
Aku merasa gagal menjadi seorang ibu.
Namaku Deana Slam, Seorang dosen di universitas di kotaku. Suamiku sudah meninggal, Membuatku menjadi tulang punggung keluarga. Aku Memiliki 3 anak, Si sulung bernama Faisal Slam umur 12 tahun dan 2 lagi kembar laki-laki dan perempuan bernama Andes carll dan Amanda carll berumur 9 tahun.
Pasti banyak yang bertanya-tanya mengapa marga mereka berbeda bukan?.Jadi Marga Anak pertamaku diambil dari marga keluarga ku, sedangkan kedua anak kembar ku bermarga yang sama dengan keluarga suamiku.
"Kisahku berawal dari 5 tahun lalu, yang menghancurkan hidup ku dimana kecelakaan mobil yang menewaskan suami bersama supir disusul dengan Keluarga suamiku yang ingin mengambil hak asuh anakku.
Aku merasa depresi berat, Membuat keluarga sangat menghawatirkanku, disamping itu juga aku harus mempertahankan hak asuh anakku. Perjuanganku mengambil hak asuh anakku menjalani 4 tahun dengan syarat setiap sebulan sekali aku harus mengunjungi keluarga suamiku di luar kota.
Kesibukanku di kampus menyita waktuku bersama anak-anakku yang semakin hari semakin jauh rasanya.
Walau begitu setiap memiliki waktu senggang, aku menemani anak-anakku untuk sekedar bermain ke pasar malam maupun ke mall.
Pagi hari aku harus berangkat pagi dan kadang pulang sore ataupun malam. jadi biasanya setiap pulang kampus aku menyempatkan melihat anakku dan menemani mereka tidur.
malam hari.
"Mom"..Panggil Faisal yang sedang tiduran di paha Deana.
"Tidur boy...Besok sekolah hemmm?....sambil mengusap-usap kepala Faisal. Memang ini sudah jam 9.21 malam, waktu para anak-anak tidur. Si kembar saja sudah tidur setelah Deana sampai di rumah dan bersih-bersih setelah itu menuju kamar mereka.
"emm".. menggeleng kepala dan kemudian bangun dan memeluk Deana erat dan sepertinya menangis.
__ADS_1
"Hey..are you okay boy? ada apa..."ucap Deana lembut bertanya sembari melihat wajah anaknya yang menangis seunggukan.
"l Miss you mom"..Tes..tes.. Air mata Deana menetes perlahan kemudian memeluk Faisal erat. Menghapusnya dan kemudian melihat wajah sendu anaknya.
"Mom disini..Kakak jangan sedih okay...Jadilah kuat untuk adik twins. menunjukkan dada Faisal dan berbicara lembut.
"Mom jangan nangis...Nanti kakak ikut nangis. Ucap Faisal mengusap pipi Deana dan ikut menangis.
"Besar nanti Kakak akan jadi Pahlawan untuk mom dan juga adik twins,Kakak akan lawan mereka yang buat mom sedih. Ucap Faisal semangat.
"pintar.. Sekarang waktunya untuk tidur. Memperbaiki posisi mereka lalu ikut tidur di samping anak anaknya.
"Night mom"..
.
.
.
.
"Uhh balikin ini punya kakak""...
__ADS_1
"Ngak ini punya akuh.."
Terlihat dua orang anak yang berbeda umur sedang bertengkar memperebutkan mainan Boba. Mereka adalah Faisal dan sang adik Amanda.
"Balikin ngak"..Ucap Faisal marah
"Ngak ini punya aku"..Balas Amanda
Sedangkan Andes hanya melihat mereka dengan pandangan datar dan malas.
"Hei ada apa ini boy.."Tanya Deana kepada Andes yang hanya melihat pemandangan yang didepannya.
"Mom mereka berebut mainan"Mendengar itu Deana pun Memisahkan kedua anaknya dan menasehati mereka.
"Kakak harus ngalah sama adik okay" Ucap Deana kepada mereka.
"Ngak..itu punya kakak"Jawab Faisal marah. Deana yang melihat itu melihat ke arah Amanda.
"Ngak mau pokoknya itu punyaku..mom ngak adil" marah Amanda kemudian pergi ke kamar.Deana yang melihat itupun menjadi pusing tidak tau harus bagaimana. Ia baru ingat bahwa makanan ataupun mainan kesukaan anaknya pun tidak ia tau.
Sama seperti Amanda,Faisal kemudian pergi disusul Andes.Sebelum kepergian Andes ia berkata"Mom tidak tau apa-apa tentang kami".
jangan lupa Tinggalkan jejak sob.
__ADS_1