
Pagi hari dimana semua orang melakukan aktifitas nya tidak ketinggalan dengan senja dan ragita yang sedang siap siap berangkat ke tempat tujuan setelah sarapan pagi dan mengenakan pakaian
Senja dan ragita sedang berjalan menuju sekolah SMAN 7 pelita untuk mengantar mika yang akan sekolah, saat di perjalanan ragita dan senja hanya diam tidak bersuara di dalam mobil yang sederhana itu
Hingga hening pun pecah saat ragita tersadar atas apa yang putri nya pegang ragita agak heran lalu diapun bertanya
"Itu baju siapa nak?"
Senjaa yang terkejut pun langsung menyembunyikan baju tersebut
"Bu bukan ma itu baju ganti senja"
Ragita curiga akan tingkah laku anak nya ia sangat menghafal betul tingkah anak nya saat sedang berbohong, tidak lain wajah nya akan berkeringat dan bicara nya yang gugup
"Kok baju kemeja cowok"
"..."
"Ngaku aja deh sayang itu baju nya siapa"
Lalu senja menceritakan semua kejadian yang dialami nya kemarin tanpa ketinggalan satu kata pun
"Mmm dia kan udah bilang kalo baju nya di suruh buang aja, kenapa kamu cuci sayang"
"Ini sebagai permintaan maaf aku ke dia ma"
"Mama tau betul sifat dia itu, enggak suka di bantah, lebih baik kalo kamu buang atau kamu apa kan, tapi jangan sampai nampak atau kasih ke dia"
"Maaf ma bukan senja bantah tapi dia itu orang nya aneh, atau bisa dibilang suka cari masalah"
"Mmm yaudah deh mama dengar ulasan kamu"
•••¶¶¶•••
Saat jam istirahat adalah saat dimana siswa dan siswi di kelas menuju ke kantin untuk membeli makanan, tetapi sangat beda dengan lili yang selalu berdiam diri dikelas hal itu membuat rasa aneh yang dimiliki senja pun bertambah "kenapa dia suka berdiam diri" Batin senja
Senja mengajak lili untuk memberikan baju kemeja angkasa yang sudah bersih tetapi karena hal itu lili menjawab bahwa ia sedang mager untuk berjalan yang di sebabkan ia pms
Lalu lania dan geng cabe nya pun lewat dan lania mendapati seorang 1 wanita cupu dan 1 wanita ****** ya siapa lagi kalau bukan senja dan lili
Lania sempat mendengar percakapan mereka tentang memberikan baju arga lalu ia berpikir
"Kesempatan bagus buat gw" Batin lania
Lalu senja yang memiliki perasaan aneh akan perkataan mama
"
Bener juga sih kata mama bajunya itu enggak usah di kembaliin aja"
Karena berpikiran dengan batin nya, senja memutuskan untuk tidak memberikan kembali baju nya tersebut
Lalu disisi lain lania dan geng nya berjalan ke arah senja dan menarik baju tersebut
"Eh lania kembaliin baju nya bang angkasa"
"Berapa kali harus gw bilang panggil gw ratu"
"Ratu kembaliin baju nya bang angkasa"
__ADS_1
"Biar gw bantu buat kembaliin baju nya angkasaa, gimana? "
"Enggak usah jangan di kembaliin, dia kemarin sempat bilang kalo baju ini Di suruh buang aja"
"Oh ya emangnya gw pikirin" Jeda "bilang aja kalo itu akal pikiran lo yang jorok buat ngejauhin gw dengan angkasa"
Lili yang sedang membaca buku pun agak terganggu dan dia membatin
"Dasar lania veresta bisa bisa dia ganggu temen gw, sampe kapan sih gw harus bertahan kek gini"
"Udah ah ayo pergi" ajak lania dan gengnya
Setelah lania pergi senja pun menggelengkan kepala nya
Setelah itu senja izin kepada lili untuk ke kantin karena merasa perutnya yang keroncongan
"Lili kamu mau apa?" Tanya senja kepada lili
"Mmm aku enggak punya uang ja, aku enggak mau makan, soal nya aku bawa bekal"
"aku beliin mie aja kali ya kayak kemarin, kan kamu sukanya mie"
"Yaudah deh makasih ya ja"
"sama-sama"
Setelah senja pergi yang dipastikan oleh lili dia sendirian di kelas, lili mengeluarkan ponsel mewahnya berlogo apel dibelakang nya dengan 3 kamera yang dipastikan itu adalah HP i phone x 11 pro
"Drrt" Getaran pada HP lili pun berbunyi dan itu adalah panggilan telepon dari seseorang
"Iya ada apa bang" Tanya lili yang sedang menelpon seseorang
"Sekarang?" Tanya lili kepada abangnya
"Besok, ya sekarang lah"
"Tapi lili bikin alasan pms sama senja enggak enak kalo dia nemu lili enggak di kelas"
"Kasih alasan kamu sakit perut kan bisa"
"Yaudah deh bang, sekarang"
"Oh ya kamu izin juga sama guru bilang nya kalo kamu demam, terus wajah kamu kamu buat polos polos pucat ok, main drama kali"
"Jadi bolos gitu"
