KISAH CINTA LUNA

KISAH CINTA LUNA
Bab 11


__ADS_3

Aldo dan luna pergi ke apartemen varo mereka hanya membutuhkan waktu 1jam untuk sampai pada tempat yang mereka tuju.


"silahkan ratu tuan aldo" kata aldo membuka pintu mobil sambil menunduk seperti penjaga kepada tuan ratunya


"mas... malu" rengek luna dengan wajah yang merona


"istri mas malu, yuk kita masuk" aja aldo


"mas aku takut nanti aku di buli di dalam" kata luna sambil merangkul tangan aldo


"tidak akan ada yang berani menghinamu" kata aldo terus berjalan hingga sampai di depan pintu kamar varo


tok... tok... tok...


"ah siapa sih ? kan lagi nanggung" ketus varo


"sayang kamu buka pintu sana masak aku dalam keadaan gini" kata sinta membelai wajah tampan varo


"oke oke.... cup" kata varo sambil mencium sekilas bibir sinta dan sinta pergi ke kamar mandi


cklek... varo buka pintu apartemen nya


"lama banget loh buka pintu" ketus aldo langsung masuk ke dalam apartemen varo tanpa di persilahkan karena memang sudah biasa aldo seperti itu


"ngapain loh ke sini ganggu tau, kan gue nanggung" kata varo kesal


"loh juga gak liat jam masih aja gulat-gulatan hahahah"kata aldo sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah sepupunya frustrasi


"mas gak boleh gitu" kata luna


"eh ini pasti luna ya? kenalin gue varo sepupu suami loh sekaligus sahabat" kata varo sambil menjulurkan tangannya

__ADS_1


"iya kak saya luna istri mas aldo"kata luna sambil meraih uluran tangan varo


"sebentar ya gue mau bersih-bersih dulu" kata varo sambil meninggalkan aldo dan luna.


5 menit kemudian muncullah sinta dari dalam kamar


cklek....


"tuan dan nyonya" kata sinta menghampiri luna dan aldo


"siapa nama mu?" kata aldo aldo dengan datar


"nama saya sinta tuan" kata sinta menunduk


"hay nama aku luna"kata luna yang ramah dan gembira sambil menjulurkan tangannya


"sinta nyonya.... " kata sinta ragu untuk menerima uluran tangan luna


"tak perlu memanggil ku nyonya panggil luna saja" kata luna setelah salaman dengan sinta


"apa saja sinta" kata luna dan di tanggapin anggukan setelah kepergian sinta kedapur


"mas kenapa. jadi jutek begitu"kata luna


"tidak apa-apa sayang" kata aldo tersenyum kepda luna


"mas harus bersikap ramah ya tidak boleh seperti barusan.. paham" kata luna cemberut


"iya sayang tetapi jangan manyun begitu... adek. mas gk tahan liatnya" goda aldo


"dasar mesum" kata luna tidak lama vano dan sinta menghampiri mereka dan duduk berempat di ruang tamu

__ADS_1


"kapan kalian nikah?" kata aldo yang membuka percakapan Mereka


"belum kita bicarakan ya kan syang... tapi segera mungkin"kata vano sambil membelai rambut sinta


"jangan lama-lama kasian itu sinta " kata aldo lagi


"iya iya tenang" kata vano


"mas varo aku pergi kedapur ya buat makan siang" kata sinta dan di anggukan oleh vano


"sinta aku mau bantu boleh" kata luna


" boleh yuk" kata sinta dengan gembira karena selama ini vano melarang untuk keluar menemui teman-temannya jadi dia merasa kesepian jika varo keluar apartemen dan mereka pergi ke dapur meninggalkan varo dan aldo


"gimana?" kata varo kepada aldo sedangkan aldo paham apa yang di bicarain varo


"sudah bro" kata aldo dengan bangganya bahwa dia sudah membuat luna jebol


"gimana masih segel atau gak? " kata varo penasaran


"segel dong tapi gue cumana ngelakuin 1 ronde doang bro" kata aldo


"what? 1doang? " kata vano terkejut


"iya gue gak tega bro dia kesakitan" kata aldo dengan wajah sendu nya


"hahah, gue sama sinta ngelakuin sampek jam 3pagi iya memang awalnya dia kesakitan tapi gue tetep lakuin dan bukan itu gue tiap hari lakuin itu" kata vano dengan wajah bahagianya


"gila loh.... nikahin aja belum sudah kamu terekam aja itu gadis orang?" ketus aldo


"gue pengennya nikah minggu depan sama dia. soalnya saat gue tau dia itu masih segel gue langsung yakin dan gue keluarin di dalam... loh harus bantuin gue ya" kata vano

__ADS_1


"oke tenang gue bantuin" kata aldo


"mas, kak varo makanan sudah siap kita makan yuk" kata luna dan di balas anggukan oleh aldo dan vano


__ADS_2