
Semilir angin di pesawahan desa membuat suasana semakin menyenangkan bagi segerombolan gadis belia yang sedang asyik berkumpul sambil bersenda gurau. Tak jarang mereka berlarian sambil bernyanyi, bahkan sambil menari - nari. Tak disangka sepasang mata tengah mengawasi mereka dari kejauhan. Yaa...Dia adalah seorang anak muda yang gagah. Hidung mancungnya dan senyuman manis yg memukau kepada siapa saja yang memandang,serta tubuh kekar dan warna kulit yg sawo matang tapi terlihat bersih menambah kemaskulinanya. Tak heran jika dia dikagumi banyak wanita. Sikapnya yang dingin dan cuek menjadikan siapapun akan tertantang untuk mendekatinya, tak terkecuali Yulia, salah satu gadis yang berada di gerombolan para gadis - gadis tadi. Yulia adalah gadis yang dibilang terlihat sangat mengagumi Satya. Yaa Dia bernama Satya, lebih tepatnya Satya Dirgantara ( nama lengkap satya ).
Seraaauut wajah tampan..sangat mempesonaa...di balik pintu hati kusimpan rinduku...matamu berpanah asmara...bibirmu bak telagaa madu...asyiknyaaaa....stop kau mencuri hatiku...hatiku...stop kau mencuri hatiku....
Begitulah nyanyian yang dinyanyikan oleh Yulia..dia berlari - lari sambil bernyanyi. Mereka tertawa bersama - sama. Tak terkecuali Ami, salah satu teman Yulia yang juga mengagumi Satya. Tetapi walaupun mereka berdua mengagumi satu orang yang sama, persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik bahkan mereka sering tertawa bersama hanya untuk membicarakanya atau bahkan sekedar membayangkan hal - hal konyol yang menimpa mereka berdua..dan tentu saja ada hubunganya dengan satya si pujaan hati mereka.
Setelah hari mulai petang, langit telah berubah warna, mereka pulang kerumah masing - masing dengan perasaan yang riang. Begitulah..kebahagiaan para gadis desa. Tak harus berbelanja dan pergi ke mall. Dengan berlarian di sawah yang kering sudah membuat mereka bahagia. Mereka tidak lupa bersyukur karena bisa bahagia dan hidup di kelilingi orang yang menyayanginya. Sampai dirumah mereka langsung mandi dan bersiap pergi mengaji ke mushola terdekat.
Seperti biasa sebelum adzan magrib berkumandang telah ramai berdatangan anak - anak ke mushola untuk mengaji. Tak terkecuali Yulia dan Ami. Dua sahabat yang sepertinya sulit dipisahkan keberadaanya. Karena dimana ada Yulia disitu pasti ada Ami.
Yulia menyapa dan menghampiri Ami.
Hai mi..kamu udah lama berangkatnya pa...~ Yulia
Iya yul..kamu dari mana aja..lama banget tumben..~ Ami
Biasaa...tadi mbahku minta aku belikan obat dulu..katanya perutnya agak sakit..jadi yaudah deh...~ Yulia
__ADS_1
Yul..yul...kamu tau siapa yang datang...~ Ami
Siapa sih mi...bikin kaget aja..~ Yulia
Itu yul..~ Ami
Dada yulia berdegub kencang. Mukanya memucat dan tubuhnya kaku. Perasaanya tak karuan melihat pujaan hatinya datang. Dia menjadi salting dan kayak orang bingung. Seketika Ami mengajak Yulia untuk pergi ke tempat wudhu dengan menepuk bahunya sehingga membuyarkan lamunan yulia.
Yul..wudhu yuk..bengong aja ~ Ami
Ami hanya bisa mendesah pelan melihat tingkah sahabatnya itu. Ami memang mengagumi satya, tetapi dia tidak seperti Yulia yang tingkat kebucinanya parah melebihi romeo dan juliet...hahaaaa...
Ami terlihat sudah selesai berwudhu sedangkan Yulia dia belum juga berwudhu. Dia akan menggunakan kesempatan wudhu dengan berbarengan satya berwudhu. Walaupun ada skat pembatas antara wudhu pria dan wanita tapi setidaknya sudah menjadikan hati yulia berbunga karena sudah melakukan aktivitas yang sama dengan sang pujaan hati...heheeee
Yulia tersenyum dengan penuh kemenangan..apa yang dia inginkan terjadi..dan terjadi percakapan dari kedua bilik. Tetapi bukan yulia namanya kalau dia bukan yang memulai duluan...heheee
Sat..kok tumben baru wudhu..( tanya yulia basa basi )
__ADS_1
Iya biar bisa langsung sholat. Jawab satya cuek...
Ada sedikit rasa kecewa di hati yulia. Karena pria yang dikagumi selalu bersikap cuek dan acuh padanya.
Seketika yulia memandang satya dan satya pun memandang yulia. Mata mereka saling bertemu dan yulia langsung menunjukkan senyuman termanis yang ia punya. Satyapun membalas senyuman yulia. Senang bukan kepalang hati yulia saat itu.
Sedangkan di dalam mushola Ami tak henti menggerutu dalam hatinya menunggu kedatangan Yulia masuk ke mushola.
Yul darimana aja..lama banget...~ Ami
Anu mi..tadi aku wudhunya airnya sempet mati. Jawab yulia dengan gugup dan jawaban kalimatnya juga gak tetata dg baik.
Oke. Sholat yuk ntar ketinggalan imam..~Ami
Iya ayo mi..~ Yulia
Akhirnya mereka melakukan sholat magrib berjamaah..
__ADS_1