
"aku kapan di bawa kamu kerja mas sudah 1 Minggu aku di Jakarta tapi belum juga di bawa kerja katanya 3 hari kemudian,kalo kaya gini aku mau makan apa kosan juga harus di bayar nya emang kamu mau menanggung semua. aku ngomel ke mas Asep menagih janjinya yang katanya akan membawa aku kerja.
setelah aku menelpon mas Asep dia datang ke kosan aku membawakan aku makan siang dan dia juga dari kantor sengaja membawa makan siang untukku namu saat itu aku tak peduli yang aku pedulikan kapan aku bisa kerja..
mas Asep pun malah mengalihkan pembicaraan dan menganggap omongan aku sepele dalam hati aku saat itu sangat kesal sekali di bela belain datang ke Jakarta dan membohongi orang tua katanya mau di masukan kerja malah sudah sampai 1 Minggu belum ada titik terang.
"mas kamu gimana si di tanya malah mengalihkan pembicaraan. aku memukul meja dan marah aku tidak peduli saat itu karena aku benar benar sangat kesal
"sabar Rahma nanti juga kamu kerja. langsung mas Asep berdiri dan berusaha menenangkan aku.
tanpa berbicara aku langsung berjalan naik ke atas dan meninggalkan mas Asep di ruang bawah,kemudian aku di kamar sangat kesal dan mengirim pesan ke cowo aku untuk aku di bawa nya ke Cengkareng namun cowo aku tidak berani karena dia juga tinggal bersama saudaranya mau gak mau aku bertahan di kosan ibu mas Cucun.
hari demi hari tak kunjung aku bekerja hampir 1 bulan aku di Jakarta cuma makan tidur dan tanpa sengaja teman satu kosan aku si Risma menawarka pekerjaan ke aku untuk bekerja bersama dia di bank permata aku seneng dong akhirnya aku kerja juga..
"ris beneran aku bisa masuk kerja di kantor kamu, sambila ku memegang tangan kanan dia meyakinkan benar apa tidak nya kalo aku bisa masuk kerja.
"iya beneran besok kamu bisa ikut aku ke kantor.. sambil tersenyum dan memegang tangan aku
__ADS_1
saat itu aku senang banget karena bisa masuk kerja dan malah aku jadi sebel ke mas Asep karena cuma janji janji yang dia ucap kan,langsung aku kasih tau pacar aku kalo aku mulai besok bisa masuk kerja.
ke esokan harinya aku berpakaian rapi dan siap berangkat untuk kerja dan saat itu lah pertama kali aku naik busway dan pertama kali aku pergi beraktifitas di Jakarta saat itu aku sama sekali tidak tau arah mana pun di Jakarta aku hanya mengikuti Risma dan Tia mungkin kalo aku jalan sendiri sudah nyasar dan hilang. tibalah aku di bank permata jl. Juanda aku di kenalkan dengan leader marketing bernama Jefri aku la gsu g di terimanya dan langsung mulai bekerja.
"Rahma kenalkan aku Nadia, sambil mengulurkan tangannya dia mengajaka aku untuk berkenalan
"aku Rahma salam kenal ya mba.. aku sambil duduk di kursi depan dia dan mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dan berkenalan..
Nadia adalah senior Risma dan Tia dia sudah 4 tahun bekerja di bank permata bagian marketing umur dia juga beda jauh sama aku namun dia berbadan kecil jadi terlihat seperti seumuran dengan ku padahal anak nya sudah 2 ðŸ¤ðŸ¤
saat itu Risma dan Tia semakin menjauh dari aku gak seperti awal aku masuk kerja berangkat dan pulang kerja bareng semakin kesini mereka semakin jauh dan posisi aku tidak tau jalan Melawai di mana blok m di mana dan aku mengajak mereka berangkat bersama.
"ris besok miting di Melawai bareng ya sama aku. aku berdiri di depan kamar dia sedangkang dia sambil tiduran mainan handphone bersama dengan Tia.
"iya.. menjawab dengan ketus dan tanpa basa basi
aku memutuskan untuk ke kamar dan kirim pesan ke Nadia aku bilang kalo aku tidak tau daerah situ dan aku juga bilang sudah meminta ke Risma untuk berangkat bareng tapi jawaban Risma ketus kemudian nandia menyuruh aku untuk ke kantor dulu dan ke esokan harinya Risma dan Tia ternyata sudah tidak ada di kamar nya aku pikir dia juga ke kantor dan saat tiba di kantor ternyata dia tidak ada..
__ADS_1
"Rahma kamu berangkat sendiri aja nanti aku kasih arahan. deegggg....!!!! aku kaget dong. dan aku juga merasa takut karena belum tau dan takut nyasar.
"tapi ka nad aku gak tau jalan kalo aku nyasar gimana aku juga takut ka nad apa ini harus ya aku datang kesana. pengen nangis rasa nya saat itu aku tapi apa lah daya aku harus kuat.
"iya wajib buat anak baru. sambil berjalan memberi aku kertas sama bulpoin untuk di bawa aku miting..
aku berangkat menaiki busway dari halte Juanda aku di kasih arahnya oleh Nadia transit dan berhentinya di mana pas sampai di blok m aku juga tidak diam saja aku bertanya ke orang setelah aku sampai di kantor pusat ternyata Risma dan Tia sudah sampai di sana aku langsung masuk dan mengikuti miting namun setelah miring selsai ternyata ada tes nya aku pun bingung dan gak tau apa-apa untung ada orang baik yang memberi aku contekan.
pas sudah selesai Tia dan Risma tidak mengapa ku dia langsung pergi meninggalkan aku dan pas di luar kantor aku bertemu dengan pak Herry dia adalah atasan aku dan aku cukup akrab juga dengan dia aku meminta untuk nebeng pulang ke kantor tapi dia sudah ada temannya jadi terpaksa aku balik ke kantor sendiri dengan menelpon Nadia dan meminta petunjuk.
"Giman tadi miting nya. Nadia bertanya sambil duduk di dekat aku
"gak giman-giman cuman tes nya aku gak bisa untung ada yang baik hati memebri aku contekan. aku menjawab dengan ketus
"ya sudah si jangan cemberut gitu.. Nadia mencolek pipi aku berusaha membuat aku untuk tersenyum
aku kesal karena hari itu adalah hari yang sangat menyebalkan namun apa lah daya demi sesuap nasi tetap aja jalanin dengan ikhlas meskipun itu sulit bagi aku yang pemula hidup di Jakarta dan gak tau arah itung itung semua itu aku belajar dan jadi tau.
__ADS_1