
Pagi hari yang cerah pun tiba tp hati sang ayah muda masih terasa mendung. Ketika pagi itu drama pun di mulai. Sang istri mencoba menyiapkan makanan, entah kenapa ia merasa makanan tak sesuai seleranya sungguh beda dari biasanya, sang istri berkata dalam hati "mungkin ini sifat aslinya". Sungguh hari yang kelabu. Haripun telah berlalu semakin hari kelakuan suami sungguh tak masuk akal. Setiap kali dia bisa marah, kemarahan yang tak terduga dengan alasan yang tak masuk akal. Sebenarnya kisah ini banyak dialami sepasang suami istri. Dimana ketika manginginkan wanita yang ia idam-idamkan dengan berbagai cara dan ketika ia dapat kan di sia-sia, apalagi setelah si wanita punya anak. Pria akan memperlakukan seenaknya karena menganngap wanita tersebut tidak berharga lagi.
Sang suami tidak hanyak melontarkan kata-kata yang miris,tp terkadang barang-barang rumah yang tak berdosa jadi korban. Sang istri mencoba mencari tau kenapa suaminya bisa berubah 180 derajat. Setelah berbulan-bulan akhirnya ia tau bahwa sang suami mempunyai luka batin saat kecil. Setiap ia marah ia selalu lakukan dengan bangga dan berkata ayahku dulu juga seperti ini kepada aku dan ibuku. Luka batin yang ia pun tak sadari bahwa satria putranya kelak akan menirunya. Hati sinta berkecamuk sampai kapan lingkaran setan itu berakhir. Sinta takut kelak sang anak akan mengikuti tingkah ayahnya.