
Tahun kian bertambah lagi kini satria sudah berusia tiga belas tahun. Satria yang remaja sungguh brutal melebihi ayah nya. Satria remaja tidak mendapatkan kasih sayang sang ayah satria remaja korban pelampiasan dendam masa kecil sang ayah. Sang ibu hanya bisa sabar dan berdoa untuk putra kesayangannya. Sang ibu pun juga berdoa agar suaminya sadar bahwa sebagai seorang ayah hendaklah ia berdiri di kiblat yang benar. Suatu ketika satria remaja pulang dari sekolah karena terlalu capek ia pulang dengan membanting pintu rumah, melemparkan sepatu, baju, dan tasnya. Hal tersebut sebenarnya rutinitas satria sungguh kebiasaan buruk dari ayah terwariskan. Sang ibu hanya bisa sabar dan tak henti-hentinya menasehati satria. ironisnya Sang ayah masih belum menyadari kesalahannya. Ia hanya bisa menghukum putra dan istrinya.
__ADS_1
SHari raya pun tiba, tiba saat berkumpul bersama satria pun bertemu dengan kakek nya. Sang kakek terheran ketika melihat cucunya dia seperti melihat masa mudanya yang brutal. Ia lalu memandangi cucunya dan menangis. Dalam hati kakek tua itu berkata cucu yang ia sayang i kenapa harus memiliki watak yg keras dan kasar. Sang kakek pun menghampiri ibu satria. Dia bertanya segala hal, menantunya menceritakan dengan deraian air mata semua yang ia alami. Dengan berlinang air mata kakek itu minta maaf kepada putra. Ia berkata", anakku sayang mungkin umur papa tak lama lagi maaf kan kesalahan papa kepadamu nak". Papa lupa kiblatmu itu papa, panutanmu itu papa, pedoman dan semua yang bakal kamu contoh itu papa karena kamu anak laki-laki. Tak sang kakek meminta maaf pada satria, sungguh suasana yang mengharukan. Akhirnya arjunapun sadar dan minta maaf pada istri dan anaknya. Ia pun berjanji akan berubah menjadi ayah yang benar agar anaknya kelak dapat berdiri di kiblat yang benar. Satria pun mengikuti minta maaf pada ayah, ibu dan kakeknya serta berjanji akan menjadi anak yang baik dan membanggakan orang tua, keluarga besar, bangsa dan negara. Sungguh suasana yang penuh haru.
__ADS_1
Terkadang kita lupa anak itu titipan dari sang pencipta. Sebaiknya anak itu kita jaga jadikan dia teman, contoh kan yang baik-baik padanya. Jadikan dia tempat ibadah mu tanpa pamrih. Cetak lah generasi yang hebat dengan cara yang hebat. Sertakan sang pencipta dalam setiap langkah. Tulus dan ikhlas lah dalam menjaga titipan dan amanah mu.
__ADS_1