
Tak jauh dari mereka ada 3 pasang mata yang menyaksikan keasyikan Dira cs saat bercanda mereka adalah Jessika cs
"Apa perlu kita samperin Dira aja jes". Tanya Seli
"Gak usah entar jadi masalah, mending entaran aja kalau Dira lagi sendiri, aku males denger suara cemprengnya si Annya". Jawab Jessika
" Kita ngapain sembunyi-sembunyi gini sih, lagi main petak umpet ya". Tanya Rani
"BODO AMAT". Jawab Jessika dan Seli bersamaan dan langsung pergi meninggalkan Rani
" Lah kok aku ditinggal tunggu jes, tunggu sel". Ucap Rani sambil berlari menyusul Jessika dan Seli.
Waktu terus bergulir dan ini mapel terakhir sebelum jam pulang sekolah, dan dikelas 12A mereka di hadapkan dengan mapel yang cukup membuat seisi kelas bingung.
Bagaimana tidak di terik panasnya matahari siang mereka harus di hadapkan oleh mapel kimia.
2 jam berlalu, dan jam sudah menunjukkan pukul 14.00 itu menandakan bahwa pulang sekolah telah tiba.
Seluruh siswa/siswi berhambur keluar kelas untuk pulang kerumah mereka masing-masing tapi gak semua karna pasti ada pulang sekolah yang main dulu baru pulang (Hayo ngaku readers pasti kalian pernah kanš. Kalau pernah komen di bawah, okeš)
Dira cs dan Aldi cs juga sudah meninggalkan kelas mereka, Dira cs langsung menuju keparkiran sedangkan Aldi cs langsung menuju ke lapangan untuk latihan. Sesuai rencana bahwa hari ini Mela akan berkunjung ke rumah Dira dengan tujuan ingin meminjam buku novel milik Dira.
Dira yang sudah di jemput itupun langsung mengajak Mela untuk masuk ke dalam mobil. Setelah Dira dan Mela tak terlihat kini giliran jemputtan Annya yang datang.
"Kamu di jemput atau naik taksi sya". Tanya Annya saat melihat sahabatnya belum juga di jemput.
" Aku di jemput nya tadi udah ngabari pak mun aku". Jawab Tasya
"Jadi gak mau bareng nih". Tawar Annya
" Enggak kamu duluan aja, aku nunggu pak mun". Tolak Tasya sambil tersenyum.
Setelah itu dengan terpaksa Annya masuk ke dalam mobil sebelum dia pergi, dia pun membuka kaca mobil dan melambaikan tangan ke arah Tasya.
__ADS_1
"Aku duluan sya kalau sampe rumah kabari, oke". Ucap Annya sambil melambaikan tangan
" Iya hati-hati". Jawab Tasya sambil membalas lambaikan tangan.
Setelah kepergian sahabat-sahabatnya Tasya pun duduk dibawah pohon yang terdapat bangkunya dekat parkiran yang kebetulan tak jauh dari pintu gerbang sambil menunggu supirnya menjemput.
10 menit 20 menit sampai 30 menit pak mun supir Tasya tak kunjung datang.
Ting
Sebuah pesan masuk di dalam hpnya kemudian tasya mengecek dan dia kesal karna pesan itu dari pak mun yang mengatakan bahwa pak mun tidak bisa menjemputnya karna mobilnya rusak di tengah jalan dan harus masuk bengkel.
"Bagaimana aku pulang kalau pak mun gak bisa jemput, mana jam segini nyari taksi deket sekolah susah banhet lagi". Ucap Tasya kebingunan.
Saat tengah asyik berperang dengan pikirannya, Tasya di kejutkan dengan suara yang tak asing baginya.
" Kok belum pulang". Ucap seseorang
Tasya pun langsung menoleh ke sumber suara, saat membalikkan badannya Tasya dapat melihat seseorang laki-laki tampan yang sedang tersenyum ke arahnya.
Ya Reno yang tadinya mau pulang itupun menghentikan langkahnya saat melihat Tasya yang masih belum pulang.
" Iya aku, kenapa belum pulang". Tanya Reno
"Ini supir aku baru ngabari kalau mobilnya mogok dan harus naik masuk bengkel, mana ngabarinya baru aja coba dari tadi udah pulang sama Annya aku". Jawab Tasya bingung
Reno pun tak menjawab dia malah berjalan menuju ke arah motornya yang terparkir dan dia mengambil sebuah helm yang tergantung di belakang motornya dan langsung menghampiri Tasya kembali.
" Pake nih, aku anterin pulang". Ucap Reno sambil menyerahkan helm yang dia pegang.
Tasya pun terkejut, dia tidak mengira bahwa Reno akan mengantarkannya pulang. Namun Tasya teringat bahwa tadi sebelum pulang Aldi cs mengatakan kalau mereka mau latihan basket lalu bagaimana Reno akan mengantarkannya pulang, begitu banyak pertanyaan di kepala Tasya.
Reno yang melihat Tasya yang tak kunjung mengambil helm itupun langsung memasangkan helmnya dikepala Tasya tanpa aba-aba membuat Tasya semakin terpaku sambil menatap wajah tampan Reno.
__ADS_1
Reno yang sadar Tasya menatapnya itupun langsung menggodanya.
"Aku tau aku tampan, tapi gak segitunya juga kalau ngeliatin. Liat tu liurmu mau keluar". Goda Reno
Tasya yang tersadar itupun spontan mengusap ujung bibirnya sedangkan Reno terkekeh melihat sikap Tasya yang menurutnya menggemaskan.
" Kamu ngerjain aku ya". Ucap Tasya kesal saat tau tidak ada liur di sudut bibirnya.
Reno pun tak menjawab dia langsung menaiki motornya dan menghidupkannya.
"Marahnya entar aja, ayo naik". Ucap Reno
Akhirnya mau tidak mau Tasya pun naik ke motor dan setelah itu Reno melajunya motornya.
Dilampu merah saat mereka berhenti ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
" Itukan Tasya, kok bisa boncengan sama Reno". Ucap seseorang
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA KASIH LIKE BIAR OUTHOR SEMANGAT UP NYAā¤. JANGAN LUPA TINGGALIN KOMENTARš„³.
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA BUAT KASIH BONUS VOTE YAā¤