
' Hari-hari berikutnya, aku melanjutkan pendidikan di salah satu universitas ternama, sedangkan kak Ian kuliah sambil bekerja di perusahaan ayah, kami satu campus tapi beda jurusan. kak ian akan menunggu ku sepulang campus di depan pintu gerbang.
' dari kejauhan aku melihat kak Ian yang tampak menggunakan setelan jass rapi dengan perlahan aku menghampiri kakak,.
" kak mau kemana kok rabi sekali, ada acara di jurusan kakak,???" tanya Abi.
" bukan kok... kita di minta oleh ayah berkunjung ke rumah."
" owh, emang ada masalah apaya kak?"
" kakak juga belum tau pasti"
' mereka pun pergi dengan menaiki mobil menuju kekediaman orang tua mereka.
"assalamualaikum.... ayahhh....." sahut Abi dan Ian.
" waalaikum salam...." jawab ayah dan ibu, menghampiri kami.
" akhirnya Kalina tiba bagaimana keseharian kalian berdua, apakah ada kendala???" tanya ayah melirik mereka berdua.
" baik kok yahh... seperti biasanya."
' dengan ragu-ragu tampak ayah menelan ludah dan hendak menyampaikan sesuatu.
" ayah kenapa... baik-baik aja kan???"tanya Abi.
__ADS_1
" begini kalian kan sudah setengah tahun menikah, apa kalian tidak ingin memberi kami selaku orang tua mu cucu...
' sontak membuat Abi tercengang menganga mendengar permintaan ayahnya,sementara itu Ian tampak tenang mencerna permintaan yang di ajukan ayah itu.
" jika itu yang ayah mau, insyallah kami akan melaksanakannya..." cool sambil mengatur nafas menyusun kalimat.
" tapikan yahhh.... kuliah Abi bagaimana???" sahut Abi sambil mengerutkan dahinya.
" hanya itu yang ayah inginkan dari kalian berdua, " sambil memasang wajah polos, dan mata yang nampak berkaca-kaca.
" ibu juga setuju nak... kalian pun sudah cukup umurkan, kami hanya bisa menunggu kematian datang menghampiri kami, yg kami inginka hanyalah cucu, nak....."
' Abi takkuasa melihat orang tuanya menangis yang ikut menangis menghampiri pangkuan orangtunya.
' setelah makan malam selesai di rumah ayah dan ibu, kami pun kembali ke rumah. mengingat amanah yang di sampaikan ayah membuat Abi canggung
" kakak tidak akan melakukan itu hanya kerena kamu ingin membahagiakan orang tua semata bi, kalau kamu belum siap kakak masih bisa bersabar."
' mendengar kata-kata kakak abi langsung lari ke pelukan Ian.
" bukannya gitu kakak, aku hanya malu untuk memulai suatu hubungan, aku takut di masa depan aku akan terluka." menangis sambil mengeratkan pelukannya ke badan Ian.
" kakak janji akan selalu menjaga dan mencintaimu 'this whole heart for you'
aku mencintaimu, kini nanti dan selamanya......."
__ADS_1
' memeluk dan menepuk pundak Abi yang masih menangis, Ian mulai, merebahkan diri dengan Abi yang masih ia peluk eratnya.
..........( beautiful night ).........
# esok paginya !
"kak bangun udah jam 9 nih.... kakak engga kerja" seru Abi.
" engga ah... kakak masih betah di kasur "
jawab Abi dengan mata tertutup kerena kelelahan.-_-
Ding... dong......suara bell rumah kediaman Ian dan Abi.
" Oey... Oey keluar.... "
' terdengar suara lantang keras seorang gadis mengoceh di depan rumah ian sontak beberapa tetangga melirik. Abi yang membuka pintu dan langsung mendapat tamparan keras dari sanggadis,.
" dasar pelacur... sialan loh... gara-gara Lo.. gw di putusin sama Ian,hummmm jadi tipe cewek kyak lo yang udah ngasut orang tuanya ian."
' ****Ian**** yang mendengar keributan dari luar langsung menghampiri dan menepis tangan Laras yang merupakan mantan pacar Ian, Meraka putus kerena Laras diam-diam selingkuh.
"apa-apaan sih loh, gw kan udah bilang kita udah engga ada hubungan lagi, gw udah nikah sama cewek yang jauh lebih baik dari kamu, yang lebih setia."
' Abi yang terbengun langsung lari kedalam kamar dan mengunci pintu.
__ADS_1