
Empat tahun Berlalu Begitu Saja,Tanpa Reva Rasakan.Tidak ada Yang berubah Dari nya Selama empat tahun Ini,Dia Tetap Cantik Sama Seperti 4 Tahun Lalu.
Yang Berubah Hanya Status nya yang Bukan Lagi Seorang Gadis Singel yang lajang,Selama 4 tahun Ini Status nya Berubah jadi Singel Mom.
jam 06:00 di Balkon Kamar Reva Memandangi pepohonan Yang Hijau dan Sejuk,Sembari Memikirkan Apa Yang Sekarang Harus Dia Lakukan.
"Apa saya Harus Kembali Dan Terima Tawaran Pekerjaan Itu.Tapi Bagaimana Jika dia Menemukan saya,Semua akan Berakhir Sia Sia Bukan"Ucap Reva Sembari Memandang Ke depan.
"Tapi Jika saya Menolak Nya,bagaiman Masa Depan Saya Dan Yuri,Tawaran Pekerjaan ini Lumayan Besar Bukan."Ucap nya Kembali Sembari Tangan Mungil nya Menyentuh Pagar Besi Balkon Kamar nya.
Besi yang Terasa Dingin,yah Reva dapat Merasakan Nya Hingga Menembus Ke Seluruh Tulang nya.Reva Menarik Nafas Panjang dan Menghembuskan nya Kembali.
Dia Benar Benar tak Bisa Berfikir sekarang Ini,Pasal Nya Dia Sekarang Berdiri di antara dua Pilihan Yang Sangat Rumit.
Di Saat Reva Berfikir keras,Tiba Tiba Dari Belakang Ia Merasakan Ada Yang Menarik narik Piyama nya Dengan Lembut.
"Mama....Mama Sedang apa."Ucap Yuri Sembari Mengucek Mata nya Dengan Tangan Mungil nya.
Mendengar Suara yuri,Ia pun Segera Berbalik Dan Menunduk agar bisa Sejajar Dengan Yuri.
"Hmm...Anak Mama Yang cantik,Sudah bangun Rupa Nya,Kenapa Bangun Begitu pagi Sayang.?"Tanya Reva Dengan Lembut Sembari Merapikan Rambut Yuri Yang Berantakan.
"Tadi Yuri Mau Ke kamar mandi,dan Lihat mama Berdiri di sini."Jawab nya.
"Ya,Sudah Sana Ke kamar mandi,Mama Hanya Sedang Melihat Lihat Pemandangan Di Pagi Hari."Ucap Nya.
"Baiklah mama...yuri Ke kamar mandi Yah,Mama juga Harus Masuk nanti Mama Sakit Jika Terkena Angin."Jawab nya Lalu Pergi.
Mendengar Perkataan Yuri,Ia hanya Bisa Mengangguk Dan Tanpa Dia Sadari ada Cairan Bening Keluar dari Dua Mata Indah nya Yang Berwarna Coklat.
"Yuri...Bagaiman Mama Bisa Melupakan Ayah Mu jika,Makin Besar Begini Kamu Makin Mirip Sama Ayah Mu Nak."Ucap Nya Sembari Menyilangkan Tangan Nya Di perut.
__ADS_1
Dia Pun Segera Bergegas Masuk Ke kamar,Takut Jika Dia Tidak Segera masuk Yuri Akan Menyusul Nya Kembali.Dengan Cepat ia Menghapus Air mata Nya,dan Segera Melangkah masuk di Kamar Dan Menutup Pintu.
"Mama,...sudah masuk."Ucap Yuri dan Segera Melompat Naik Ke kasur dan Memeluk Reva.
"Hmm...ia,Mama Sudah hampir mati Membeku karna dingin." Jawab nya Bercanda.
"Yuri,.. mama Ingin Tanya Sesuatu Boleh."Tanya Nya Sembari Memeluk Anak nya.
"apa Itu ma...!" jawab nya.
"Seandainya Kita Pindah,Apa Yuri Tidak Keberatan Sayang."tanya Reva Pelan.
"Hmm .. memang Kita Mau Ke Mana Ma,.."Jawab nya.
"jawab dulu Dong Mama Nya Tanya,Yuri Keberatan Gak Jika Haru Pindah Sekolah Lagi dan Cari Teman Baru lagi."Tanya Reva Sembari Membelai Rambut Halus Yuri.
"Jika Itu Demi Kebaikan Yuri Dan Mama,Tidak Masalah Ko..Kan Yuri Bosa Cari Teman baru lagi,Sekolah baru."Jawab nya.
yuri Memang baru Berusia 4 tahun,Tapi dia Seperti nya Sangat memahami Keadaan Mama Nya Itu.
