Kisah Hidup Lagi

Kisah Hidup Lagi
takdir


__ADS_3

"ya gak begitu juga AA bii, bantu ibu aja di restoran hari ini ya" ucap ibuku


apa lagi, apa gak bisa lihat aku bahagia


"loh padalan aku mau main game sepuasnya


Bu" ucap diriku


"oh.. begitu kamu gak mau bantuin ibu, hem itu artinya kamu sudah mulai ngelawan sama orang tua" ucap ibuku


ngelawan apa siih, lebai amat si ni orang


"ngelawan apa an Bu, aku cuman mau main game sepuasnya, kok melawan" ucap AA bii


"AA bii kamu masih ingat gak, kitakan sudah buat perjanjian, kalo kamu mau geme nya jadi kamu harus nurutin kata ibu dan gak boleh nakal" ucap ibuku


ternyata aku belum memahami kerja dunia ini, begini aja udah nakal


"i.. ya bu tapi kapan beli game nya" ucap AA bii


'kalo sikap kamu kayak gini kayaknya batal aja deh" ucap ibuku


kenapa aku selalu merasa di bodoh bodoin sama wanita ini


"lah bu kitakan sudah dil sebelumnya" ucap AA bii


"kan seperti yg ibu bilang, semua bisa berubah kalo kamu melawan dan nakal" ucap ibuku


"tapi bu" ucap AA bii


"kamu mau ngomong apa lagi AA bii" ucap ibuku


turutin aja lah dari pada makin panjang kan

__ADS_1


"iya de bu.. aku bantuin ibu bekerja, walau padalan aku yg masih TK sudah di suruh nyari duit" ucap AA bii


"jangan menggunakan kalimat menyedihkan seperti itu, ibu gak akan terpengaruh ayo kita berangkat ibu sudah siap siap" ucap ibuku


"tunggu bentar bu masih ada yg ketinggalan" ucap AA bii


ibu yg sedang menungguh


"AA bii kok lama sekali cepat udah siang ni AA bii" ucap ibuku


"iya cerewet amat sii" ucap AA bii


"kamu bicara apa tadi AA bii" ucap ibuku


"gak ada, aku gak ngomong apa apa kok bu" ucap AA bii


kedengaran rupanya


kami pun berangkat dari rumah ke restoran ibu ku


"lihat ke arah jalan AA bii masih kecil tapi sudah mencari uang di lampu merah menjual tisu kalo kamu lihat mereka kasian gak AA bii" ucap ibuku


"gak sama sekali" ucap AA bii


"kok gak, kenapa kamu gak kasihan sama mereka"( apa aku selama ini terlalu memanjakannya ya) ucap ibuku


sialan di bagian episode yg mana aku di manja


"karna itu, sudah di takdir kan Bu , bagi mereka yg bersabar menghadapi takdir mereka, dan mempelajari jalan kehidupan ini mereka akan sukses, dan sebaliknya bu, mereka yg salah menagapi takdir dengan negatif pasti akan susah' karna tak bersabar" ucap AA bii


"kamu terlalu banyak nonton tv tentang ceramah" (ni kenapa anak umur 5 tahun bisa punya pemikiran kayak gini gak bisa di biarin nanti ngerunjak bisa gawat)ucap ibuku


"itu hanya masukan ku saja bu, kan masuk akal di terimah dong" ucap AA bii

__ADS_1


lah dia mau marah kagak jelas gua serba salah intinya


"yg kamu tau hanya geme, baru umur 5 tahun sok sok an tau kerja dunia"( gua sudah ngucap gini dia pasti gk ngelawan lagi) ucap ibuku


"iya de bu iya, uda lampu hijau tu bu ayo maju" ucap AA bii


"ibu tau kok sebelum kamu kasih tau ibu juga tau kalo itu lampu hijau" ( sok ngajarin gua lu) ucap ibuku


"iya iya Bu" ucap AA bii


"kok lama sekali nyampenya bu" ucap AA bii


"itu di seberang" ucap ibuku


sampai di restoran ibu bii


"restoran ibu besar juga ya " ucap AA bii


"ya iya dong, ibu mulai dari angka nol loh hebat kan" ucap ibuku


"ya udah ayo masuk biar ibu perkenalkan sama yg lain" ucap ibuku


"iya bu" ucap AA bii


kami pun masuk ke dalam restoran sambil perkenalan diri dengan bahasa dunia ini


"halo semua" ucap ibuku


"SELAMAT DATANG BOS" ucap semua mbak yg berkerja tempat ibuku


"coba lihat siap yg aku bawa ini, dia akan membantu kita hari ini, ayo perkenalkan dirimu AA bii" ucap ibuku


"iya bu" ucap AA bii

__ADS_1


"pagi semua perkenalkan nama ku AA bii,aku satu satunya anak dari ibu bii, hari ini TK ku sedang mengalami musibah yang tak tau penyebabnya, ibu bii mengetahui duluan berita itu, baru memberitahukan ke pada ku, memaksa aku untuk bekerja di restoran ibu bii, dengan paksaan sekian terimakasih" ucap AA bii


__ADS_2