
Hari Pernikahan Luna
Luna berada di dalam kamarnya yang sedang di rias karena jam 09.00 akan di adakan acara akad nikah di rumah luna.
“aku tak menyangka akan menikah secepat ini, pernikahan yang aku impikan aku menikah dengan laki-laki yang aku cintai dan aku sayangi tetapi saat ini aku menikah dengan laki-laki asing dan sampai saat ini aku tidak tahu siapa yang akan menjadi suamiku? Dan seperti apa rupanya? Bahkan aku tak tahu segalanya tentangnya. Bisakah aku hidup bersama dengannya sampai akhir hayat? Aku tak ingin kedua orang tuaku bersedih jadi aku harus kuat bagaimana akhir kisahku karena ini semua sudah keputusanku.” Batin luna
Acara akan di mulai saat ini luna sudah selesai di rias tinggal menunggu bundanya menjemputnya.
Cklek..
“wah anak bunda cantik sekali 😊” kata bunda sambil memegang bahu luna
“Terimakasih, bunda luna takut sambil memegang tangan bundanya
“sayang kamu tidak perlu takut ada bunda di sini, ayo kita turun suami kamu sudah menunggu didepan syang” kata bunda luna dan di balas anggukan oleh luna.
“Bismillah semoga ini keputusan yang terbaik untuk ku dan untuk keluargaku.” Batin Luna
Luna keluar dengan menggunakan kebayak putih dan menggunakan make up tidak terlalu tebal tetapi terlihat begitu cantik.
“wah cantik sekali pengantin wanitanya cocok dengan pengantin prianya” kata para tamu
“pasangan yang cocok” kata salah satu tamu
__ADS_1
Begitulah bisikan bisikan pada acara pernikahan luna. Luna masih terus melangkah menuju di samping pengantin prianya. Luna masih tetap menunduk kan kepalanya karena iya takut melihat kedepan.
“bagaimana para pembelai apakah sudah siap?” kata penghulu
“siap pak” kata aldo bersama dengan luna menganggukan kepala
Iya aldo merupakan laki-laki yang akan menikah dengan luna iya berasal dari keluarga terpandang. Aldo Kusuma merupakan anak tunggal dari Lindawati Kusuma dan Hendrik Kusuma. Keluarga terkaya No 1 baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Aldo sudah mengucapkan ijab cobul dengan lantang walaupun hal ini pertama kali Aldo lakukan tetapi dia bisa melakukannya dengan tenang tanpa harus mengulangi meski jantungnya terus berdebar saat mengucapkan ijab cobul. Luna juga merasakan kegugupan yang luar bisa saat penghulu memulai acara akad nikahnya. Pada saat para saksi mengucapkan kata "SAH" tanpa ada yang mengomando air matanya terjatuh.
Pada saat pemasangan cincin nikah Luna dan Aldo matanya saling memandang dan saling terpesona dengan pasangannya. Lamunan mereka terhenti saat penghulu mengatakan
Kini acara pernikahan Aldo dan Luna telah selesai, dengan di hadiri oleh kedua orang tua Aldo, penghulu, dan para tamu sekitar 100orang kurang lebih. Saat ini Luna dan Aldo berada di dalam kamar Luna untuk bersih-bersih karena merekah saat lelah.
“aduh bagaimana ini rambut ku nyangkut pada kebaya ini? Gak mungkin aku minta tolong pada suamiku untuk membantunya” batin luna
Cklek. . (bunyi kamar mandi Luna)
Aldo melihat Luna seperti lagi kesusahan untuk membuka rambutnya yang menyangkut di baju kebayaknya. Aldo langsung menghampiri Luna yang berada di meja riasnya.
“terimakasih mas” kata luna sambil menundukkan wajahnya
__ADS_1
“hmz” kata aldo
Luna buru-buru pergi ke kamar mandi untuk menahan malu dan membersihkam dirinya. Luna berada di dalam kamar mandi
“mas Aldo ternyata selain tampan ternyata juga baik ya tetapi kenapa mas Aldo dari tadi akad sampai saat ini tidak senyum ya? Ah apaan sih aku ini kenapa memikirkan mas Aldo”
Setelah mandi Luna langsung istirahat di tempat tidur Kesayangannya. Tidak terasa saat ini sudah mulai sore dan saat Luna ingin bangun berasa ada yang menindihnya di perut dan di kakinya. Saat membuka mata ternyata terdapat tangan kekar yang memeluknya iya bingung karena saat iya ingin memindahkan tangan Aldo justru pelukan Aldo semakin erat yang memeluknya
“mas..mas Aldo” kata Luna sambil menepuk tangan Aldo
“hmz ada apa? Aku masih mengantuk” kata Aldo tanpa membuka matanya
“mas Aldo.. Hmz luna mau kekamar mandi” kata Luna tampak gugup
“iya sudah sana” kata aldo masih tetap dengan posisinya
“mas itu tangannya” kata Luna
Mendengar ucapan Luna Aldo langsung membuka matanya
“maaf” kata aldo dengan gugup
“iya mas” kata luna sambil pergi ke kamar mandi
__ADS_1
“ah kenapa saat aku memeluk Luna berasa begitu nyaman ya? Apa lagi wah penampilannya begitu menantang,hmzzz. Ah apa sih yang aku pikirin gak mungkin aku tertarik dengan cewek seperti dia” batin Aldo sambil menggeleng-geleng kepalanya