Kita Tidak Sendiri Kita Adalah Makhluk Sosial

Kita Tidak Sendiri Kita Adalah Makhluk Sosial
Beli Hati Mereka Dengan Prestasimu


__ADS_3

Emosimu Jangan Sampai Mengendalikan


Seluruh Ragamu


"Ternyata, banyak hal yang tidak


selesai dengan amarah".


♧Iwan Fals♧


Tatkala diri kita dikecam buruk olehorang lain, istilahnya serang fisik melalui ucapan yang tidak mengenakkan,


jangan sedih, dan jangan gelisah, karena sesungguhnya orang yang semacam itu


tidak pernah ada didepan kita, dengan cara seperti itulah yang mereka bisa


lakukan, kita hanya bisa memberikan sesuatu yang terbaik, tidak perlu kita


membalas cemoohan mereka, karena kalau terus menerus kekerasan dibalas


kekerasan, kata-kata kasar dibalas dengan kata-kata kasar kembali maka tidak


jauh beda posisi kita dengan mereka tersebut, sedang sama -sama membutuhkan


hal-hal terbaik dalam hidupnya, oleh sebab itu yang harus kita lakukan, adalah


sudah pasti harus membuktikan bahwa kita bisa mensumbangsihkan hadiah istimewa


untuk mereka, mulai dari kehidupan kita bisa berguna bagi orang banyak,


bagaimana pun menerapkannya memanglah sulit, akan tetapi sesudah mereka genggam


tidak akan pernah lepas seperti cengkraman harimau, karena mereka sadar bahwa,


jangan menilai dai covernya saja, lihatlah maksud baiknya yang terdapat dalam


sekujur perilakunya,  hiduplah sepertitanah, yang perlakuannya jauh dari kata senang, dan tentram, diinjak-injak,


dicangkul, dibakar, dan yang lainnya, namun lihat apa yang dipersembahkannya


kepada jiwa-jiwa manusia, pahit dibayar dengan manis, buah berduri dibayar buah

__ADS_1


segar, dan udara panas dibayar dengan udara sejuk.


Setiap racun pasti punya yang namanyaobat penawarnya, begitu pula dengan kehidupan kita, yang perlu diingat adalah cara kamu mengendalikan emosional bukan cara melakukan hal memiliki yang penuh


obsesi yang berlebihan, akan tetapi langkah terbaik serta yang paling bijak


adalah mengarahkan emosionalmu ke dalam butiran-butiran kristal yang menyebar


kesejukkannya, artinya yang merata kejayaannya, satu celah yang ditangani


ribuan bahkan hingga jutaan lainnya, yang akan dikuasai. Kalau diibaratkan


orang yang sedang minum kopi dalam keadaan panas, pasti akan mencari celah


supaya tidak kepanasan saat meminumnya dengan cara menggunakan sedotan untuk


meneguk seruputan kopi tersebut, disini hal penting yaitu dalam kondisi apapun


harus punya sikap tenang, pasti akan merasakan nuansa yang indah yang


menghangatkan setiap aktivitas kita, kalau kita tahu cara memperlakukannya


Yang haru terima konsekuensinya, adalah ketiak siapan mengenai hal baru, baik dalam hal pendidikan,


pembelajaran, sosialisasi, yang membuat kerja otakmu menjadi introvert,


kebiasaan seperti ini suatu saat nanti akan menjadikan potensi yang ada dalam


dirinya terkubur, dan tenggelam, jiwa sosialnya menjadi minim, karena


ketidakpedulian terhadap relasi yang tersedia, hanya satu yang dikejar serasa


karena dirinya merasa lebih baik, lebih pintar, merasa lebih dan lebih, padahal


kalau kita tahu, orang cerdas tidak mau melakukan atas apa yang akan dilakukan


oleh orang pintar, yakni perjalanan yang ditempuh orang pintar hanya satu saja


enggan menempuh jalan lain, maka prinsip orang yang cerdas lagi cerdik dalam


segala hal dan dalam situasi dan kondisi apapun, dengan cara berpikir seperti

__ADS_1


itulah bukan hanya pikirannya yang maju akan tetapi semua mengenai tindak


tanduknya akan mengalami kemajuan, keterbukaan terhadap nuansa baru lainnya.


Sudah terlampau banyak orang tidakmau mengenal dirinya sendiri, dan juga orang yang tidak sama sekali kenal


dengan gaya hidupnya, sering sekali kita berkata ketika orang lain membenci


kita selalu mengatakan bahkan bertanya pada diri kita sendiri saya salah apa, walaupun


kehidupan kita selalu diterima oleh keluarga, belum tentu dilingkungan luar


gaya hidup kita diterima sepenuhnya, bagaimana pun orang yang ingin menerobos


masuk ke halaman yang mana halaman tersebut bukan daerah kita, sudah otomatis


harus sudah bisa menyesuaikan masalah kebiasaan, toleran dan lain sebagainya.


Hakikatnya mental seseorang didik keras bukan karena faktor internal saja akan


tetapi faktor eksternal juga sangat berperan penting, ini bukti yang sanga


isidental yang dialami anak muda zaman sekarang selalu merasa lebih berat beban


hidupnya padahal kenyataannya tarap beban hidup yang bisa dikatakan cukup


rendah, sudah mengeluh padahal belum mencoba, sudah merasakan berat padahal


belum membaca lingkungan, sudah mengatakan gagal padahal tidak mau mencoba


memperjuangkan, sudah merasa minder terhadap pencapaian orang lain padahal


setiap takdir itu berbeda-beda, yang ada melahirkan kegagalan, kegelisahan,


kesedihan yang semu, kalau terus menerus mensugesti dirinya seperti itu sudah


tentu mampu bangkit ke dalam zona merahnya, sugestilah dirimu dengan perkataan


yang membangun semangat 45 bukan malah menjatuhkan dirimu di atas penderitaanmu


sendiri.

__ADS_1


__ADS_2