KISAH CINTA LUNA

KISAH CINTA LUNA
Bab 8


__ADS_3

Setelah kergian aldo vano masuk kedalam kamarnya


"syang sedang apa kamu? " kata vano sambil menghampiri sinta di tempat tidur


"lagi nonton drakon" kata sinta


"syang bolehkan?" kata vano sambil tidur di pangkuan sinta dan memegang payudara sinta


"sayang kan tadi sudah masak lagi" kata sinta menaruh hp di sampingnya


"lagi sayang tadi kan cuman sebentar" kata vano dengan wajah memelas


"baik lah" kata sinta sambil membuka piama dan muncullah dua gunung kembar milik sinta


_gue kira loh sudah gak perawan karena susumu ini besar tapi pas di tangan ku. Dugaan ku salah setelah tadi malam aku jamak diri mu hingga membuat ku tak berdaya. Batin vano sambil memainkan dua gunung kesukaannya_


Sinta menikmati perlakuan vano sinta bagaikan ibu yang sedang menyusui anaknya. vano tidak berhenti di situ dia menidurkan sinta piama yang di gunakan sinta di lepas dari tubuh seksi sinta. saat ini sinta telanjang bulat vano tidak melepaskan susu sinta dan memberikan beberapa tanda kepemilikan di area payudara sinta. dan saat ini lidah vano turun ke area sensitif milik sinta


"hmz sayang"desahan sinta sambil meremas rambut vano


"saaaasyaannnngg aaakkkuu maaauu keluar" kata sinta


"lepaskan lah syank" kata vano sambil menjilati area sensitif milik sinta


"vvvaaaaanoooo" teriak sinta yang mencapai klimaks dan vano membersihkan area sensitif milik sinta

__ADS_1


"bagaimana syang apa masih sakit" kata vano sambil mencium kening sinta


"sudah tidak mas" kata sinta sambil memeluk vano


"sayang aku suka jika kmu begini" kata vano menggoda sinta


"ih mas sinta malu" kata sinta menenggelamkan wajahnya ke dada bidang vano


"sudah tidurlah syang" kata vano mengelus rambut sinta


setelah 35menit aldo sampai di rumahnya iya langsung berlari menuju kamarnya saat membuka pintu dia mendengar sesegukan


"hitz... mas jahat" kata luna dan di samperi oleh aldo


"luna... luna...." menggoyangkan tubuh luna dan luna terbangun langsung duduk langsung memundurkan tubuhnya akibat melihat aldo


"luna sini lah aku tak akan berbuat kasar lagi" kata aldo dengan ragu luna memajukan dirinya dan aldo langsung memeluk luna


"maafin mas ya mas janji gak bakalan berbuat kasar lagi" kata aldo yang masih memeluk luna dan membelai rambutnya


"bener mas" kata luna sambil mendongakkan kepalanya


"iyaa mas janji asal kamu nurut apa kata mas iya? paham" kata aldo dengan lembut dan di anggukan oleh luna


"mas boleh luna minta uang karena uang yang di kasik ayah tinggal 50rb" kata luna dengan ragu

__ADS_1


"syank lihat mas... uang mas uang kamu juga" kata aldo sambil menatap luna


"tapi mas kan mas yang kerja luna tidak" kata luna menunduk


"luna kan mas kerja buat memenuhi kebutuhannya kamu syang dan ini kartu untuk kamu membeli semua kebutuhan kamu pin nya ulang tahun kamu" kata aldo


"mas boleh luna minta tolong anterin luna di indomart luna takut berangkat sendiri" kata luna


"boleh syang ayo kita berangkat tapi kamu ganti dulu bajunya dan jangan pakai yang kayak tadi paham? " kata aldo dengan lembut dan di anggukin oleh luna


setelah siap luna turun ke bawah menuju ruang tamu karena aldo sedang menggu nya di sna


"mas aldo" teriak luna


"iya luna mas belum budek loh" melihat luna menuruni tangga


"hehhe mas gimana sudah gak. kayak tadi kan"kata luna sambil berputar-putar di depan aldo



baju yang dk gunakan luna


"iya cantik" kata aldo sambil senyum terhadap luna


"ayo mas" kata luna sambil menggandeng lengan nya aldo

__ADS_1


akhirnya Mereka berangkat menuju tempat yang di minta luna


__ADS_2