
sementara di apartemen 2 manusia sibuk dengan urusannya sendiri2.khadijah tau setiap akhir pekan reyhan tidak pulang entah kemana dan pulang keesokan harinya di waktu larut malam.
setelah khadijah solat subuh memang sengaja dia tidak memasak sarapan karena percuma reyhan tidak ada dirumah,jadi dia memutuskan untuk mencuci baju mengingat cuciannya yang banyak menumpuk sudah beberapa hari.
tanpa khadijah tau ternyata reyhan sekarang berada di apartemen,entah kenapa dia enggan sekali keluar meskipun angel sudah mengajaknya puluhan kali.setelah membersihkan diri reyhan keluar kamar dan menuju dapur.
"tumben tidak ada makanan,apa gadis itu belum bangun,terserah aku gak peduli"reyhan berbicara sendiri dan sedikit melirik pintu kamar khadijah.
sudah 1 jam reyhan duduk didepan tv,tapi tidak ada tanda tanda kemunculan khadijah,pikirannya bergejolak,penasaran apa yang dilakukan gadis itu hingga tidak keluar kamar hingga siang ini.
"apa dia sakit,apa gadis itu bodoh jam segini belum sarapan"pertanyaan pertanyaan yang berkecambuk didalam pikirannya.
__ADS_1
saat hendak berdiri ingin melihat khadijah,tiba tiba suara pintu dibuka terdengar.keluarlah khadijah dengan rambut basah panjang sepunggung,memakai daster sepaha dan lengan terbuka,tak lupa dengan tergesa gesa dia membawa ember cucian yang lumayan berat,tidak peduli dan tidak tau kalau reyhan ada disana karena khadijah sudah terbiasa jika akhir pekan pasti tidak ada tuannya.khadijah sedikit berlari menuju balkon untuk menjemur bajunya.
sedangkan reyhan tertegun melihat pemandangan yang indah yang baru dia lihat.
tubuh khadijah yang putih mulus,paha yang terekspos,sungguh membuat reyhan menggila,hawa panas ditubuhnya dan keringat yang keluar dengan sendirinya,sungguh ini pertama kalinya reyhan merasakan seperti ini,dan baru pertama kali melihat khadijah tanpa mengenakan hijab dan berpakaian yang memperlihatkan keindahan tubuhnya.sungguh hatinya berdesir tapi dia berusaha mengelak.
khadijah yang telah selesai menjemur pakaiannya masuk kedalam dan betapa kagetnya khadijah melihat reyhan yang duduk membelakanginya,dan tanpa sengaja menjatuhkan timba yang dibawanya.
"tu-tuan mulai kapan anda disitu"sungguh khadijah terkejut,detak jantungnya 2 kali lebih cepat,sungguh memalukan dengan keadaan seperti ini.
reyhan yang terkejut langsung menoleh
__ADS_1
"memangnya kenapa,inikan rumahku,sadarlah disini kau yang menumpang"sungguh reyhan tak ingin berkata seperti itu,tapi entah mengapa kata kata itu terucap dengan sendirinya,seakan berusaha menguasai dirinya yang sedari tadi berdebar debar.
mendengat perkataan pedas dari suaminya,khadijah langsung menundukan wajahnya,rasa malu yang tadi melanda seakan hilang,tergantikan dengan perasaan sakit hati dengan perkataan suaminya.raut muka khadijah yang berubah sedih jelas sekali di mata reyhan,entah mengapa dia merasa sedikit bersalah padanya.
"apa tuan ingin aku masakkan?"khadijah memberanikan diri bertanya,setelah sedikit berdamai dengan hatinya,dia seakan melupakan sakit hatinya.
"masaklah"ucap reyhan dengan ketus
wajah khadijah langsung senang,saking senangnya sampai wajahnya bersemu merah,entah kenapa hanya satu kata dari suaminya bisa membuat hatinya senang.
"tunggulah sebentar tuan aku akan masakkan"khadijah tersenyum tulus dan segera masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju dan memasak sarapan untuk suaminya.sungguh khadijah sangat senang,karena ini pertama kalinya khadijah melayani suaminya,dan merasa dianggap sebagai istri hanya dengan memasak untuk suaminya.
__ADS_1
"sungguh gadis yang aneh,hal sekecil ini bisa membuatnya senang"guman reyhan