
Ayuk hanya diam mematung mendengar ucapan yuda.
"Maafin aku ya gara-gara aku kamu jadi putus sama yuda." ucap eka memecah keheningan.
"Ini bukan salah kamu ka. Yudanya ada yang terlalu egois." jawab ayuk.
"Ya udah aku antar kamu pulang ya" ucap eka kawatir.
"Ngak usah, sayangkan balik lagi udah di depan toko." ucap ayuk.
"Kamu yakin?" tanya eka ragu.
Ayuk hanya mengangguk sebagai jawaban.
Mereka pun masuk ke toko buku tersebut, dan eka langsung mengambil beberapa buku.
"Kamu ngak beli buku dok?" tanya eka.
"Ngak aku udah banyak punya novel." jawab ayuk.
"Ohh" ucap eka singkat.
Setelah selesai membeli beberapa buku ayuk dan eka pun berjalan menuju parkiran.
"Cedok kamu mau makan dulu?" tanya eka.
__ADS_1
"Ngak usah ka, nanti aku dicariin lagi sama nenek." jawab ayuk.
"Ya ampun, dok aku lupa ngasih tau kamu tadi papa kamu telpon aku katanya nenek sama kakek kamu pulang ke Buleleng karena tante kamu udah melahirkan, terus papa kamu juga ikut." ucap eka.
"Kenapa papa ngak langsung aja telpon aku?" ucap ayuk.
"Kata papa kamu, kamu ngak bisa dihubungi" jawab eka.
"Hehehe, iya juga hp kan aku ketinggalan." jawab ayuk sambil tertawa kecil."
"Dasar pikun" ucap eka.
"Ekkk" ayuk sambil menjulurkan lidahnya.
Butuh waktu 30 menit ayuk dan eka pun sampai di depan rumah ayuk.
"Iya anak manja" jawab eka.
Ayuk pun masuk ke dalam rumahnya, dan segera mengambil hpnya yang ketinggalan di atas meja belajarnya, ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari papanya. Karena kelelahan ayuk tak sadar matanya sudah tertutup dan tidur tanpa menggati baju sekolahnya.
Setelah 2 jam ayuk tidur ia pun bangun sambil mengucek-ucek matanya, dan bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan mengganti pakaiannya, ayuk menggunakan baju kaos berwarna pink warna kesukaannya, dan menggunakan celana jeans pendek.
Ayuk berjalan menuju dapur, sampai di dapur ayuk melihat meja makan masih kosong itu artinya ia harus memasak terlebih dahulu. Ayuk bergegas mengambil tas kain dan berjalan ke garasi mengambil sepeda dan pergi ke pasar, jarak pasar lumayan dekat dengan rumah ayuk, ayuk lebih suka berbelanja ke pasar tradisonal.
Sekitar 10 menit ayuk menggayuh sepedanya untuk sampai di pasar.
__ADS_1
Di pasar
Ayuk segera memarkirkan sepedanya dan berjalan menyusuri pasar untuk membeli bahan makanan.
Tak sengaja ayuk menemukan pedagang ikan , ayuk sangat semua menyukai jenis ikan, ia membeli 1 kilo ikan jair karena sudah lama ia tidak makan ikan jair.
Karena dirasa semua keperluannya sudah dibeli ayuk pun berjalan keluar pasar, tak sengaja ayuk melihat ke sebrang jalan ia menemukan pedagang martabak telur, makanan kesukaannnya, ayuk mencoba menyebrang jalan meskipun kepalanya terasa berat ia melangkahkan kakinya pelan-pelan, ayuk memiliki trauma berat saat menyebrang jalan, terutama di jalan raya.
Brukkk...
Baru beberapa langkah ayuk sudah terjatuh, namun sebelum badan ayuk menyentuh aspal ia sudah lebih dulu jatuh pada dada bidang milik seseorang, lalu ayuk dibawa ke pinggir jalan.
"Kamu ngak papa?" tanya orang itu.
"Anak kecil lain kali kalo belum bisa nyebrang minta bantuan sama orang dewasa, pakek sok-sokkan mau nyebrang sendiri." lanjut orang itu.
Ayuk yang awalnya ingin berterima kasih mengurungkan niatnya setelah mendengar ucapan terakhir orang itu. Ayuk berusaha berdiri namun kepalanya masih terasa berat.
"Makanya kalo belum kuat jangan berdiri dulu. Kamu sama siapa kesini?" tanya orang itu.
"Sendiri." jawab ayuk singkat.
"Anak kecil kok dikasih pergi sendiri, kamu kelas berapa masih SMP atau SD?" tanya orang itu.
Ayuk tidak menjawabnya dia langsung berdiri dan meninggalkan orang itu tanpa mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Sementara orang yang membatu ayuk hanya heran dengan sikap ayuk yang menurutnya tidak sopan.
jangan lupa like dan komen ya readers😍