
"Terus gimana dong". Ucap Dira nyerah
Mereka yang tak menemukan kado yang cocok itupun akhirnya berjalan-jalan berharap ada yang dapat di temukan untuk kado.
Dari kejahuan nampak pedagang lukisan sedang menjajakan lukisan hasil tangannya. Dira yang penasaran langsung menggandeng tangan Yoga dan menyeretkan ke arah pedagang lukisan tersebut.
Yoga yang belum paham itupun hanya tercengang saat tangan Dira menggandeng tanganya. Ada rasa bahagia dan nyaman saat tangan mereka bersentuhan.
Saat sudah sampai di depan pedagang lukisan itu Dira melepas tangannya dan saat itu juga Yoga tersadar dan melihat di hadapannya ada puluhan lukisan yang di jajakan oleh pedagang tersebut.
" Bagaimana dengan lukisan". Tanya Dira
"Lukisan". Jawab Yoga sambil berfikir
" Udah cari dulu siapa tau ada yang cocok, ayo masuk" Ajak Dira
Yoga tak ada pilihan lagi dia pun masuk dan disapa baik oleh sang pedagang. Pedagang itupun memperkenalkan semua lukisan terbaiknya.
Dira yang sedang melihat-melihat itupun pandangannya terkunci oleh 1 lukisan yang menurutnya sederhana namun terkesan.
"Mas saya boleh liat lukisan yang itu". Ucap Dira sambil menunjuk lukisan yang di maksud
" Baik mbk". Jawab si pedagang kemudian berjalan ke arah lukisan dan membawa kehadapan Dira dan Yoga.
__ADS_1
Pedagang itupun menyerahkan lukisannya kepada Dira
"Liat ga bagus ya lukisannya, disini ada lukisan pemandangan kemudian ada rumah yang sederhana dan ada 3 orang yang sedang bercengkrama, sederhana tapi indah sekali". Ucap Dira
" Iya bagus meskipun sederhana tapi indah dan terkesan seolah menandakan bahwa orang dalam lukisan itu tengah mengobrol bersama keluarga lengkapnya, aku jadi kangen sama papa". Batin Yoga
Dira yang melihat Yoga diam itupun menyenggol lengannya.
"Kok malah bengong, gimana bagus gak". Tanya Dira
" Bagus kok ra, yaudah ini aja daripada gak ada". Jawab Yoga
"Tapi tante Amy suka gak ya". Gumam Dira sambil menatap lukisannya
"Maksudnya ga". Tanya Dira penuh selidik
Yoga yang sadar akan ucapannya itupun kebingungan dan untuk menghindari pertanyaan Dira itu Yoga memilih bertanya tentang lukisan tersebut.
" Mas saya mau lukisan yang ini ya". Ucap Yoga kepada pedagang tersebut
Melihat yoga mengalihkan pertanyaan darinya membuat dira kesal.
"Alhamdulillah saya kira gak laku lukisan itu soalnya saya buat itu cuma iseng-iseng karna ingat orang tua saya aja mas eh tau nya malah laku". Ucap sang pedagang
__ADS_1
" Emang orang tuanya dimana mas". Tanya Yoga penasaran
"Orang tua saya lama meninggal mas karna saya rindu jadi saya iseng buat lukisan itu awalnya saya cuma iseng naro diisi eh tau nya mbak nya malah tertarik". Jawab sang pedagang yang usianya tak jauh dari mereka
" Oh maaf ya mas saya gak tau, kalau gitu saya mau ini ya dan tolong di bungkus yang rapi". Ucap Yoga sopan
"Baik mas, bentar ya". Jawab si pedagang
Setelah selesai membeli kado Dira dan Yoga berlanjut untuk membeli kue setelah semua selesai akhirnya mereka pulang terlebih dahulu karna rencananya mereka akan memberikan kejutan saat makan malam nanti di sebuah restoran sedangkan ini masih sore.
Waktu terus bergulir dengan cepat dan tak terasa makan malam telah tiba. Di sebuah restoran mewah seorang wanita paruh baya sedang menuggu kedatangan anak tunggalnya yang katanya ingin ngajak makan malam bersama
15 menit 30 menit sampai 45 menit wanita paruh baya yang tak lain adalah mama Amy itu sudah menunggu, beberapa menit yang lalu ia mendapat kabar bahwa anaknya sedang dalam perjalanan karna terjebak macet.
Setelah beberapa menit terlihat Dira dan Yoga yang mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang menunggu mereka.
Setelah tau tempat duduk yang di duduki mama Amy, Yoga langsung menyala lilin di atas kue yang sudah di pegang oleh Dira sejak tadi.
.
.
JANGAN LUPA KASIH LIKE BIAR OUTHOR SEMANGAT UP NYAā¤JANGAN LUPA TINGGALIN KOMENTARš„³
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA BUAT KASIH BONUS VOTE YAā¤