
Erwin dan Yogi Memiliki Sifat dan Kepribadian Yang Bertolak Belakang tapi Bukan Berarti Mereka akan Mengabaikan Mama Mereka.
"Mama,Maaf Kami Terlalu Sibuk Hingga Lupa...bahwa Di Rumah Sedang ada Wanita Cantik Menanti Kami Dan Mendoakan Kami."Ucap Yogi.
"Ia Ma...maaf Kan Ewin Sama Kakak Yah,kami Janji,Akan Meluangkan Sedikit waktu buat Mama."Tambah Erwin.
bagi Ami,berapapun Usia Kedua anak Nya,Dia akan Selama Nya menjadi Anak Kecil Yang Mengemaskan.
Dia Bersyukur Karna Kedua anak Lelaki Nya,Saling Menjaga Satu sama Lain,Dan Yogi Bisa Melewati Hal Terburuk Nya Sekarang ini.
"Kalian Masih Di sini,..."Ucap Papa Nya Yogi.
Mendengar suara papa Nya ..seketika Erwin Dan Yogi Melepaskan Pelukan Mereka dan Melihat Papa Nya.
"Ehh Papa ...ada Apa Mau Mama Ambilkan Sesuatu."Ucap Mama Yogi.
"Tidak,papa Tadi Tidak Sengaja Melihat Balkon Masih Terbuka Ternyata Kalian Semua Di sini."Jawab nya Sambil Menjelaskan.
"Yah Sudah sana Ini sudah larut,Ayo Tidur."Ucap Papa Yogi memerintah.
"baik..."Jawab erwin.
Tanpa Berkata kata Yogi Pun Segera Meninggalkan Balkon Dan Menuju Kamar nya.
***
Reva Masih Memikirkan,Apakah Keputusan yang Dia Ambil Sudah Benar.Dia Benar Benar Pusing Memikirkan Semua ini.
Malam Semakin Larut,Mata Reva Tak Bisa Tertutup Dia Terus Memikirkan hal ini.Entah Apa Yang Harus Dia Katakan kepada Papa Mama Nya Dan Keluarga Besar Nya.
Alasan Apa Yang Harus dia berikan Jika Mereka Bertemu Dengan Yuri,Jelas Dia Tak Bisa Selama Nya Menyembunyikan Yuri,Cepat atau lambat Pun Yuri Akan Bertemu Yogi.
Dan Hal Itu Tak Bisa Dia Pungkiri,Dia Benar Benar Pusing Tidak karuan Semakin Dekat Jadwal Pemberangkatan Semakin Dia Gelisah Tidak karuan.
"Ohh Tuhan Bantu Aku,Apa Yang Harus Aku Lakukan,apa Yang Harus Aku katakan."Ucap Nya Sembari Berdoa,
*Flash back Sedikit.
Setelah Kejadian Malam Itu,Reva Masih Menjalani Hari Hari Nya Seperti biasa.Walaupun Setiap Saat Dia Slalu Bertemu Yogi.
Tapi Dia Berusaha Berpura Pura Tak Terjadi Apapun Antara Mereka Berdua.Mungkin Reva Bisa Berfikir Begitu Tapi Tidak Untuk yogi.
Seminggu Setelah Kejadian Itu,Tiba Tiba Reva Mendapatkan Pesan Singkat Dari yogi.
__ADS_1
*Kak Yogi Massage :
Bisakah Kita Bertemu* .
Membaca Pesan Dari Yogi,Membuat Hati Reva Berdebar Tak Karuan.Entah Sejak kapan dia Mulai Seperti Itu.
Dia Benar Benar Gugup.
Baru Akan Membalas Pesan Dari Yogi,Tiba Tiba Ponsel Nya Bergetar.
kak Yogi Memanggil....
Dengan Segera Dia Menjawab Panggilan Nya,dengan Hati yang Tak Karuan.
"i..ia Hallo Kak."ucap Nya Gugup.
"Mengapa Kau Hanya Membaca Pesan Ku,dan Tidak Membalas nya."tanya Yogi.
"Maaf,kak Itu Tadi ...aku Sedang Mengerjakan Sesuatu."Jawab nya Gugup.
"Ohh...baiklah,Sekarang Lihat di Jendela Kamar Mu."
Dengan Cepat Reva,Berlari Menuju Jendela Kamar Nya.Dan Benar Saja Yogi Terlihat Sedang berada Di Depan Pintu Gerbang Rumah Nya.
"jika Kau Tak ingin Ada Yang Melihat,Cepat Lah Turun Ada Yang Ingin Ku Katakan."Jawab nya.
"tapi,jika Papa Mama Ku pulang Dan Tak Melihat Ku di Rumah Mereka Akan Marah Kak "ucap Reva Beralasan.