"Adek gw kapan pinternya sih, dek kalo bolos itu enggak kasih tau guru, ini kita kan izin sma guru, aduh **** kok dipelihara"
"Emangnya ada apa sih, kok kayak keburu gitu"
"Cepetan atau gw yang jemput lo kedalam, ingat lo harus bikin drama" ancam abang lili
"Iya tapi gi____"
"Tut tut tut" Sambungan telepon terputus
Lalu lili memiliki ide, ide nya adalah bagaimana ia akan membuat seluruh wajahnya pucat ia juga akan mengenakan beberapa makeup yang membuat seluruh wajahnya pucat, mulai dari bedak nya yang ditaburkan ke bibir, alis nya yang di padat kan dengan bedak, dan matanya yang dibuat seperti mengantuk, setelah lili melakukan itu semua, tiba tiba senja datang dengan membawa 2 buah pop mie seperti biasa
Lili berpura pura tertidur pulas dengan muka pucat yang di buat buat, senja yang melihat pun sontak kaget dengan keadaan lili yang pucat dan lemah
__ADS_1
"Lili, lili" Histeris mika
"I-iya mik" Suara lili yang serak hasil buatannya pun membuat senja lebih kaget
"Kamu kenapa lili?" Tanya senja
"Uhuk uhuk, sebenarnya hari ini aku kurang sehat tapi aku terpaksa sekolah, demi enggak ketinggalan pelajaran"
"Aduh kita ke UKS yuk"
"Enggak usah aja senja aku pengen pulang aja"
"Yaudah kita izin sama guru dulu" Lili mengangguk menyetujui
Setelah izin dengan guru senja berniat untuk mengantar lili menggunakan angkot sampai kerumah, tapi itu semua tidak terjadi karena lili mengatakan ia akan pulang seorang diri, tetapi itu membuat senjaa akan lebih khawatir
"Lili biar aku aja yang antar"
"Senja aku yakin banget kamu tu teman baik aku, kalo kamu emang benar sahabat baik aku please aku mau jalan sendiri, aku enggak pengen ngerepotin kamu"
Sebentar sebentar apa yang di katakan lili itu benar sahabat? Oh senja sangat tersentuh
"Mmm O, ok tapi kamu harus hati hati, ingat lili kalo kamu enggak kuat sekolah kamu enggak usah maksa buat sekolah, kalo masalah pelajaran biar aku yang ngajarin kamu, kamu harus nya sehat sehat aja, kalo kamu udah bener bener sembuh kamu baru pergi sekolah ok" Lili mengangguk meng iya iya kan.
Lalu senja masih setia untuk melihat lili yang sedang berjalan di samping jalanan, ia menunggu lili sampai hilang tubuhnya di mata seorang senja, sedangkan lili di sisi lain ia senang karena ia lolos dan bisa melakukan tugasnya, saat sedang berjalan lili pun membatin
"Jarang banget ketemu orang kayak dia, baru beberapa hari berteman aja udah khawatir nya bagaikan sahabat terbaik, dia enggak pernah ngeliat temannya dari fisik atau pun harta, gw janji, senja lo akan seneng setelah ngalamin ini semua, gw bakal buat semua orang yang udah pernah ngerendahin lo dan gw, mereka bakal sujud di telapak kaki gw dan lo, karena setelah penyamaran ini selesai mereka bakal tau siapa gw sebenarnya"
Saat sadar sudah berjalan agak jauh ia melihat kebelakang dan ia tidak mendapati senja yang sedang melihatnya, lili pun masuk ke salah satu mesjid terdekat untuk menghapus make up nya,
Selesai lili menghapus makeup lili pun menelpon abang nya
"Woi bang"
"Assalamu'alaikum dulu napa"
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh abang ku tersayang vero wiratama" Kesal lili dengan mengatakan salam sepenuhnya dan menyebutkan nama lengkap nya
"Waalaikumsalam my baby lili wiratama, adek yang aneh sedunia"
"Woi bang enggak usah banyak bacot, sekarang jemput gw di mesjid, gw tunggu di depan____"
"Mau taubat lo dek, alhamdulillah adek gw akhirnya tau__"
"Woi bang lo denger gak, habis suara gw bicara sama lo, kenapa ya gw punya abang kayak____"
"Tut tut tut" Sambungan telepon terputus, itu adalah kebiasaan dari seorang vero wiratama yang tidak suka mendengar bacotan yang tidak jelas dari manusia aneh mau itu adik teman atau pun papa nya
"eh si abang main matiin aja" repet lili
•••¶¶¶•••
Si lili orang kaya ya, enggak nyangka gw, lili tu misterius ya, kayaknya cerita kedepannya makin enak aja.
Si lili tu sebenarnya mau ngapain sih?, otak aku aja lagi mikirin si lili mau ngapain, enggak papa mimpiin dulu baru aku update
Thanks buat vote, komen sama readers nya, komen dan vote nya itu sangat berarti loh buat motivasi aku sebagai penulis
Update setiap hari!
__ADS_1