
Saat ini Kiera dan Calista sedang menurun kan makanan nya dengan berjalan santai berkeliling mall tersebut.
Apapun yang menarik perhatian mereka entah itu akan di pakai atau tidak mereka akan membeli nya.
Karena kepuasan setiap orang berbeda-beda termasuk Kiera dan juga Calista.
Karena sedari kecil mereka sudah menjadi anak sultan jadi apapun yang mereka ingin kan, apapun yang mereka mau, apapun yang menarik perhatian mereka tanpa berpikir ini dan itu, tanpa harus memikirkan mahal atau tidak, tanpa memikir kan uang dan sebagai nya mereka akan langsung mengambil nya.
Tidak peduli dengan pendapat orang lain, tidak perduli mereka semua akan menilai mereka dengan bagaimana mereka ber dua tidak akan peduli
Telinga mereka sudah kebal dengan itu semua.
Lagian apa yang harus mereka ribet kan toh mereka tidak makan dengan mereka, tidak meminta uang dengan mereka, tidak pernah mengusik mereka.
Karena Kiera dan Calista yakin orang yang menilai mereka jelek hanya karena mereka merasa iri dengan kehidupan mereka.
Itu adalah salah satu pelampiasan mereka.
Seperti hal nya saat ini.
Banyak yang bisik bisik tentang Kiera karena Kiera tidak peduli dengan harga yang akan ia beli, bukan hanya satu yang Kiera beli, jika i suka maka semua warna akan ia beli tanpa harus banyak ca ci cu.
Tapi itu malah membuat orang yang berada di sekitar nya merasa jengkel dan Kiera tidak paham dengan pemikiran mereka semua.
Banyak orang yang berpikir tidak tidak tentang Kiera.
''Aku rasa dia simpanan om om,''
''Aku rasa juga begitu mau dapat dari mana uang sebanyak itu,''
''Itu sangat tidak masuk akal,''
''Cantik sih tapi murah,''
''Anak zaman sekarang emang suka jalan pintas,''
''Entah itu benar atau tidak,''
''Mereka hanya menginginkan hal yang enak,''
''Tidak perlu bekerja keras,''
''Entah itu dosa atau bukan,''
''Anak zaman sekarang mah tidak akan peduli dengan itu,''
__ADS_1
''Kasihan ya dia cantik tapi dia terjerumus dalam hal yang tidak baik,''
''Moga-moga anak anak ku keturunan kita semua di jauh kan dari hal yang begituan,''
Dan masih banyak lagi hal lagi tentang Kiera tanpa mereka tahu yang sebenar nya.
Tapi Kiera tidak peduli.
Di lain sisi Calista juga mendapatkan perlakuan yang sama, mereka semua berbicara hal yang tidak masuk akal.
Tapi Calista masa bodoh dengan itu.
''Terus lah menggong ging sampai tenggorokan kalian sakit, jangan berhenti jika kalian belum puas, anggap saja kalian semua sedang menghapus dosa-dosa ku, aku akan sangat di untung kan untuk itu,'' jawab Calista santai.
Dan itu membuat mereka semua meradang.
''Dasar tidak sopan,''
''Kamu kira kamu siapa sampai berani mengatakan hal-hal seperti itu pada kita,'' ucap salah satu dari mereka dengan songong.
''Kamu kira kamu siapa bisa membicarakan aku se enak nya saja, orang kampung kok sok sok an,'' jawab Calista memancing.
''Kalau iri bilang bos,'' lanjut nya dengan sombong.
Dan Calista melakukan nya saat ini.
Dia memberikan pelajaran pada mereka, dan agar kedepan nya mereka bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, tidak lagi semena mena dengan orang yang berada di atas mereka, tidak perlu membenci orang yang berada di atas kita, karena nasib sudah ada yang mengatur, takdir kita pun sudah di catat, yang perlu kita lakukan saat ini adalah ber syukur dengan apa yang kita punya.
''Kecil kecil belagu,'' jawab salah satu dari mereka.
''Wow berani nya keroyokan 4 lawan 1 oke tidak masalah, kamu jual aku beli,'' jawab Calista.
''Apa yang kalian tunjuk kan untuk melawan ku, uang?' tanya Calista mengejek mereka ber 4.
'' Kalian tindak akan bisa menandingi ku,'' jawab Calista.
''Kalian tahu kenapa aku mengatakan seperti itu, karena sudah jelas kalian hanya ingin numpang foto di sini, tidak berniat untuk memberi apapun,'' ucap Calista dengan sengaja.
Tujuan nya saat ini adalah menguras semua uang mereka agar mereka semua jera.
''Penampilan kalian aja udah kayak badut yakin mampu membeli barang-barang branded di dini,?'' tanya Calista.
''Kamu kira hanya kamu yang mampu membeli barang-barang branded di sini, perempuan murahan kok sombong,'' ucap salah satu dari mereka dan seperti nya orang itu adalah orang yang paling berada di antara mereka ber empat.
''Yakin banget kamu bisa membeli barang-barang di sini,'' jawab Calista.
__ADS_1
''Kamu tahu nggak harga nya barang barang di sini adalah jutaan yakin mampu,'' jawab Calista.
''Belanja segitu aja sombong,'' jawab nya
Di sini mereka sudah seperti cacing kepanasan.
Karena apa yang di kata kan oleh Calista benar ada nya.
Mereka pergi ke mall tersebut hanya untuk ber foto untuk di pamer kan di sosial media mereka masing masing.
Tapi di sini mereka tidak bisa mundur karena sudah kepalang malu.
''Kalau begitu mari kita belanja bareng kalian berempat aku sendirian, kita buktikan siapa yang benar benar sultan jangan hanya bacot,'' ucap Calista dingin.
Kesabaran Mentari sudah menipis.
Dan tanpa pikir panjang mereka ber empat setuju.
''Dan sebagai pemenang nya ia boleh mengekspose lawan nya di media sosial dan orang yang kalah tidak boleh tidak mau, itu lah peraturan permainan nya,'' ucap Calista penuh dengan kelicikan.
''Kita setuju,'' jawab nya tanpa pikir panjang apa yang akan mereka alami setelah ini.
'' Bagus, sekarang mari kita mulai,'' ucap Calista.
''Dasar bodoh,'' batin Calista.
Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.
Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.
Aamiin.
Selamat menunai kan ibadah puasa bestie.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
__ADS_1