"jika Mereka Marah,aku yang akan Tanggung jawab."yogi Coba Yakin Kan Reva.
Dia Sangat Tau Bahwa,reva Sangat Menghindari Nya Selama Kejadian Itu.Dan Jika Bisa Mengulang Waktu Dia Tak Ingin Itu Terjadi.
"*Tapi Kak..."Ucap Reva.
"Jika Kau Tak Ingin Keluar,aku tidak akan Pergi* ."
Mendengar Perkataan Yogi,Semakin Membuat Reva Merasa Takut ..Takut jika ada Yang Melihat yogi apa yang harus dia lakukan.
"baiklah Tunggu Sebentar,aku akan Turun kak." Ucap nya.
Dia Pun Mematikan Panggilan Yogi,dan Bergegas Mengambil Tas Nya Di atas Meja.Lalu Melangkah Keluar.
"ayo...sebelum Orang Rumah Ku datang Kak,.."Ucap Nya Takut.
__ADS_1
Entah bagaimana Bisa Seorang Yogi,tiba Tiba Merasa Bahagia dia Sempat Tersenyum Kecil Dengan Segera Ia Dan Reva Naik Ke Dalam Mobil.
Mobil Yogi Melaju Meninggalkan Halaman Rumah Reva,.saat Ini Mereka Menuju Sebuah Taman Di Pinggiran Kota.
Setiba Nya Di Sana,Yogi Pun Dengan Segera Memarkirkan Mobil nya Dan Mengajak Reva Turun.
Reva Terlihat Agak Raku Akan Hal Itu,Pasal Nya Ia Seperti Merasa Canggung Setelah Kejadian malam Itu.Kejadian Yang Menurut Nya Benar Benar Tak Masuk Akal Sehat nya.
Yogi Yang Melihat Kekhawatiran Reva Pun,Paham Apa Yang sedang Di Pikiran Reva Saat ini.Yah Sebenar nya Reva Dan Yogi Bisa di Bilang Memang Saling Mengenal tapi Tidak Terlalu Akrab Juga Tidak Terlalu dekat.
Tapi Saat ini Ia Juga Merasa Sedikit Canggung Terhadap Reva,bahkan Sekedar Menyapa Pun Mungkin Akan Berfikir Ratusan Kali.
"*Ayo,kita Turun Aku tidak akan Melakukan Hal Gila Terhadap Mu."ucap Yogi Meyakinkan reva.
"Di sini Aja Kak,kakak Mau Bicara Apa."Jawab Reva*.
Saat Ini Reva Benar Benar,takut Jika Kedapatan Orang Tua Nya Atau Keluarga Nya Yang Lain.jadi Dia Memilih Berbicara Di Dalam Mobil Saja.
yogi,menarik Nafas Dalam Dalam Sebelum Memulai Pembicaraan Kepada Reva.Entah Ini Baik Atau Tidak Tapi Dia Tak Ingin Di Asing kan Seperti Ini.
"*Hmm ...Reva Mungkin Kata Maaf Aja Gak akan Cukup,Untuk Merubah Segala Nya."Ucap Yogi Sembari Bersandar di Kursi Mobil Nya.
"Hmm .... Maksud kakak apa Yah."jawab Reva Binggung.
"Rev,Saya Benar Benar Minta Maaf Soal minggu lalu,Harus Nya Saya Bisa Mengontrol Diri saya Sendiri."Ucap Yogi.
"Saya Benar Benar Minta Maaf Rev."Tambah Nya*.
Selama Yogi Berbicara,reva Selalu Menatap nya Dengan Sangat Dalam,Dan Dia Bisa Melihat Ketulusan Dari Perkataan Yogi Saat ini.
Sebelum Menjawab Pertanyaan nya yogi,Reva Menarik Nafas Dalam Dan Membuang Nya Kembali.
"*kak,sudahlah ...semua Sudah Terjadi,Aku Bisa Apa Sekarang.jika Di Katakan Marah Yah,Aku marah Tapi Kembali Lagi Marah Ku Tak akan Merubah Keadaan Atau Kembali Ke Waktu Itu."jawab Reva.
"Jangan Terlalu Membebani Dirimu seperti Itu,,Toh Kita Tidak Bisa Melawan Takdir Kita yang telah Tertulis di sini"Tambah Nya Sembari Memperlihatkan Telapak tangan nya*.
Melihat Sikap Reva,yang Bisa Menerima semua Nya Dengan Ikhlas Membuat Yogi merasa Makin Bersalah Karna Telah Merusak Wanita Baik Di Sebelah Nya Itu.
"*Tapi Rev..."Ucap yogi.
"Apa Lagi Kak,Jangan Pakai Tapi Tapian."Jawab Nya dengan Senyum Manis nya*.
Yogi,benar Benar bersalah.
__ADS_1
"