
" Abi kakak mau kelar kamu mau nitipa apaan " tanya Ian
" engga ada tuh... aku cuma mau nitip rindu ke kakak aja, nitip jaga diri yah....'* senyumm kecut.
" wah... istriku yang satu ini udah pinter ngegombal yahhh... "
" boleh kakak ijinin Adek ngegombal tapi cuma ke kakak aja bisanya " hhhhhhh....
" hah... emang istri kakak ad berapa emangnya,"( " istriku yg satu ini " )
nampak kesal dengan kerutan alis Abi.
" astaghfirullah apaan sih dek istri kakak yahh cuma kamu seorang saja di hatiku yang paling dalam"
" apaan sih kak, !!!! "
" yaudah.. kakak berangkat dulu yahhh hati-hati di rumah...!!!"
' saat Ian berbalik dan ingin berangkat, tiba-tiba Abi merasa mual lagi.
" kak kalau engga buru-buru bisa engga kakak temani aku periksa Adek undah engga tahan, kepala Adek juga puaing." sahut Abi yang terlihat pucat dan berkeringat itu.
__ADS_1
" kalau gitu kakak kabarin orang kantor dulu yahh... supaya kerjaan kakak bisa di handle dulu sama staf yang lain."
' mereka pun berangkat ke rumah sakit terdekat untuk cek penyakit apa yang di derita istrinya.
" kak kita ke rumah sakit milik sepupu aku aja sekalian supaya mempermudah konsulnya, alamatnya ada di telpon Adek." seru Abi sambil mengatur nafas yang menahan mualnya.
" Iyya..."
' sampailah ia di rumah sakit yang terletak di pertengahan kota, rumah sakit milik sepupu Abi yang bernama akhwat nur indah yang kerap di panggil indah oleh para staf nya itu.'
" orangnya bisa di bilang bucin, yang tidak mempermasalahkan persoalan perasaan, memiliki perawakan manis berkacamata."
" maaf sus ! ruangannya dokter indah di sebelah mana yah...?" tanya Ian kepada suster yg lewat, sambil memapah istrinya.
" permisi dokter " seru Ian.
" eh... Abi kamu kenapa sini..." memapah Abi ke tempat tidur.
' sementara itu Ian yang di suruh menunggu di ruang duduk dokter indah , nampak cemas akan istrinya.'
" ow..... ini cuman gejala biasa kak...."
__ADS_1
" kak Ian engga usah cemas" tersenyum dan mengulurkan tangannya ke Ian menjabat dan berkata"
" kak Ian selamat yah... ini cuman tanda awal dari kehamilan Abi emang kak Ian engga pernah tau yahhh tanda-tanda ibu halil-_-"!?
' Ian yang mendengar ucapan dari dokter indah tak kuasa menahan haru bahagia kerna dia akan menjadi seorang ayah mudah...
Ian pun menghampiri istrinya yg masih lemas kelelahan, dan memberitahukan tentang kehamilannya tetesan air mata luluh mengalir pecah, Ian yang tampak seperti orang kebingungan sangking bahagianya langsung menelpon untuk mengabari orang tua dan mertuanya.'
' di sisi lain orang tua mereka yang mendengar kabar baik itu ikut bahagia, kerna hal yang ia nanti-nantikan akhirnya terjadi.
' sepulang dari rumah sakit Ian memperlakukan Abi jauh lebih baik lagi, kerna kehamilan Abi sudah menginjak dua bulan.
" makasih yahhh dek... ini mungkin hadia terbaik yang pernah kakak dapat "
sambil menggenggam erat tangan sang istrnya.
" tapi kak aku khawatir melahirkan itu memerlukan biaya yang banyak kan, apa tabungan kita cukup apalagi hanya kakak yang bekerja, aku malu untuk meminta uang dari orang tua kita, pokoknya kita harus mandiri. tegas Abi yang tampak banyak pikir.
" Adek engga perlu pikir kesana dlu, masalah biaya ini itu, insyaallah kakak masi sanggup mencari nafkah... demi keluarga kita."
' seketika terdengar suara mobil terparkir di depan rumah, yang ternyata keluarga kami.
__ADS_1
"' assalamualaikum, Alhamdulillah akhirnya aku akan punya cucu,". seru Alamsyah ayah dari Abi,
" kalau begitu mari kita adakan acara" seru balik ayah adiyatmah.