Kisah Cinta Reva

Kisah Cinta Reva
BAB 4


__ADS_3

Saat Mendengar Perkataan Yui, Ekspresi Erwin Begitu Jijik.dia Sangat Tau Apa Yang bisa Yui lakukan Hanyalah Membuat Onar Dan Mengandalkan Orang Tua nya.


Yoga Sendiri Tak Pernah Tertarik Dengan Yui Sama Sekali,Selama Ini Dia Hanya Menganggap Yui Sebagai Adik Nya,rasa Sayang Nya Pada Yui Hanya Sebatas Kakak dan Adik Seperti Rasa Sayang Nya Terhadap Erwin.


"Sudahlah,Jangan Bahas Itu Toh sekalipun Kamu Dan Kakak Tidak Menikah,Kita Bisa Jadi Sahabat."Celoteh Erwin.


"Belum Tentu Juga Kak Yogi,Mau Di Jodoh Jodohkan Seperti Ini,Yah Kan Ma."Ucap Nya Tanya Mama Armi


Nyonya Priatna Tau Maksud Perkataan Erwin Hanya Bisa Membenarkan Perkataan Anak nya,Tapi Di Sisi Lain Dia Tak Bisa Menolak Begitu Saja Ke Inginan Yui,pasal nya Yui Berjasa Pada Anak Sulung Nya.


Entah Apa Yang Terjadi Jika Yui,Tak Menyelamatkan Yogi.Mungkin Saat Ini Yogi sudah pasti Tak akan Ada Di sini Bersama Mereka.


Saat Suasana Menjadi Canggung,Tiba Tiba Ponsel Yogi Berbunyi Dia Dengan Segerah Meraih Ponsel nya dan Menjawab Panggilan Tersebut.


"Ya....Hallo..."Jawab Nya.


"Hmm...baiklah Saya Ke Sana Sekarang."Jawab nya Lagi.


Mendengar Perkataan Yogi,papa Dan Mama Nya Menjadi Sangat Khawatir.


"Ada Apa Nak...ada Masalah Di Kantor Mu."Tanya Ny Priatna.


"Tidak Ma...tapi Yogi Harus Segera Pergi Ada yang Harus Yogi Urus ma."Ucap Nya Sembari Meninggalkan Kursi


"Tapi,Yo Kita lagi Makan Malam Sama Paman Dan Bibi Juga Yui.Apa Tidak Bisa di Tunda Dulu."Ucap Papa Nya.


"Tidak Pa,Yogi Harus Segera Pergi Sekarang."Jawab nya Dan Segera Berpamitan Sama Semua Orang di Ruangan Tersebut.


"Ewin...kenapa dengan Kakak Mu."Ucap Army Priatna Berbisik.


"Gak Tau ma,..."jawab Ewin dengan Mengangkat Bahu Nya.


"Ma....Pulang Yukk,Ewin Bosan."Ucap Nya Merengek.


"Habisin Makan Nya Dulu,Baru Kita Pulang."Jawab Nya Sembari Mengelus Kepala Anak Bungsu nya.


"Erwin Gak Selera Ma."Jawab Nya.

__ADS_1


Erwin Yang Bosan Pun,Mulai Bermain Dengan Semua Benda Yang ada Di Depan Nya.Sembari Mendengar Rencana Perjodohan Yogi Dan Yui.


"Paman tidak Bisa Memaksa Yogi...Kamu Harus Bisa Memenangkan Hati Nya Dengan Sendiri."Ucap Priatna.


"Bagaimana Cara Nya Om,Jangan Kan Bicara Sama yui Bahkan Yui Ada di depan Nya Juga Dia Gak akan Ngelirik."jawab Yui.


"Sayang ...kamu harus Belajar sama Tante Ami,Bagaimana Cara Meluluhkan Om Priatna Dulu."Ucap Mama Yui,sambil Melirik Ke Arah Mama Yogi.


"Tapi Saya Tidak Melakukan Apa Pun Jeng....saya Juga Bingung Kenapa Pada Saat Itu Priatna Mengejar saya."Jawab Nya Malu.


"Nanti Setelah Kakek Yogi Kembali baru Kita Bahas Ini,Karna Dia Yang Berhak Memutus kan...jika Hanya Saya Dan Mama Nya pasti akan Setuju Dan Akan Menikahkan Kalian Secepat nya."Ucap Papa Yogi.


"Sabar Lah Om Priatna Sedang Mengusahakan Nya."Tambah Papa Yui.


"Baiklah."Jawab Yui Senang,Setidak nya Dia Masih Ada Dukungan dari Papa Yogi.


Erwin Yang Berada Di Tengah Tengah Mereka Pun Hanya Bisa Menjadi Pendengar yang baik.Dia Merasa Iba Dengan Kakak Nya Yang Tidak Bisa Mengambil Keputusan Untuk Masa Depan Nya Sendiri.


