
Semua yang terjadi adalah akibat tindakan yang kita ambil_Raisa
**
Chacha kembali dengan belanjaan yang berada di kedua tangannya saat aku baru menyelesaikan mandi setelah berenang tadi.
Ternyata kolam renang yang ada di dalam sini membuat aku menikmati pemandangan kota New York. Di tambah lagi nuansa malam hari membuat semua menjadi cantik.
"Baru selesai mandi?" Tanyanya.
"Hmmm... letakkan saja di dapur Cha, nanti aku rapikan. Kamu mandi saja dulu." Perintahku pada Chacha. Membuat aku langsung mengambil alih untuk merapikan kulkas dengan persediaan yang di beli oleh sahabatku.
Selesai menata ulang semuanya, aku memilih untuk memasak spagetti malam ini karena aku juga sudah terlalu lelah akibat penerbangan tadi di tambah lagi dengab efek jet lag.
"Sudah selesai Ra?" Tanya sahabatku saat ia keluar dengan pakaian barunya. Pakaian tidur yang begitu menggoda iman lelaki.
"Sudah, ayo makan malam. Karena besok kamu harus temani aku ke kafe Blue Sky."
"Ngapain?" Tanya Chacha yang mulai duduk di tempatnya sambil menikmati makan malam.
"Membicarakan kontrak model. Kamu taukan, aku itu model. Jadi kamu sebagai manajer wajib ikut!" Balasku.
"Hahaha... Ya pasti aku ikut, cuka kenapa secepat ini? Apa mereka kehabisan model?" Tanya Chacha.
"Entahlah. Lagian rezeki jangan di tolak Cha!" Tegurku dan dia malah tertawa. Membuat kami lebih memilih untuk menghabiskan makan nalam dan beristirahat dengan segera.
***
Keesokan harinya aku dan Chacha sudah rapi dengan dress yang kami gunakan untuk siang ini.
"Selfie dulu!"kata Chacha
Cekrek..
Cekrek..
Cekrek..
Setelah selfie aku dan Chacha segera turun. Kami menaiki taksi yang sudah menunggu di lobby.
"Kemana nona?" tanyanya
"Kafe XXX"
"Ra, lu duduk di depan ya,"ucap Chacha
__ADS_1
"Yaa Cha."balasku
Selama di perjalanan dia bertelpon ria entah dengan siapa, tapi sesekali menyebut kata "dia" dengan mengarah pandangan padaku.
"Sudah sampai nona,"katanya
"Baik pa, ini uangnya. Terima kasih."
Aku dan Chacha masuk kedalam kafe itu, ternyata semua perlengkapan pemotretan sudah siap disana.
"Nona Raisa mari ikut dengan saya. Tuan sudah menunggu anda."
Pria itu membawa aku dan Chacha ke meja yang sudah diisi oleh dua orang yang tak asing bagi media massa, dan juga dua wanita yang belum ku kenal.
"Silakan duduk, saya Daniel CEO di VS, kenalkan mereka Gigi, Barbara, Stella Fork, Alexa dan ah itu dia Cara " Bukan nama seseorang yang ada di bayangan kalian. Bukan. Mereka adalah senior yang sering kali aku lihat wajahnya terpampang di majalah-majalah. So, cukup membanggakan aku berada dan bergabung bersama artis ternama. Pasalnya aku tak pernah berpikiran untuk sampai ke sini.
"Silakan duduk."
Kami semua duduk dan tak lupa kami saling memperkenlakan diri. Setelah Daniel mengizinkan kami duduk.
"Kamu Chacha, adiknya Kirana kan?"tanya Alexa.
"Hehheh.. Ya kak." Balas Chacha kikuk.
"Okey girl karena ini project akhir tahun. Kami mau kalian semua menjadi model kami untuk empat bulan kedepan. Kalian siap?" Tanya Daniel
"Tenang akan ada bonus untuk kalian semua, asal kalian berjuang untuk VS Management! Aku tahu kalian semua orang-orang berbakat, jadi tunjukkan kemampuan kalian! Oke?"
"Oke!" Kami semua menjawab dengan serentak. Aku tak sabar dengan event akhir tahun. Seperti apa jadinya.
"Kapan mulai pemotretan Boss?" Tanya Barbara
"Hari ini. Kalian segera ganti baju! Kita akan adakan pengumuman kepada media."
Aku dan yang lain meninggalkan Daniel, Chacha dan manager lainnya untuk berganti pakaian. Wah, ternyata menjadi model memang sangat luar biasa.
