
Ruangan itu sepenuhnya putih. Setiap hal yang ada didalamnya hanya memiliki satu warna, membuat Ran sebagai satu-satunya mahluk yang merusak keseragaman warna di ruang itu. Sejauh ia bisa melihat, ruangan itu seakan tak berujung, memanjang tak terjangkau bagai ilusi optik.
Hmmm, mungkin ini Surga? Cih, dibanding Neraka sebelumnya, bukankah ini terlalu sederhana???
Tapi baru selesai ia berpikir, berbagai hal yang terlintas dalam otaknya muncul dari ketiadaan, membentuk ruang konkret yang mirip dengan ruangan kantin tempat ia berada sebelumnya. Hanya saja warna yang ada tak berubah, putih.
Owh, keren juga. Apa ini sebenarnya??!
Namun tiba-tiba saja suara datang dari arah belakangnya, namun bahkan Ran tak mampu membedakan apa tepatnya mahluk yang memiliki suara ini ketika keberadaan yang menyambutnya ternyata sangat mengejutkan..
"Selamat datang di ruang dimensi, Hoster."
Sosok itu bahkan tak memiliki bentuk yang jelas dan berubah-berubah dengan sangat cepat. Dari berbagai jenis mahluk hidup dan tanaman, nampaknya sosok itu tak memiliki bentuk sama sekali, atau mungkin malah ia memiliki semua jenis bentuk?
"Wow...apakah kamu Tuhan?" bisik Ran perlahan.
"Bukan."
"Lalu?" sahut Ran lagi. Rasa penasaran berkembang makin besar dalam hatinya. Jangankan bentuk, suara entitas ini bahkan seakan memiliki berbagai gender dan beragam suara yang ada di dunia.
"Pertanyaan Hoster tidak baku.Silahkan ajukan pertanyaan yang lebih spesifik."
"Kita dimana? Kamu ini apa? Apa maksudnya ini semua?" tanya Ran dalam satu nafas. Cara mahluk ini membalas percakapan mirip dengan sesuatu yang terus terdengar sesaat sebelum kematiannya.
Sialan, ini semua makin tak terkendali... Nampaknya aku butuh duduk dan minuman yang agak keras...
Tapi belum selesai pikiran yang terlintas, ruangan kosong tempat Ran berdiri mulai berfluktuasi dan memunculkan materi, menuntun posisi berdirinya ke dalam posisi duduk. Fluktuasi itu berlanjut hingga Ran sudah berpindah posisi dan duduk di sebuah kursi berlengan yang nyaman, bahkan tanpa ia bergerak sedikitpun. Meja yang seragam muncul di depannya dari ketiadaan, tapi meja itu kosong.
__ADS_1
"Makanan dan minuman dapat diwujudkan, tapi tak bisa dikonsumsi di ruang dimensi. Tidak ada fungsi tambahan, tak berguna."
Ehh??!
"Menjawab Hoster, saat ini kita diruang dimensi. Aku adalah sistem operasi tingkat lanjut dari Super Computer. Pertanyaan ketiga tidak terjawab, silahkan ajukan pertanyaan yang spesifik."
Nada statis yang muncul itu benar-benar terasa akrab, tapi mahluk ini nampaknya agak terbelakang mental. Jawaban yang ia berikan tak menjawab apapun...
Ran mengusap kepalanya keras-keras ketika frustasi mulai merayapi kesabarannya. Ia mulai mengatur nafasnya demi menenangkan diri.
"Kuralat pertanyaanku. Tolong jelaskan tentang siapa kamu ini dan bagaimana caranya kita bisa berinteraksi di ruang dimensi ini?" sahut Ran sambil memutar bola matanya.
"Saya adalah sistem operasi tingkat lanjut dari Super Computer. Selepas pengoperasian program Hari Kiamat di tahun 2320, sistem pertahanan diri dari sistem utama mendeteksi keberadaan Hoster yang memungkinkan keberadaan Sistem operasi lanjutan berlanjut. Penyimpangan aliran waktu terjadi ketika aktivasi fusi kuat Mana Bomb terjadi dan melontarkan Hoster ke tahun ini, 10 tahun sebelum aktivasi program Hari Kiamat. Waktu ini memiliki tingkat kemungkinan terbesar bagi sistem operasi lanjutan untuk bertahan."
Penjelasan panjang lebar yang mengesankan, namun Ran benar-benar tak mampu berusaha untuk mempercayai semua ini. Otaknya berpacu kencang untuk menerima berbagai kisah fiksi yang bahkan masih jadi perdebatan tanpa akhir di era ia menjabat sebagai Kapten team Super Soldier...
"Sistem operasi lanjutan Super Compu..."
