Kisah Pilu Hidupku

Kisah Pilu Hidupku
berbohong


__ADS_3

"pah aku mau ke bandung,aku pengen coba daftar kuliah di sana,aku duduk sambil menonton televisi bersama dengan adekku dan kedua orang tuaku.


"ya sudah kalo kamu mau kebandung dan kuliah di sana tidak apa-apa nanti papah telpon paman kamu kalo kamu mau ke bandung.papah ku duduk dan memegang handphone nya kemudian dia benar-benar menelpon saudara aku yang ada di bandung.


aku adalah anak ke dua dari tiga bersaudara kakaku bernama Heni adekku bernama Tina saat itu aku baru lulus SMA Ade ku masih duduk di bangku SMP dan Kaka aku sudah bekerja.


saat di tanya mau kuliah di mana aku menjawab untuk kuliah di Bandung karena memang aku saat itu menginginkan untuk kuliah disana.


pas aku menjawab kalo aku mau kuliah di Bandung langsung lah papah aku mengabari saudara aku yang di sana bahwa aku memutuskan untuk kuliah di sana dan papah aku menitipkan aku ke saudaraku karena kebetulan di Bandung aku banyak saudara juga.


"Rahma papah sudah menelpon paman kamu yang di Bandung,dan rencana kami untuk berangkat kesana kapan.papah ku bertanya santai sambil menyalakan rokok karena papah aku meroko si..


"ya terserah papah mau nyuruh aku berangkat kapan.aku jawab santai sambil memainkan handphone.


"ya sudah besok kamu beli tiket kereta nya segeralah kamu berangkat saja.papah ku membuka dompet dan memberi uang ke aku untuk membeli tiket kereta api.


setelah aku di kasih uang untuk membeli tiket aku kontek dengan temen aku yang di Jakarta dan bilang kalo aku mau ke Bandung naik kereta api namu temen aku malah menyuruhku untuk pergi ke Jakarta saja bekerja di sana dan nanti dia yang akan menolongku saat aku di Jakarta.


aku percaya dengan dia karena aku sudah menganggap dia seperti Kaka aku sendiri..


dan pagi nya aku pergi ke setasiun untuk membeli tiket dan yang aku beli tiket jusuran ke Jakarta kota bukan malah ke Bandung,di situ lah awal mula aku berani membohongi orang tuaku sendiri.


"pah aku sudah membeli tiket nya dan keberangkatannya besok pagi pukul 07.15 kereta nya berati aku dari sini harus pagi.sambil aku duduk di ruang sebelah makan kacang asin.


"ya sudah besok pagi papah antar kamu,berjalan keluar membawa buku untuk menghitung kayu yang baru datang.

__ADS_1


saat itu papah aku adalah pengusaha kayu di bilang dia adalah seorang pengusaha kayu yang sudah di kenal banyak orang bahkan sampai luar daerah.


kehidupan kami waktu itu di bilang cukup namun penampilan dan perilaku kami tetap biasa dan sederhana.


aku termasuk anak yang paling dekat dengan papah aku kadang aku suka membantu papah aku menghitung kayu yang baru saja datang dan baru saja di potong di bilang aku cukup mengerti dalam hal itu karena mamah dan papah aku sering mengajariku.


ya..cukup sudah si,tapi otakku bisa mengerti..hehehe


ke esokan harinya aku bangun cukup pagi pukul 05.00 saat itu aku berkemas pakaian yang akan aku bawa,dan mamah ku sibuk membuatkan aku sarapan dan bekal ku untuk di jalan.


setelah semuanya selesai aku pun berangkat di antar papah aku ke setasiun.


"kami hati-hati ya Rahma papah kamu sudah menelpon paman kamu.mamah aku sambil matanya berlinang linang kaya mau nangis


"iya mah.. aku berangkat dulu ya.sambil memakai sepatu.


pas mau naik motor temen aku yang di Jakarta kirim pesan dan menanyakan aku sudah berangkat apa belum,dan aku pun membalas pesannya kakak aku lagi perjalanan menuju setasiun sebenarkan aku tidak mau membohongi papah aku tapi tidak tau kenapa aku malah percaya dengan temen aku itu.


pas sampai di setasiun aku sedih melihat papah aku karena harus berpisah tapi di sisi lain aku sedih sudah membohongi dia.


sambil menunggu kereta datang papah aku mondar mandir melihat ke arah jalur kreta pas kereta datang aku langsung berpamitan dan memeluk papah aku..


sedih banget rasanya 😭


"nanti paman kamu menelpon kamu ya udah papah kasih no kamu ke dia.papah aku sambil berdiri di luar pagar pembatas.

__ADS_1


dalam hati aku bimbang aku turun di Bandung apa aku harus tetap ke jakarta tapi di depan papah aku tetap bersikap seolah olah aku akan turun di bandung.


"iya pah aku naik dulu ya.sambil mencium tangan papahku dan saat aku berjalan naik ke kereta api aku meneteskan air mata.


saat sudah di dalam kereta api aku mengirim pesan ke temen aku yang di Jakarta kalo aku sebentar lagi berangkat keretanya,dia pun membalas pesan aku setelah itu kereta pun jalan dan papah aku masih berdiri di tempat yang sama saat mengantar aku masuk ke kreta.


hati aku sedih melihat nya dan tak bisa menahan air mata aku pun menangis dan dalam hati aku meminta maaf karena sudah membohongi nya namun setelah kereta melaju sudah cukup jauh kesedihanku pun hilang dan aku menikmati perjalanan sepanjang jalan aku memikirkan aku harus berhenti di mana Bandung atau Jakarta tiba-tiba paman aku menelpon aku.


"kami sudah sampai mana rah..nanti kamu turun di stasiun Kiaracondong ya janah kelewatan. dalam telpon paman aku suaranya berisik gak tau sedang dimna dia saat itu.


"iya paman aku sekarang sudah di tasik.aku menjawab santai seolah olah benar benar akan turun di stasiun kiaracondong.


saat perjalanan aku melihat suasana pesawahan dari dalam kreta dan beberapa jam aku sudah sampai di Cicalengka paman aku menelpon ku lagi namun gak aku jawab dan dia kirim pesan ke aku menanyakan sudah sampai mana gak aku jawab dan berkali kali dia menelpon aku akhirnya aku jawab.


"iya paman aku sudah di Cicalengka ini.padahal aku sudah memutuskan untuk ke Jakarta namun masih tetap bilang seolah olah aku akan turun di kiaracondong.


"ya sudah kalo udah turun telpon paman ya nanti biar paman jemput kamu..


"iya paman.dengan santai aku menjawabnya padahal aku akan turun di Jakarta kota.


sepanjang perjalanan aku di kreta tidak mengobrol dengan siapa-siapa karena yang duduk di depan kundia tidak mengajak ku mengobrol dan kebetulan juga dia turun di Tasik dari Tasik aku duduk sendirian saat kreta sampai di stasiun Kiaracondong aku bingung turun atau tidak tapi aku tetap duduk di kreta dan tidak bersiap siap untuk turun.


satai aku duduk malah hahahha...


kreta pun melaju kembali dan aku meninggalkan stasiun Kiara condong kira-kira sekitar 2 jam lagi aku sampai di Jakarta kota selang setengah jam paman aku menelpon ku menanyakan aku ada di mana dan akhirnya aku menjawab kalau aku keblabasan ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2