
Taman kota malam ini lumayan sepi dan dingin.
Namun,tidak mengurangi niat seorang gadis yang terus melangkah menyusuri taman di tengah dinginnya udara malam.
Dia sudah seperti mumi, dimana ia memang rasanya sudah berniat melakukannya sedari awal, berpakaian sangat tebal.
Berjalan menuju kursi yang sedikit berlumut namun masih tampak terawat lalu duduk.
Suasana malam yang sepi dan jauh dari keramaian adalah hal yang sangat luar biasa Menurut nya.Bisa menikmati waktu sendiri dengan melamun dan Memikirkan banyak hal tampa siapapun yang mengganggu dan lebih fokus pada diri sendiri.
tak...tak...tak...
Suara tapak sepatu yang tampaknya menuju pada gadis tersebut membuyarkan lamunannya,Menghadap pada seorang yang duduk disampingnya.
Melihatnya dengan sekilas dan kemudian melihat kedepan..ummm.... pemandangan malam memang sangat baik untuk pikiran yang kacau batinnya.
Keheningan melanda pada mereka yang sama-sama tidak berniat untuk memulai pembicaraan lebih dulu.
"Nona........Panggilan itu berasal dari pria yang duduk di samping gadis tersebut.
"Ada apa tuan?? Merasa pria itu memanggil dirinya..gadis itu lantas bertanya.
"Bukankah Malam ini sangat indah??? Tanya pria itu.
"Sangat indah.....jawab gadis itu.
Untuk sesaat hanya ada keheningan setelah jawaban berakhir dari si gadis.
"Sepertinya ini bukan pertama kalinya anda berada disini nona??...tanya pria itu.
"Suasana taman di malam hari adalah favorit saya tuan....Ini adalah tempat yang sering saya kunjungi...jawab sang gadis.
"Ohh...maaf nona Orang bilang tidak baik berbicara lama dengan orang lain jika tidak saling mengenal... perkenalan saya Leo.... Leonardo Alby.
"Saya Valentine, tuan bisa memanggil saya Val, ataupun Valen.
"emm..Nama yang sangat Familiar. Saya mungkin tidak akan mudah lupa dengan namamu jika suatu saat kita bertemu disuatu tempat nona.
"ha...ha..ha...anda terlalu berlebihan tuan namun saya anggap itu sebagai suatu keberuntungan.
Di sisi taman.
__ADS_1
"Rasanya sudah sangat lama kita tidak melihat tuan begitu sesantai itu berbicara hanya pada seorang gadis yang bahkan belum genap satu hari sejak kita sampai disini.Bukan begitu Sam??
"Kau benar.Bahkan tuan tidak pernah mau berbicara lama walaupun itu untuk anak-anaknya.
"Hah....udara malam tidak baik bagi tuan Jo! Mari kita ajak tuan pulang.
"Kau tidak lihat tuan begitu bahagia hanya berbicara pada gadis kecil itu?
"hah....baik.Kita tunggu sebentar lagi Sam.
"Kau benar Jo.
Disisi Valen.
"Butuh teman Curhat tuan??
"Dulu, saya pikir kebahagiaan keluarga kami akan lengkap setelah kelahiran bayi perempuan setelah banyaknya anak laki-laki dikeluarga kami.
"Maaf,Kalau boleh tau mengapa di keluarga tuan banyak laki-laki..eh maksud saya...e
"hah....Ini rahasia keluarga kami...
Setiap perempuan di keluarga kami akan diberi kesempatan 3 kali untuk melahirkan bayi perempuan jika tidak ada bayi perempuan maka akan lengsung mati.
Semua Perempuan di keluarga kami mati. Sampai suatu hari,istri saya melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan lalu meninggal. Itu adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan pada keluarga kami. Setelah hari itu keluarga kami bisa memiliki anggota keluarga yang lengkap.Tidak ada lagi kematian perempuan. Namun,Bayi pembawa keberuntungan itu hilang .Dan ini sudah 15 tahun berlalu.
Kami yakin bahwa bayi kami,bayi pembawa keberuntungan itu masih hidup.
Keluarga kami terus mencari bayi itu,kami berpencar ke seluruh negara.
(menangis ðŸ˜)
"Sa......saya yakin suatu saat pasti ada keajaiban..anda bisa bertemu dengan bayi perempuan..emmm tidak...tidak Malaikat itu.(ikut menangis ðŸ˜ðŸ˜?
"Kami menantikan hari itu".
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
"hah..tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.... Entah mengapa berbicara denganmu sangat nyaman dan tidak bisa berbohong sama sekali..
"ha..ha..ha....
saya anggap itu sebagai pujian tuan..
Terimakasih telah mempercayai saya mendengar kisahmu tuan.
"tidak..tidak..Saya yang harus berterimakasih padamu nona,Anda telah mendengarkan cerita saya yang membosankan ini.
"maaf menyela tuan...tapi kisah tuan telah menginspirasi saya bahwa hidup ternyata bukan hanya tentang Penderitaan tetapi banyak hal...sangat banyak.
"Senang mendengarnya nona, kalau begitu saya pamit pulang....senang berbincang dengan anda nona saya berharap bisa mengenal anda lebih dalam lagi.
"Tentu tuan...tuan mengingatkan saya pada sosok cinta pertama saya.
.
.
.
.
.
"Hah...kangen keluarga.batin gadis tersebut sembari menekan rasa sakit di hatinya..menepuk dadanya dan terduduk di kamarnya menangis tersedu-sedu.
."Semoga Keluarga Tuan mendapat kebahagiaan yang tuan cari itu.
Begitu juga denganku
Valentine.
Tamat.
__ADS_1