***
"Mereka akan jadi model apa pak?" Tanya Chacha saat Raisa pergi untuk ganti pakaian bersama yang lain.
"Pakain dalam, apa Kirana ada disini?" Tanya Daniel.
"Kenapa nanya kakak saya? Jika boss suka sama dia, sayangnya boss telat dia sudah punya pasangan." Chacha menjawab dengan jujur karena bagaimanapun kejujuran lebih bagus untuk di utarakan segera.
"Hahahhaa... kamu lucu. Saya juga tau dia sudah memiliki pasangan, tapi kalau Raisa masih single kan?"
__ADS_1
"Astaga pak! Raisa akan tunangan dengan kakak sepupu saya, Rafael Ar-Rasyid. Jadi bapak mundur saja deh. Bapak tahu kan Rafael siapa?" Balas Chacha dingin. Wajar, Chacha sering melakukan ini demi sepupunya yang gila itu. Gila akan dendam yang belum tentu kebenarannya.
"Wah sayang sekali, padahal saya sudah mentargetkan dia untuk menjadi kekasih saya. Kalau kamu mau gak sama saya?" Ledek Daniel.
"Saya gak doyan yang tua!" Daniel tertawa sedangkan Chacha malah mendengus kesal akibat ulahnya.
'Jangan mentang - mentang dia jomblo seenaknya aja itu mulut bicara!' Pikir Chacha.
srettt....
Semua bilik ganti terbuka, menampilkan Raisa dan yang lain dengan pakaian yang begitu terbuka. Chacha mengumpat dalam hati. Jika sampai majalah nanti jatuh ketangan sepupunya, Chacha tidak tahu harus berkata apa lagi.
Cekrek...
Cekrek...
Cekrek..
Suara kamera terdengar memenuhi ruangan pemotreran. Satu persatu model menunjukkan keahlian mereka termasuk Raisa.
"Kenapa sainganku harus seorang Rafael?" Keluh Daniel pada Chacha.
"Mana saya tau. Mereka itu sepasang kekasih, jadi bapak awas aja ngerusak hubungan mereka! Saya yang pastikan bapak babak belur di tangan saya!" Ancam Chacha
"Yayaya... saya masih sayang dengan perusahaan saya." Daniel membalas tanpa menatap Chacha, karena yang di tatapnya saat ini adalah kontrak kerja sama antara dirinya dengan Raisa.
"Ini kontrak kerja Raisa, dia sudah tanda tangan tinggal anda sebagai managernya. Adakah yang akan di rubah?"
Chacha membaca semua persyaratan kontrak kerja dan berapa denda yang akan di bayar jika memutuskan kontrak kerjasama tersebut. Bahkan Chacha cukup bersyukur karena Raisa tidak mau menginginkan pemotretan pakaian dalam.
"Jadi Raisa tidak memilih pakaian dalam? Lalu kenapa sekarang dia melakukan itu?! Anda memainkan kontrak kerjasama?!" Omel Chacha
"Aish anak muda ini, tentu saja ini di luar dari kontrak yang di tanda tangani sahabat kamu. Lagian juga ini terakhir dan pertama dia melakukan ini. Toh dia lebih memilih dress dan baju tidur." Jelas Daniel pada Chacha.
"Bagus deh setidaknya saya gak bakal jadi kaleng-kaleng nanti. Karena sepupu saya itu kalau marah gak pandang orang." Balas Chacha.
"Dan awas aja bapak nyuruh dia buat pakai pakaian dalam! Saat itu juga saya yakin bapak akan menyesal"
"Malah saya menunggu Raisa memakai itu lagi, saya penasaran apa yang akan di lakukan seorang Ar-Rasyid." Tantang Daniel.
"Ya.. Saat perusahaan anda bermasalah saya tidak akan membantu anda!" Benar, Chacha mana mungkin berani dengan sepupunya.
"Kalian kenapa tegang gitu?" Tanya Raisa yang sudah berganti pakaian.
"Gak kok. Kalau gitu kami duluan ya boss! Karena kami mau mengurusi masalah kuliah." Pamit Chacha sambil menarik tangan Raisa.
__ADS_1
"Siap. Ingat! setiap weekend jadwal kamu pemotretan!" Teriak Daniel yang dibalas dengan anggukan oleh kedua wanita cantik yang keluar dari lokasi pemotretan tersebut.
💗💗💗