Ketulusan Cinta Khadijah

Ketulusan Cinta Khadijah
rasa iba


__ADS_3

adzan magrib berkumandang,khadijah gelisah karena dari tadi sore belum ada angkot satupun yang lewat.ingin memesan okek online dia tidak memiliki hp.akhirnya dia memutuskan untuk solat magrib terlebih dahulu.dan beruntungnya setelah selesai solat angkot datang dan khadijah bergegas masuk dan mendudukan tubuhnya.


sementara reyhan yang baru masuk ke apartemennya terheran kenapa dimeja makan tidak ada makanan.apa khadijah belum pulang?pikiran reyhan bertanya tanya.


reyhan nergegas dan memasuki kamar dan membersihkan diri.


setelah selesai mandi reyhan duduk di ruang tamu sambil sesekali memperhatikan pintu masuk.entah mengapa dia merasa sedang menunggu khadijah pulang.tapi reyhan selalu menepis pikiran yang tak seharusnya dipikirkan.


ceklek...


suara pintu terbuka diiringi tubuh mungil khadijah yang masuk kedalam apartemennya.


"dari mana saja kau?jangan macam macam ya,jangan mencoba bermain dibelakangku, awas saja kalau kau macam macam"bentak reyhan


khadijah yang kaget dengan bentakan suaminya langsung tertunduk

__ADS_1


"ma-maaf tuan saya terlambat pulang karena angkot yang tak kunjung lewat"


"terserah"jawab reyhan.


khadijah pergi melewati reyhan yang tengah duduk dengan sedikit membungkukan badannya.reyhan sedikit mencuri curi pandang pada tangan khadijah yang diinjak angel tadi siang.


"bengkak dan merah,apa dia gadis bodoh tidak mengobati lukanya"guman reyhan dalam hati.


sejujurnya reyhan merasa iba pada khadijah,entah mengapa rasa iba itu muncul pada dirinya disaat angel menciumnya tadi siang reyhan tidak begitu fokus dan memikirkan khadijah.tapi reyhan seolah menolak dan memungkiri perasaan itu


khadijah yang telah membersihkan diri langsung mengompres luka ditangannya yang sudah sedikit membengkak.


"maaf tuan,ada yang bisa saya bantu,atau anda ingin saya masakkan."dengan senyum yang mengembang di bibirnya khadijah semangat bertanya pada suaminya.berharap suaminya membutuhkannya.


reyhan mengernyit heran,reyhan melemparkan sebuah salep pada khadijah dan dengan reflek khadijah menangkapnya.

__ADS_1


"obati lukamu biar cepat sembuh,aku tidak mau ibi beranggapan aku tidak mengurusmu dan menyiksamu"ucap reyhan dan berlalu meninggalkan khadijah yang masih terdiam.


sungguh miris pikir khadijah,berharap suaminya membutuhkannya meskipun hanya untuk membuatkan kopi ataupun memasak sesuatu untuknya.setidaknya dia bisa sedikit berbakti pada suaminya.khadijah menutup pintu dan merebahkan dirinya di kasur.


"dirimu harus sadar diri khadijah,dirimu hanya istrinya selama 3 bulan,istri diatas kertas yang tak pantas mengharapkan cinta pada suamimu,"khadijah berbicara sendiri dan tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi putihnya.


02.00 dini hari.


reyhan terbangun karena tenggorokannya kering,dia bangun dan menoleh ke meja sebelah ranjangnya,ternyata dia lupa mengambil air tadi malam.dengan malas reyhan beranjak dari tempat tidur menuju dapur.


tenggorokan reyhan sudah segar sesaat setelah reyhan meminum air.saat reyhan ingin kembali ke kamar reyhan mendengar suara dari kamar khadijah.tanpa sadar reyhan melangkah mendekati pintu kamar khadijah yang letaknya bersebelahan dengan dapur.


deg


hati reyhan bergetar,dia mendengar khadijah dibalik kamarnya sedang melantunkan ayat suci Al quran.hatinya terasa tenang dan dingin.lantunan ayat suci yang sayup sayup terdengar ditengah malam membuat hati reyhan berdesir,ditambah dengan suara merdu khadijah saat melantunkannya.

__ADS_1


pertama kalinya reyhan merasakan perasaan seperti ini.


"sungguh wanita yang shaliha"gumannya


__ADS_2