
tiga bulan berlalu aku bekerja di bank permata sebagai marketing dan penghasilanku tetap sama tidak nambah sedikitpun rasanya aku benar-benar putus asa .kebetulan di tempat kos aku datang orang baru bernama mba Nisa dia lebih tua dari aku dan dia juga sudah mempunyai dua anak namun mba Nisa kos di tempat aku sendiri anak nya tinggal bersama dengan orang tua nya.
saat aku akan menjemur baju di loteng dia sedang duduk di bangku atas biasa aku nongkrong,dia bertanya dan mengajak aku kenalan.
"hai.. nama kamu siapa aku bisa. sambil mengulurkan tangannya dan berdiri di hadapan aku
"aku Rahma mba. tangan kiri aku memegang baju yang akan aku jemur dan sambil menjabat tangan mba Nisa.
di situ aku bercerita dan saling bertanya dan aku di tawarin untuk kerja jadi SPG sama mba Nisa kebetulan saat itu dia masih bekerja juga sebagai SPG namun katanya mau mengajukan Risena.
aku mau bekerja sebagai SPG namun bagai mana cara aku untuk masuk sedangkan aku posisi nya sedang bekerja di bank permata,saat itu kebetulan pas mau bulan puasa aku di beri waktu sama ka bisa sampai habis lebaran aku pun setuju dengan saran mba Nisa.
"bener ya mba aku masukin kerja di tempat mba meskipun jadi SPG aku mau ko mba. aku duduk sambil berhadapan dengan mba Nisa.
"iya tenang aja aku jamin kamu langsung masuk nanti. dia sambil memegang handphone dan memainkannya.
"mba kenapa mau Risen kan udah enak. aku sambil membereskan rambutku karena sedikit berantakan.
"aku mau istirahat dulu. dia menjawab sambil tersenyum
semakin hari kami semakin dekat mba Nisa sangat baik pada ku dia bagaikan Kaka aku di kosan setiap dia punya selalu ingat sama aku.
bulan puasa pun tiba aku dan ka bisa sudah sangat akrab dan dia pun sudah mengajukan Risen pas saat aku main di kamar nya dia memberi tau aku kalau dia sudah ajukan Risen.
"mbak beneran ajukan Risen sayang banget mba malah Risen gaji padahal lumayan loh. aku terheran dan sambil mengupas kuwaci
"iya rah aku mau cerita sama kamu kapan-kapan tapi kamu jangan bilang sama siapa-siapa . dia sambil menatap aku dan memberi aku kuwaci yang sudah dia kupas
"iya mbak.. aku tersenyum
ini mba Nisa kenapa si gelagat nya aneh banget udah enak bayaran besar malah berhenti kerja,tapi gak masalah si dia kan sudah punya suami sekali pulang kasih uang ke mba Nisa.
selang 3 hari mba Nisa memanggil aku dia ada banyak makanan dan jajan di belikan oleh suaminya aku di suruh memakan nya bareng mba Nisa sambil makan kita sambil cerita
__ADS_1
"mba kata nya ada yang mba mau ceritakan ke aku tentang kenapa mba Risen. sambil menikmati keripik singkong yang ada di hadapannya
"iya rah aku Risen di tempat kerja Karena aku sekarang lagi hamil. sambil memainkan dan mengotak Atik handphon
"terus suami mba kerja di mana sekng ko jarang pulang ya.. bertanya dengan santai aku saat itu
aneh masa suaminya gak di rumah dan posisi ka nisa juga lagi hamil.
"suami aku kerja di Kramat jati jadi dia pulang ke rumah mamah nya. sambil rebahan
aku masih merasa heran kenapa suami istri bisa gitu padahal rumah sama kosan gak jauh banget.
tapi bodo amat lah bukan urusan aku juga itu urusan mereka ngapa aku pikirin.
aku sambil membereskan bungkus bekas jajan yang aku makam.
setelah selesai aku langsung pamit untuk kembali ke kamar aku karena sudah lumayan ngantuk juga aku saat itu.
"iya mba.. berjalan keluar
adap apa itu orang nanya padaku mau di ajak jalan kali ya. membuka pintu kamar
aku membereskan tempat tidurku sambil membuka handphond dan ternyata ada pesan dari Aris dia mengeluh karena tidak di masuk kan kerja oleh om nya.
aku berfikir dan merasa kasian apa yang harus aku lakukan sedangkan aku aja lagi sulit keadaannya hanya bisa merenung dan berdoa yang terbaik buat dia.
"mba bisa.. udah tidur belum. berdiri di depan kamar mba Nisa.
"belum rah masuk aja.. dia sedang berbaring mainan handphone
aku langsung masuk dan berbaring di sampingnya dan memutuskan untuk tidur bersama dia karena aku merasa sangat bosan di kamar sendiri setelah mendapat pesan dari Aris,kami mengobrol sampai larut malam dan akhirnya tertidur.
ke esokan hari nya mba Nisa sudah bangun duluan aku pun langsung bangun untuk pindah ke kamar sendiri.
__ADS_1
bosan aku ya ampuunnn... mau ngapain hari libur ini sambil melihat handphone yang sepi tanpa ada pesan,tiba-tiba Asep datang ke kosan dan langsung naik dia ke kamar aku membawa sarapan .
"rah ini sarapan buat kamu.. menggulingkan kantong keresek berisi makanan
"tumben.. jawab ku ketus
"iya maaf kemaren aku sibuk dan tidak sempat jenguk dan kabarin kamu. duduk di depan pintu dan sambil menyalakan rokok
"oh.. gak penting juga buat aku.. jawab dengan ketus lagi karena aku sudah merasa muak dengan nya melihat mukanya saja aku sudah benci.
sekitar setengah jama Asep di kosan aku langsung dia berpamitan pulang.. alhamdulilah pulang juga muak sekali aku melihat nya.
aku sambil berjalan mengambil sapu yang ada di sebelah kamar ku,karena bekas rokoknya berserakan di kamar aku.
dasar orang gak tau malu masih berani datang kesini setelah berjanji palsu.
"rah.. ko banyak bekas rokok. sambil naik tangga mba Nisa bertanya
"eh mba dari mana ko aku tidak di ajak.. waktu aku sedang menyapu
"ini beli sarapan.. Ayuk sarapan bareng. menunjukan sarapan yang dia beli.
"iya mba.. cepat-cepat membereskan nyapunya
setelah beres aku langsung ke kamar mba Nisa dengan membawa sekantong keresek yang barusan di kasih asep.kita sarapan bersama di kamar mba Nisa dan sambil mengobrol tiba-tiba suami mba Nisa pulang.
ini suami mba Nisa orang nya biasa aja tapi ko jutek banget si,aku mending balik ke kamar aku aja lah.
"aku balik ke kamar ya mba. membereskan sisa sarapan dan langsung berjalan ke kamar sendiri
kembalilah aku ke kemar merasakan kebosanan yang amat luar biasa mau pergi keluar main duit tidak punya jadi apa boleh buat diam di kosan sambil memainkan handphond.
ya ampuunn aku bosan sekali apa yang harus aku lakukan ini.
__ADS_1