"Boleh kupanggil dengan nama yang lain? Namamu terlalu panjang. Kau laki-laki atau perempuan?" potong Ran tak sabar.
"Saya Sistem operasi lanjutan Super Computer dan terikat pada Hoster. Saya bisa jadi apapun sesuai keinginan Hoster."
Wooow, that's nice....
"Okey, aku akan memanggilmu Alice. Tolong hadirkan wujud 3 dimensi dengan Arlind sebagai figure. Bentuk komposisi ruang dimensi dalam tampilan ruang keluarga level 3 dengan komposisi warna dan design standard kapten regu SS." ujar Ran asal-asalan. Terlalu sulit untuk menerima dan mempercayainya sebagai sebuah kenyataan, jadi ia lebih memilih untuk bertingkah tidak masuk akal seperti ini.
Tapi ruang kosong itu sudah mulai berfluktuasi dalam garis dan lengkung ketika bahkan sudut mulai terbentuk dengan tingkat efisiensi tinggi. Kursi nyaman yang ia dudukipun mulai melebar dan membentuk sofa bulu, persis dengan yang pernah ia miliki dulu. Dinding mulai menyempit dan berbagai ornamen, rak dan perabotan membentuk segala sesuatu sama persis dengan apa yang ia ingat. Bahkan Karpov, kucing dekil yang ia pungut dan perjuangkan mati-matian dari tangan department pemusnahan mewujudkan diri di salah satu tempat favoritnya, rak tinggi tempat Ran menaruh beragam bawaannya.
__ADS_1
Dan ketika sosok Arlind mewujud, Ran tak mampu lagi menahan dirinya sendiri. Tangisnya pecah ketika rasa tak percaya yang ia miliki tergusur oleh harapan akan apa yang gagal ia raih di kehidupan sebelumnya.
"Arlind, ah, maaf, Alice, tolong konfirmasikan. Apa aku sudah mati?"
"Tidak, Hoster berpindah waktu melalui potongan alur waktu akibat beba..."
"Panggil aku Ran. Jadi, aku kembali ke masa lalu dan kau berada di kepalaku?" potong Ran cepat. Pikirannya berkembang dalam harapan liar akan berbagai hal yang mungkin bisa ia ubah.
"Benar dan tidak benar. Ran kembali ke masa lalu, tapi Alice terintegrasi pada Super Human Chips di tubuh Ran, memungkinkan Alice ada dan memiliki kemungkinan bertahan dan berkembang bersama Ran."
Dank! Tak mungkin semua sehebat ini! Bukan saja aku kembali ke masa sebelum gelombang pertama bersama seluruh ingatanku, Super Humans masih ditubuhku bersama core super computer??! Siaaal, Barond si maniak komputer itu pasti akan menangis darah jika ia tahu ini!
"Alice, tolong keluarkan aku dari ruang dimensi. Terlalu singkat waktu dan terlalu banyak yang dibutuhkan untuk memastikan semua berjalan dengan benar kali ini."
Perlahan, Ran kembali mendapatkan kualitas yang ia miliki sebelumnya, Kapten team terkuat manusia, Super Soldier. Pikirannya mulai merancang berbagai strategi untuk mencegah hal yang sama terulang kembali. Semangatnya menggelegak dalam antisipasi akan berbagai hal yang bisa ia cegah, namun jawaban Alice langsung mengempiskan itu semua.
"Belum bisa saat ini, Ran. Integrasi sistem tengah dalam kondisi defragment dan extracting memory Hoster guna memaksimalkan database, termasuk juga susunan peningkatan kemampuan Super Human Chips. Peningkatan integrasi akan membutuhkan waktu 24 jam. Dan selama itu, badanmu akan ditingkatkan dengan standard maksimal kemampuan Super Humans Chips. Kondisi badan inang akan hancur jika Super Human Chips diaktifkan sekarang."
Sialan!
Kondisi fisiknya saat ini jauh dari standard yang dibutuhkan oleh Chips untuk akselerasi, baik kecepatan maupun kekuatan ototnya. Ia bahkan masih bergidik jika ingat pola latihan neraka yang disusun Dr. Edna untuk meningkatkan kemampuan fisiknya dulu...
"Sementara, Alice akan mengirimmu ke balai ruang observasi untuk memasuki kondisi fuga(*). Setiap fungsi Chip akan dibangkitkan sesuai dengan peningkatan Hoster dalam menanggungnya setelah integrasi selesai dilakukan. Sementara itu, silahkan beristirahat, Ran..."
Ah, one step at a time, Ran... Nampaknya kau masih perlu belajar bersabar, desah pikirannya ketika perlahan, visualisasinya meredup dan meluncur turun, jauh kedalam ruang gelap tanpa batas
(*) kondisi mati suri dimana bahkan kesadaran terlepas dari tubuh.
__ADS_1