"karna Perkataan Mu mama sudah Yakin Dengan Keputusan Yang Akan Mama Ambil Sayang.", ucap nya Lagi.
Reva Memeluk Anak Nya Dengan Erat,Seolah Olah Ini Adalah Hari Terakhir nya Bersama Yuri.Dia Benar Benar Sangat Takut Memikirkan Apa Yang akan Terjadi Saat Yogi Priatna Tau Tentang Keberadaan Yuri.
"Tuhan,Apa Pun Jalan Yang Saya Tempuh Atau Keputusan yang Saya Ambil Semoga Ini Benar Ada Nya.Amin."Ucap Nya Dalam Hati.
*jam 7:24
Setelah Selesai mandi dan Membersihkan Kamar nya Reva Bergegas Turun Menuju Dapur,Untuk Menyiapkan Sarapan Untuk Nya Juga Untuk Yuri.
Sedangkan Yuri Sendiri Menyiapkan Diri Untuk Masuk Ke Taman Kanak Kanak Nya,Di Usia Nya Yang baru empat Tahun Dan Hanya Tinggal Berdua Mama Nya Membuat Yuri Begitu mandiri Mengurus diri Nya Sendiri.
__ADS_1
Reva Membuat kan Sandwich Roti Kesukaan Putri nya,dan Nasi Goreng Buat Diri nya Sendiri,Sekalian Mengisi Makanan Untuk Kotak Bekal Yuri.
Hampir Setiap hari Reva Melakukan Nya,Dia Sudah Terbiasa Melakukan Nya Sendiri Untuk Kebutuhan Anak nya.
Dia Punya Bi Mira Yang ikut dengan Nya Selama empat tahun Ini,tapi Bagi nya Mengurus Makan Anak nya Sendiri Adalah Pekerjaan Yang Menyenangkan Buat Nya.
"Loh..nona Biar Saya Yang Siap kan,Nona Duduk Saja."Ucap Bi Mira.
"Tidak apa apa Bi,...bibi Kerjakan Yang Lain Saja,Biar Urusan Yuri Saya Yang Kerjakan."Jawab nya Dengan Tersenyum.
"ohh...baik lah Nona,Saya Akan Liat Yuri Dulu Apa Dia Sudah Siap Atau Belum."Ucap nya,lalu Berbalik.
"Ohh bibi Mirna Tunggu Sebentar,Ada yang Mau Saya Katakan Sama Bibi."Panggil Nya,Sembari Mencuci tangan Nya.
"Yah non..."Jawab nya Sembari Berbalik Ke Reva.
"Bibi,Minggu Depan Kita Akan Kembali Ke Negara K,." Ucap nya Yakin.
Mendengar Perkataan Reva,Ada Sedikit Keraguan Di Mata Mira,Pasal Nya Dia Memang Berasal dari Negara Yang Sama Dengan Reva dan Hanya dia Dan Reva Yang Tau Kondisi Selama empat tahun ini.
"A...Apa...Kembali,Apa Nona Sudah Yakin,Dengan Keputusan Itu."Jawab Nya Ragu.
"saya Tidak Tau Bi,Apa Keputusan yang Saya Ambil Benar Atau Tidak,Tapi Yang Saya Tau Ini Baik Untuk Masa Depan Yuri...."ucap Reva Sembari Menunduk.
Mira Tau Saat Ini Bisa Jadi Batin Reva Tengah Bertempur dengan Sendiri nya,Hati Nya Mungkin Berkata Tidak Tapi Pikiran Nya Dia Harus Melakukan Nya Demi Putri nya.
"Bibi Paham,...Bibi Hanya Bisa Berkata,Semoga Keputusan Kita Kembali Tidak akan Salah,dan Bibi Tidak Akan Meninggalkan Mu Bersama Yuri."ucap Nya Meyakinkan Reva.
Mendengar Ucapan Bi Mira,Membuat Reva Segera Memeluknya,Dia Benar Benar Bersyukur Bi mira Ikut Bersama nya.
Bi Mira Adalah Asisten Rumah tangga Yang Ikut Bersama Dengan Orang Tua nya Sejak Reva Seusia Yuri,dan Saat Reva Di Usir Mama Papa Nya Ia Memutuskan Untuk Ikut bersama Gadis Malang Ini.
__ADS_1
"Makasih Bibi,Untung Ada Bibi...jika Tidak,Entah Apa Jadi Nya Saya Sama Yuri."ucap Nya sambil Memeluk Bi mira Dengan Erat.
ia Pun Membalas Pelukan Reva,Sembari Mengusap Rambut Panjang Reva,dengan Sayang.