
Esok hari nya...bangun tidur aku langsung cuci muka,sikat gigi lalu mengeluarkan dan mencoba menaiki sepeda yang kami dapat kan semalam...
dan juga hari ini hari minggu... aku berteriak...
Ibuuu.....aku akan pergi main sepeda lalu pergi kerumah teman memanggil mereka untuk bersepeda bersama...
vista, yoyo, siska, hendra kami berkeliling sekitar rumah dan sekolahan..
kebetulan jalan di sekolah baru saja di aspal dan sedikit penurunan jadi sangat asyik bersepeda kebut-kebutan....
aku ingat sepeda ku lebih besar dari tubuhku, ukuran 26" hahaha bayangkan saja aku menaiki sepeda tapi tidak bisa mendudukinya karna tidak sampai bila aku duduk kakinya tidak bisa mengayuh pedal sepedanya.
saking beraninya aku membonceng vista awalnya berjalan lancar, setelah bersenang-senang tiba-tiba sepeda oleng dan aku tanpa sadar ingin menghentikan sepeda denganbrem depan.... Aaahhhgggggg sakitnyaaaaaa kami berdua terjatuh ke selokan dengan tangan kaki terluka dan juga bagian ************ sakit tersentak dengan batang sepeda...kondisi sepeda baru yang aku gunakan Rem nya patah dan hanya lecet batang sepedanya saja.
karna sakitnya aku sudah tidak rahan lagi dan kami pun bergegas pulang...aku mengiring sepeda ku karna aku tidak bisa menaikinya saat ini... sampai dirumah aku melihat ibuku sedang menyapu halaman dan aku takut di marahi karena merusak sepeda.
tapi aku coba berani...
ibuu...aku pulang... tapi bu aku baru saja terjatuh dan sepedaku rem nya patah dan rusak... bu aku minta maaf.
ibuku bilang kok bisa jatuh kamu ngebut yah bawak sepedanya terus ada yang luka gak biar segera di obati....lalu ibuku membersihkan luka ku dan memberi betadin agak tidak infeksi.
lega nya aku kira aku bakalab di marahi dan di larang main sepeda lagi.
__ADS_1
Lalu aku pun disuruh sarapan dan di nasehati lain kali jangan main sepeda kebut-kebutan dan lihat motor jangan sampai nanti tertabrak motor karena itu berbahaya.
aku hanya menjawab Baiklah bu... terima kasih.
Aku yang tidak pernah lelah bermain mengajak adikku untuk ikut bermain tapi adik ku itu sangat lambat jadi sangat jarang untuk mengajaknya bermain.
Bapak tiri...Apakah seperti kata orang.. baru-baru emang baik nanti kalo sudah kenal lama baru tau sikap dan sifat aslinya..
tapi bapak tiriku sangat rajin bekerja, tidak terlalu banyak omong, tidak pemarah, dan juga berbicara dengan nada rendah.
Dan ibuku mengajarkan agar aku lebih sopan karena ayah sudah tak peduli maka jadilah anak yang tau diri akan keadaan jangan menyusahkan.
Aku dan adikku sedari kecil sudah mengetahui siapa ayah kandung kami maka tak ada rasa lain ataupun kami merasa tertekan atau pun ganguan lainnya yangvdi sebabkan oleh perceraian orang tua iami...
__ADS_1
Akan ada suatu masa kami akan membuktikan kepada ayah kandung kami bahwa kami tanpa nafkah dari dia juga bisa hidup dengan jerih payah ibuku..
Aku sama seperti anak biasa dan juga teman-teman ku tau kalo aku punya bapak tiri dan juga untungnya enggak ada yang bully kalo aku punya bapak tiri.
Dan lambat laun pun aku terbiasa memanggil,bergurau ataupun meminta uang untuk jajan....dan melalukan banyak hal yg di suruh oleh nya.
Tapi kami tidak pernah di bedakan dalam keluarga nya meskipun kami adalah anak tirinya....perlakuan mereka sangat hangat dan kami sangat menyukai mereka keluarga baak tiriku.
Namun terkadang aku sedikit merindukan sosok ayah kandung ku... tapi kami tidak pernah berjumpa setelah hari terakhir itu... aku juga tidak tau bagaimana kabar nya apakah dia sudah menikah lagi juga...
Ayah... apa kau memikirkan kami anak mu...
__ADS_1