Kenangan Yang Tersimpan

Kenangan Yang Tersimpan
Pertemuan part 2


__ADS_3

Hari demi hari akhirnya masa yang ditunggu tunggu segera datang yaitu perayaan hari raya umat muslim, Idul fitri. Setelah sholat ied berjalan dengan lancar hamoir kebanyakan orang mengunjungi kekuarga atau tetangga untuk saling bersilaturahmi dan memafkan. Tak terkecuali yulia dan ami. Mereka terlihat bergerombol bersama teman teman yang lainnya untuk berkeliling dan mengunjungi tetangganya..


Eh...ada yulia...kapan pulang yul...~ sapa heru .


Iya her..udah seminggu yang lalu..kamu apa kabar...~ yulia menimpali dengan senyuman.


Heru adalah sahabat baik dika. Dika yang berada disamping heru tak berani menyapa yulia. Dia hanya memandangi yulia sambil sesekali senyum tanpa berkata sepatah katapun.


Akhirnya...heru berpamitan kepada yulia dan teman temanya. Sambil menarik lengan dika, heru membawa dika pergi menjauh dari mereka. Peristiwa itu tak lepas dari pikiran yulia. Dia merasa heran tumben sekali dika hari ini tak menyapanya...


Ah biarkan saja...bagus malah...~ yulia dalam hati


Sementara dika masih terbayang wajah yulia. Dia tidak berani menyapa yulia bukan karena enggan tapi justru karena kekagumanya melihat wanita yang sejak lama ia sukai semakin cantik baginya.


Tanpa sadar, lamunan dika terpecahkan setelah tepukan keras di bahunya.


Woy..ngelamun aja kamu dik...~ heru


Mau masuk bui kamu...bikin orang jantungan..~ dika dengan tatapan kesal..


Melihat sahabatnya marah akhirnya heru memilih mengecilkan suaranya supaya sahabatnya tidak jadi marah.


Maaf dik...abis kamu ngelamun daritadi aku nanya kamu diam aja...~ heru


Sorry her...emangnya kamu ngomong apa...~ dika


Itu tumben kamu biasanya paling ngebet kalo ada yulia...~ heru


Aku gak mau ditolak lagi her...biarin aja..melihat dia bahagia aja udah ikut seneng..~ dika


Jadi nyerah nih...yaudah kalo kamu nyerah giliran aku yang deketin ya...wkkk...~ heru


Awas aja kamu macem macem her...~ dika dengan tatapan kesal..udahlah biarkan aja dia...toh kita tau pria mana dan siapa yang yulia suka...~ dika dengan wajah memelas


Sementara di tempat lain yulia,ami dan kawan kawan hampir selesai mengunjungi tetangganya untuk bersilaturahmi. Tiba giliran di rumah dengan gaya klasik tapi tetap indah dipandang karena bersih dan terawat. Rumah siapa lagi kalo bukan rumah satya. Sang pujaan hati yulia. Intinya sampai saat ini yulia masih memendam rasa terhadap satya. Dia berharap satya akan membalas perasaanya suatu saat nanti. Tapi sampai detik ini satya masih terlihat cuek dan acuh. Tidak hanya kepada yulia, terhadap gadis lainpun begitu. Entahlah, gadis mana yang satya sukai. Begitu kira kira yang selalu ada di pikiran yulia.

__ADS_1


Mi...kita beneran mau kerumah satya..~ yulia


Ia bener yul...ayuk ah..udah gak baper kan..heheee....~ ami


Jujur aku deg degan mi...~ yulia


Udah sante ajaa....palingan juga si satya belom tentu dirumah...~ami


Iya juga sih...kata yulia


Setibanya di depan rumah satya benar saja tidak ada satya diruma. Hanya ada orang tuanya saja. Mereka disambut oleh orang tua satya. Setelah selesai mereka berpamitan pulang. Dan ketika yulia mau pulang dilihatnya dari arah pintu....


Deg...jantung yulia berdegub kencang.


Satya..~ bibirnya berucap lirih tapi masih bisa didengar oleh orang disekitarnya.