Papa Yogi Bukan Orang Yang Cukup Memaksa,Hanya Saja Dia Tidak Begitu Memikirkan Perasaan Anak Nya.


Pukul Sudah Menunjukkan Hampir Larut Malam,Orang Tua Yui Berpamitan Pulang.Erwin Sendiri Sudah Menunggu Sejak Tadi Di Dalam Mobil.


Bahkan Dia Bisa Memanipulasi Keadaan Kecelakaan Mama Nya,Agar Terlihat Baik Bak Malaikat Oleh Orang Tua Nya.


Dia Tahu Tapi Dia Tidak Bisa Membuktikan Jika Dia Dan Mama Nya Tidak Menemukan Gadis yang Menolong Nya Waktu Itu.


"Win....Ayo Jalan Sayang."Ucap Mama Nya


"Ohh Baik Ma.."


Erwin Dengan Segera Menyala Kan Mobil Lalu Meninggalkan Parkiran Dan Melaju Ke Rumah.


***


Di Balkon Kamar Yogi,Menyalakan Rokok Nya.Dia Benar Benar Pusing Dan Bimbang Sekarang Ini.Apa Yang Dia Rasakan Saat Ini Tidak Bisa Di Anggap Rasa Kasian Dan Bersalah.


Dia Seperti Nya Sekarang Benar-benar Jatuh Cinta Dengan Reva,Gadis Yang Selama Ini dia Anggap adik Nya Sendiri.Gadis Yang Dia Rusak dan Menghilang Karna Nya.

__ADS_1


Yogi Melihat Mobil Erwin Dari Atas Balkon Pun Dengan Segera Mematikan Rokok Nya,Dia Tak Ingin Mama Nya Melihat Diri Nya Sekarang.


Erwin Yang tau Di Atas Ada Kakak Nya Pun Dengan Segera Berlari Layak Nya anak Kecil Dan Berteriak Memanggil Kakak nya.


"Hmm...jangan Lari lari kan bisa,"Ucap Yogi Khawatir.


"Wah parah Tuh Si yui,Maksa Banget Buat Di Nikahin Sama Kakak."ucap Nya Kesal.


Yui Adalah Sahabat Masa Kecil Nya,tapi Bukan Berarti Dia Berharap akan Menikahi Kakak Nya Dengan Muda.


Mendengar Perkataan Adik Nya Itu Yogi Hanya Tersenyum Sini,Dia Benar Benar Lelah Menghadapi Yui.


Entah Dengan Cara Seperti Apa Lagi Yang Dia Lakukan Untuk Menolak Yui.


"Biarkan Saja Dia Melakukan Apa Yang Dia Mau,tp Dia Tidak akan Bisa Mendapatkan Yang Dia Mau."Ucap Mama Yogi Dari Belakang.


Mendengar Perkataan itu,seketika Yogi dan Erwin Berbalik secara Bersamaan Dia Benar Benar Tidak Mengetahui Sejak kapan Mama Nya Berdiri Di sana.


"Loh...Mama Koq bisa Di Sini."Ucap Erwin Kaget.


"Mama Hanya Melihat Kedua anak Mama sedang apa Di Balkon Malam Malam Begini."Jawab Nya Sembari Melangkah Mendekati Kedua Anak nya.


"Kami Hanya Sedang Berbincang Bincang Koq Ma."Jawab Erwin.


"Papa Mana Ma."Tanya Yogi.


"Hmm...dia Di Ruang Baca Nya."Jawab Mama Yogi


"Mama Tidur Sana Ini Udah Larut Malam Loh ma."Perintah Erwin.


"Bentar Lagi Yah,Kapan Lagi Mama Bisa Ikut Kumpul Gini Sama Anak Mama."Jawab nya.


"Kan Tiap pagi Kita Sarapan Sama Sama Ma."Ucap Yogi.


"Ia Cuma Beberapa Menit,Mama Tuh Kangen Sama Kalian.Selama Kalian Bantu Papa Di Kantor Waktu Buat Mama Benar Benar Tak ada."Jawab nya Mengeluh.


Yogi Dan Erwin Pun Dengan Segera Berdiri dari Kursi dan Segera Memeluk mama Mereka.hal Yang Tidak akan pernah Di Sadari Oleh Orang Luar .

__ADS_1


Pasal Nya Yogi Terbilang Cuek,dan menjengkelkan Tapi,sebenar nya dia sangat Penyayang dan sabar.Dia Akan Meninggalkan Apapun Demi Sang Mama.


begitu Juga Dengar Erwin,Dia Yang Memiliki Sifat Yang Berbeda pun Akan Melakukan Hal yang Sama.


__ADS_2