
Tak terasa yulia dan ami sudah merantau selama satu tahun. Selama satu tahun pula mereka tak bertemu. Mereka berdua melepas rindu hanya dengan vidio call atau telp.
Sampai hari dimana yang ditunggu-tunggu datang. Yaitu saat idul fitri. Karena pasti banyak orang yang pastinya libur kerja dan mudik. Tak terkecuali yulia dan ami. Mereka sudah tak sabar bertemu dengan keluarga untuk melepas rindu. Karena ami sampai duluan di kampung halaman, ami pun yang mencoba menghampiri yulia. Mereka berpelukan melepas rindu yang tependam. Dua sahabat yang sepertinya sudah lama tak bertemu dan dipertemukan dalam suasana haru. Ya begitulah gambaran bagi keduanya. Tak jarang mereka bertukar cerita dan bersenda gurau.
Terlihat ami tak menyinggung satya. Mungkin dia telah melupaknnya. Berbeda denga yulia. Hati dan pikiranya masih terpaut oleh satu nama, yaitu satya. Ya...cinta masa kecilnya yang kini telah tumbuh menjadi cinta yang sesungguhnya. Keinginan untuk bertemu dengannya sangat kuat. Bahkan dia selalu menghayal bertemu di saat yang indah dan romantis. Hingga sebuah lamunanyapum di buyarkan oleh sahabatnya sendiri.
Di sisi lain, ami merasa heran dengan sahabatnya.. Dia melihat yulia bengong sambil senyum2 sendiri.
Woy..yul kesambet kamu..senyum senyum sendiri. Ntar ada setan lewat aja..baru tau rasa kamu...~ ami
Apaan sih mi..kamu emang gak bisa ya..liat sahabatnya ini menghayal yang indah- indah. ~ yulia sambil mengerucutkan bibirnya dia memukul lengan sahabatnya...
Abisnya kamu aneh yul...kaya kemasukan jin iprit tau gak..~ ami sambil memutar bola matanya.
Gpp mi...kalo jin nya ganteng kaya babang satya...hahaaaa ~ yulia sambil tersenyum penuh kemenangan
Sementara ami tak menghiraukan celoteh sahabatnya yang menurutnya memang selalu di mabuk cinta jika sedang membicarakan satya. Ami selalu memahami sahabatnya itu. Walaupum yulia adalah orang yang cerewet dan kadang menyebalkan..tapi ami selalu menyayanginya dan menjadi sahabat yang baik bagi yulia. Mereka berdua sama sama saling melengkapi dan melewati suka dan duka.
Flashback off
__ADS_1
Ketika itu yulia memberanikan diri bertanya pada satya
Sat..cita cita kamu apa sih..~ yulia
Aku mau jadi seorang abdi negara yang bersenjata.~ satya
Wah keren sat..aku juga mau jadi ibu abdi negara..~ yulia sambil menutupi mukanya yang memerah karena malu.
Dia mengatakan itu di depan satya dengan pedenya. Tapi bukanlah satya namanya kalo dia tidak cuek. Melihat mimik satya saat pernyataan konyol yulia saja sudah membuatnya merinding. Yulia menatap satya sambil menelan salivanya.
Bisa bisanya dia tak merespon. Hanya tatapan bak elang yang ia tunjukkan. Ia benar benar sedih, malu dan campur aduk. Merasa ditolak berkali kali tapi bukanya semakin menciut perasaanya malah semakin besar.
Pada suatu ketika di depan sebuah sekolah terdapat segerombolan anak muda sedang berkumpul. Tanpa disadari sepasang sahabatnya sedang berboncengan mengendarai sepedanya lebih tepatnya mereka sedang bersepeda santai. Entah angin apa yang membawa mereka melewati jalan keramat yaitu jalan sekolah dimana satya sekolah disitu. Benar saja dari segerombolan anak muda ada satya di situ. Sedangkan yulia yang melihat sosok satya langsung lemas. Dia gemetar dan gugup. Tanpa sadar sepeda yang yulia kendarai oleng, dan menabrak pohon kelapa di pinggir jalan.
Dugggg....awwww...sakit yul..kamu kebangetan ya...benjol ini...suara teriakan ami yang menusuk telinga.
Bruggg....mereka jatuh berbarengan...
Kejadian itu tak lepas dari pandangan pemuda yang sedang bergerombol. Pengawasan mereka tak lepas dari pandangan satya. Bak mata elang satya memandang mereka tapi tetap dengan ekspresi datar.
__ADS_1
Sementara di sebelahnya ami dengan sorot mata menajam memandangi yulia. Melihat ami yang terlihat marah dan ingin mengamuk, yulia malah tertawa terbahak bahak...sementara ami yang tadinya kesal jadi ikut tertawa.
Kebangetan kamu yul...tega ih sama temen...masa temen dijedotin di pohon..~ ami
Maaf yul itu gara gara belakang kamu...~ yulia
Ami menutup mulutnya sambil meboleh ke belakang. Dan benar saja apa dugaan ami. Sahabatnya tak mungkin bertingkah konyol kalau tidak ada hubunganya dengan satya.
Ya elaahhh...yul...kamu jahat banget. Bukan hanya benjol tapi juga malu di liatin mereka..Kamu sungguh telah bertindak kekerasan padaku. Dasar teman gak ada akhlak..~ ami sambil mengerucutkan bibir.
Sementara yulia hanya senyum dan menggigit bibir bawahnya.
Maaf mi...yaudah deh...ntar aku traktir makan batagor ya...heheee..jangan marah donk..~ yulia dengan ekspresi memelasnya..
Sementara ami tak henti hentinya mengerutu sepanjang jalan. Bagaimana tidak hari ini adalah kejadian yang sangat memalukan. Bukan hanya terjadi benjol di kepala tapi malunya bukan main.....
Yuuuuliiiiiii......~ teriak ami sambil memukul mukup punggung yulia. Dia tidak bisa membayangkan apakah dia esok hari masih bisa menampakkan mukanya di depan satya.
Sementara yulia hanya pasrah mendengar ocehan sahabatnya itu. Ya begitulah warna warni persahabatan mereka. Walaupun mereka sering beradu mulut tetapi mereka akan saling memaafkan dan menganggap tidak ada hal buruk yang terjadi diantara mereka. Yanga ada persahabatan mereka semakin kokoh dan kuat. Dan tentunya seiring dengan perasaanya kepada satya..semakin kokoh...yulia tersenyum membayangkan wajah tampan satya tanpa menghiraukan ocehan ami yang menyakiti gendang telinganya..
__ADS_1
Sampai disini gimana friend...lanjut gak nih...author butuh dukungan ni...heheeewwwwww