Sementara satya hanya melirik sekitarnya. Dia bahkan tak menghiraukan ada tamu yang berada di rumahnya. Sedangkan yulia harus menelan kekecewaan dengan sikap satya padanya. Ami yang mengetahui itu hanya bisa menguatkan sahabatnya. Sedangkan yulia menghela napas panjang. Dan berharap kejadian ini tak pernah terjadi di hidupnya. Hatinya terlalu sakit menahan perasaan yang bagi yulia bertepuk sebelah tangan. Yulia ingin sekali membunuh perasaan itu tapi tetap dia tak bisa melakukanya. Malah perasaanya terhadap satya semakin menjadi jadi. Hingga tak terasa sudut mata yulia basah mengeluarkan air mata. Sungguh malang nasib yulia. Perasaanya tak terbalaskan.


Tiba - tiba tangan yulia seperti ada yang menarik. Benar saja ami menarik yulia menjauh dari rumah satya. Ia tidak mau sahabatnya terus merasa sedih. Tiba - tiba...


Awwwww..teriakan yulia...


Ya. Yulia terjatuh ke dalam tanah berlumpur. Kakinya teperosok ke lumpur cukup dalam hingga dia merasa berat untuk mengangkat kakinya. Setelah berhasil mengangkat satu kakinya tinggalah satu kaki lagi yang diangkat. Dan naasnya saat kaki yang lain sudah berhasil terangkat sendal yulia tidak menempel di kakinya..


Mana sendalku yang satunya...~yulia


Yulia sibuk mencari sendalnya di lumpur sedangkan yang lainya membantu. Tapi tetap tidak ada yang menemukan sendal yulia. Mereka malah menertawakan yulia yang hari ini ketiban apes..hahaaaa


Dan lebih apesnya lagi kejadian itu terjadi disamping rumah satya. Karena mendengar kegaduhan disamping rumah, papanya satya mendekat dan menanyakan apa yang terjadi. Ami menjelaskan kepada papa satya. Papa satya malah tertawa dan berkata.


Yaudah besok bapak carikan sendal mba yulia..nanti kalo sudah ketemu biar satya yang mengantarkannya kerumah...~ papa satya


Deg.deg..


Jantung yulia berdegub kencang. Dia tidak ingin bertemu dengan satya. Karena yulia merasa pertemuanya dengan satya hanya akan membawa luka di hatinya.

__ADS_1


Gak usah pak...biarin aja..mas satya gak usah nganterin sendalnya pak..saya gak mau merepotkan mas satya~ yulia


Gpp mbak yulia..~ jawab papa satya sambil mengembangkan senyumanya


Iya terima kasih pak..~ yulia


Keesokan harinya saat yulia sedang menyapu rumah tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


Iya sebentar...~ yulia menjawab dari dalam rumah.


Dan pada saat yulia membukakan pintu...


Deg.deg..


Yulia langsung tercengang di depan pintu.


Aku mau balikin sendal kamu~ satya sambil menyodorkan kantong berisi sendal yulia


Iii..ii iiya terima kasih mas satya...maaf jadi merepotkanmu...~ yulia


Gpp mba...~satya


Dengan langkah cepat dia meninggalkan rumah yulia dan sebelumnya dia sudah berpamitan pada yulia. Yulia menatap punggung lelaki tersebut sampai pandanganya hilang dari jangkauan matanya.


Hari itu adalah pertemuan terakhir yulia dan satya. Mereka mengejar cita cita masing masing. Yulia pergi ke kota dan menyelesaikan pendidikanya. Dia mengambil jurusan keguruan. Sebenarnya bukan cita citanya menjadi seorang guru tapi karena desakan orang tua yulia akhirnya ia memilih mengikutinya.


Sedangkan di belahan tempat lain, satya telah diterima menjadi seorang anggota TNI. Dia sedang pendidikan dan ditugaskan di salah satu kota terpencil.


Hingga tidak ada lagi pertemuan antara satya dan yulia...mereka dipisahkan oleh kesibukan masing masing..


Sampai sini gimana friends...maaf banyak yang typo ya...


Ayooo...jangan lupa like and vote karya author ya...,❤

__ADS_1


hahaaaa...


__ADS_2