemana kau pergi?" tanya Anna.


"Pergi untuk mandi dan tidur lebih awal. Jasper bilang dia akan membawaku ke pusat perdagangan besok untuk beraksi... Oh, tidak, ini untuk mempelajari bagaimana pasar modal beroperasi."


Berdiri di lantai atas, Anna melihat bayangan Henry, tercengang. "Sudah berapa tahun"


Setelah saudara kandung melewati usia 15 tahun dia belum pernah melihat Henry masuk sebelum jam 11 malam sambil mengatakan dia ingin tidur lebih awal.


Pada saat itu, Anna harus mengakui bahwa ide kakeknya untuk membiarkan Henry bergaul dengan Jasper mungkin saja merupakan langkah luar biasa yang dapat menyebabkan keajaiban terjadi!


Anna kembali ke kamar tidurnya dan tanpa sadar menelepon nomor Jasper


140


Jasper terkejut saat menerima telpon dari Anna.


"Aku pikir pria super kaya yang menghasilkan satu miliar sehari tidak akan menjawab telpon ku"


Setelah mendengar ejekan Anna, Jasper menjawab sambil tersenyum, "Ini panggilan dari keluarga Law yang cantik, bahkan jika aku menghasilkan sepuluh miliar, aku tetap harus mengangkat telepon!"


"Aku sudah tahu tentang masalah hari ini, keluarga ku memberi mu pujian yang tinggi atas apa yang kau lakukan hari ini" kata Anna.


"Kurasa ini semua tentang takdir, aku tidak memiliki poin bagus tentang diriku, satu-satunya hal yang layak dipuji adalah aku pandai menangkap peluang"


Anna berbaring di tempat tidur, dia memutar-mutar rambutnya dengan jari-jarinya saat dia berkata, *Aku pikir kakakku telah berubah*


Jasper memijat dahinya dan berkata tanpa daya, "Sejujurnya, mungkin bagian yang dia minati berbeda dari yang kita harapkan"


"Menurut dia, dia bilang kau akan membawanya ke pusat perdagangan besok?" tanya Anna karena dia tertarik.


Jasper berkata, *Ya, aku berencana untuk pergi ke sana besok"


"Bolehkah aku ikut?" tanya Anna.

__ADS_1


*Aku tidak bisa menemukan alasan untuk menolak mu" kata Jasper sambil tersenyum.


Dengan tawa lembut, Anna berbalik dan berbaring di tempat tidur, berkata, "Kalau begitu, akankah kita bertemu besok?"


"Tentu, sampai besok"


Setelah menutup telepon, Anna duduk di tempat tidur, kedua tangannya memeluk kakinya yang panjang dengan dagu nya diletakkan di tulang kering nya, orang tidak bisa mengatakan apa yang ada di pikirannya, hanya saja dia mengungkapkan senyum cerah.


Keesokan paginya, Henry buru-buru berlari ke mobilnya setelah sarapan..


Namun, ketika dia tiba di sisi mobil, dia melihat bahwa Anna telah menunggu lama di sana.


"Apa yang kau lakukan disini?" Henry menatap Anna dan bertanya.


"Pergi keluar dengan mu" kata Anna tanpa basa-basi.


Henry mengerutkan alisnya dan berkata, "Aku akan keluar untuk melakukan bisnis besar, mengapa kau ikut? Pergi dan bersenang-senang lah sendiri"


Anna berkata dengan puas, "Bukankah kau akan keluar dengan Jasper? Aku sudah menelepon nya, dan dia mengizinkan ku untuk ikut"


Setelah tertegun, Henry menatap Anna dengan tatapan curiga, "Sebelumnya, ada begitu banyak tuan muda yang memasang begitu banyak tipuan hanya untuk meminta mu pergi dengan mereka, tapi aku belum pernah melihatmu memperdulikan salah satu dari mereka, namun hari ini kau bersikeras untuk ikut dengan untuk mencari Jasper?"


"Adik kecil, sebaiknya kau jaga dirimu baik-baik"


Anna memelototi Henry dan berkata dengan dingin, "Tidak apa-apa jika aku tidak Iki, kalo begitu sekarang aku akan naik ke atas dan mencari ayah untuk berdiskusi dengannya tentang masalah mu ketika kau belajar diluar negeri--"


"Pergi pergi pergi!" Henry membuka pintu mobil dengan kesal, memotong komentar Anna, Kau orang yang banyak bicara"


Di hotel Mandarin Oriental, Jasper baru saja selesai sarapan ketika Henry dan adiknya tiba.


Mereka melaju dan menuju ke arah pusat perdagangan, Henry merasa agak tidak nyaman ketika dia menyelinap mengintip dua orang yang duduk berdampingan di kursi belakang sambil mengobrol dengan gembira.


"Mengapa aku menjadi pengemudi?!"


Jelas ini bukan yang diharapkan Henry.


"Hari ini, apa yang akan kita lakukan di pusat perdagangan?" Henry memikirkan sebuah topik dan berhasil menyela dua orang yang sedang mengobrol asik.


"Aku berencana pergi ke sana untuk membuka rekening sekuritas baru, kalo begitu, kalian berdua bisa membuka akun masing-masing juga," kata Jasper.


"Kita bisa membukanya juga?" tanya Anna penasaran.


"Apa kau tidak ingin mendapatkan uang tambahan?" kata Jasper.

__ADS_1


Mata Anna berbinar, dia tahu bahwa adalah seorang jenius dalam saham namun dia belum pernah menyaksikan dengan matanya sendiri, dengan kesempatan ini, dia tidak akan melewatkan nya.


141->


__ADS_2