KISAH KASIH DI SMK

KISAH KASIH DI SMK
Prolog


__ADS_3

Hari senin adalah hari yang paling membuat semua orang menjadi malas karena harus kembali ke aktifitas biasa setelah hari minggu, hari dimana kita bisa melepas semua beban dan pekerjaan setelah hari yang begitu sibuk begitu juga yang dirasakan ayuk seorang anak smk yang berasal dari Buleleng, ayuk baru saja naik kelas Xl, ayuk bersekolah disalah satu sekolah negeri terfavorit di Denpasar. Hari ini adalah hari pertama ayuk masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas.


Ayuk sampai di sekolahnya sekitar pukul 8.00 ia segera berlari masuk ke sekolahnya namun gerbang sekolahnya itu sudah tertutup rapat.


"Pak" seru ayuk dengan nafas yang masih tersenggal.


"Aduhh baru mulai sekolah sudah telat bagaimana kalo tiap hari sekolah" kata satpam sekolahnya.


"Karena baru mulai sekolah saya telat pak kalo udah tiap hari ngak mungkinkan saya telat" sanggahan ayuk sambil matanya melotot ke arah pak satpam.


"Iya ya" pak satpam sambil tercengir.


"Mending bapak bukain saya gerbang deh pak daripada cengar-cengir ngak jelas" suara ayuk yang agak meninggi karena emosi.


Pak satpam pun dengan segera membuka gerbang sekolah itu.


Tanpa mengucapkan terimakasih ayuk langsung berlari menuju lapangan upacara.


Ia bermaksud mengendap-endap masuk barisan dan ternyata buk dani guru paling killer di sekolahnya dan juga sebagai guru BP sudah berada di belakang barisan siswa dan benar saja bu dani mengetahui ayuk yang datang terlambat.


"Kamu" dengan nada tinggi bu dani memanggil.


"Saya buk?" ayuk sambil menunjuk dirinya dengan telunjuk.

__ADS_1


"Iya, Gusti Ayu Maharani siapa lagi yang datang terlambat selain kamu" suara bu dani yang semakin tinggi.


"Iya bu maaf" dengan wajah merunduk ayuk menjawab gurunya .


"Nanti setelah selesai upacara kamu datang ke ruangan saya!" bu dani sambil menyilangkan tangan di dadanya.


''Baik bu" dengan selembut mungkin ayuk menjawab.


Ayuk kembali melangkah menuju barisan kelasnya banyak mata yang memandang tak suka terhapnya namun ayuk tetap saja masa bodo terhadap mata-mata yang menatapnya.


Setelah selesai upacara semua siswa kembali kelas masing-masing, kecuali ayuk dia harus ke ruangan bu dani.


"Mau aku temani yuk?" tanya sari teman sebangku ayuk.


"Ocedeh aku duluan ya, siapin tuh telinga buat suara cempreng bu dani." ejek sari.


"Iya udah aku siapin baskom😂" jawab ayuk.


Ayuk pun berjalan menaiki anak tangga, lalu belok kiri.


Sesampainya ayuk di depan ruangan bu dani, ayuk menarik nafas panjang karena ia tau, pasti bu dani akan memberinya banyak ceramah.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


Ayuk mengetuk pintu ruangan bu dani.


"Masuk" jawab seseorang dari dalam ruangan.


"Permisi buk" salam ayuk sopan.


"Ayuk-ayuk kamu itu anak yang pintar tapi kenapa kamu suka sekali melanggar peraturan sekolah, lihat sepatu kamu hari senin bukannya menggunakan sepatu pantopel tapi menggunakan sepatu pink begitu dan itu rambutmu itu harusnya diikat dua bukanya di jedai begitu kayak ibu-ibu mau ke pasar." omelan bu dani panjang lebar.


"Iya bu maaf tadi sayakan kesiangan bangun jadi ngak sempat." jawab ayuk sambil menunduk karena ia tau perbuatannya salah.


"Sekarang hukuman kamu lari keliling lapangan upacara 30 kali." suruh bu dani.


"Tapi buk." sanggahan ayuk.


"40 kali." jawab bu dani singgkat.


"Ta..." belum selesai ayuk menjawav sudah dipotong bu dani.


"50 kali. Semakin kamu ngelawan semakin lama kamu lari." bu dani sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Iya buk maaf. 30 kali aja ya" jawab ayuk dengan wajah sok imut.


"Ya sudah cepat." jawab bu dani.

__ADS_1


Jangan lupa like & komen ya ini novel pertama author😍😍


__ADS_2