
Emosimu Jangan Sampai Mengendalikan
Seluruh Ragamu
"Ternyata, banyak hal yang tidak
selesai dengan amarah".
♧Iwan Fals♧
Tatkala diri kita dikecam buruk olehorang lain, istilahnya serang fisik melalui ucapan yang tidak mengenakkan,
jangan sedih, dan jangan gelisah, karena sesungguhnya orang yang semacam itu
tidak pernah ada didepan kita, dengan cara seperti itulah yang mereka bisa
lakukan, kita hanya bisa memberikan sesuatu yang terbaik, tidak perlu kita
membalas cemoohan mereka, karena kalau terus menerus kekerasan dibalas
kekerasan, kata-kata kasar dibalas dengan kata-kata kasar kembali maka tidak
jauh beda posisi kita dengan mereka tersebut, sedang sama -sama membutuhkan
hal-hal terbaik dalam hidupnya, oleh sebab itu yang harus kita lakukan, adalah
sudah pasti harus membuktikan bahwa kita bisa mensumbangsihkan hadiah istimewa
untuk mereka, mulai dari kehidupan kita bisa berguna bagi orang banyak,
bagaimana pun menerapkannya memanglah sulit, akan tetapi sesudah mereka genggam
tidak akan pernah lepas seperti cengkraman harimau, karena mereka sadar bahwa,
jangan menilai dai covernya saja, lihatlah maksud baiknya yang terdapat dalam
sekujur perilakunya, hiduplah sepertitanah, yang perlakuannya jauh dari kata senang, dan tentram, diinjak-injak,
dicangkul, dibakar, dan yang lainnya, namun lihat apa yang dipersembahkannya
kepada jiwa-jiwa manusia, pahit dibayar dengan manis, buah berduri dibayar buah
__ADS_1
segar, dan udara panas dibayar dengan udara sejuk.
Setiap racun pasti punya yang namanyaobat penawarnya, begitu pula dengan kehidupan kita, yang perlu diingat adalah cara kamu mengendalikan emosional bukan cara melakukan hal memiliki yang penuh
obsesi yang berlebihan, akan tetapi langkah terbaik serta yang paling bijak
adalah mengarahkan emosionalmu ke dalam butiran-butiran kristal yang menyebar
kesejukkannya, artinya yang merata kejayaannya, satu celah yang ditangani
ribuan bahkan hingga jutaan lainnya, yang akan dikuasai. Kalau diibaratkan
orang yang sedang minum kopi dalam keadaan panas, pasti akan mencari celah
supaya tidak kepanasan saat meminumnya dengan cara menggunakan sedotan untuk
meneguk seruputan kopi tersebut, disini hal penting yaitu dalam kondisi apapun
harus punya sikap tenang, pasti akan merasakan nuansa yang indah yang
menghangatkan setiap aktivitas kita, kalau kita tahu cara memperlakukannya
Yang haru terima konsekuensinya, adalah ketiak siapan mengenai hal baru, baik dalam hal pendidikan,
pembelajaran, sosialisasi, yang membuat kerja otakmu menjadi introvert,
kebiasaan seperti ini suatu saat nanti akan menjadikan potensi yang ada dalam
dirinya terkubur, dan tenggelam, jiwa sosialnya menjadi minim, karena
ketidakpedulian terhadap relasi yang tersedia, hanya satu yang dikejar serasa
karena dirinya merasa lebih baik, lebih pintar, merasa lebih dan lebih, padahal
kalau kita tahu, orang cerdas tidak mau melakukan atas apa yang akan dilakukan
oleh orang pintar, yakni perjalanan yang ditempuh orang pintar hanya satu saja
enggan menempuh jalan lain, maka prinsip orang yang cerdas lagi cerdik dalam
segala hal dan dalam situasi dan kondisi apapun, dengan cara berpikir seperti
__ADS_1
itulah bukan hanya pikirannya yang maju akan tetapi semua mengenai tindak
tanduknya akan mengalami kemajuan, keterbukaan terhadap nuansa baru lainnya.
Sudah terlampau banyak orang tidakmau mengenal dirinya sendiri, dan juga orang yang tidak sama sekali kenal
dengan gaya hidupnya, sering sekali kita berkata ketika orang lain membenci
kita selalu mengatakan bahkan bertanya pada diri kita sendiri saya salah apa, walaupun
kehidupan kita selalu diterima oleh keluarga, belum tentu dilingkungan luar
gaya hidup kita diterima sepenuhnya, bagaimana pun orang yang ingin menerobos
masuk ke halaman yang mana halaman tersebut bukan daerah kita, sudah otomatis
harus sudah bisa menyesuaikan masalah kebiasaan, toleran dan lain sebagainya.
Hakikatnya mental seseorang didik keras bukan karena faktor internal saja akan
tetapi faktor eksternal juga sangat berperan penting, ini bukti yang sanga
isidental yang dialami anak muda zaman sekarang selalu merasa lebih berat beban
hidupnya padahal kenyataannya tarap beban hidup yang bisa dikatakan cukup
rendah, sudah mengeluh padahal belum mencoba, sudah merasakan berat padahal
belum membaca lingkungan, sudah mengatakan gagal padahal tidak mau mencoba
memperjuangkan, sudah merasa minder terhadap pencapaian orang lain padahal
setiap takdir itu berbeda-beda, yang ada melahirkan kegagalan, kegelisahan,
kesedihan yang semu, kalau terus menerus mensugesti dirinya seperti itu sudah
tentu mampu bangkit ke dalam zona merahnya, sugestilah dirimu dengan perkataan
yang membangun semangat 45 bukan malah menjatuhkan dirimu di atas penderitaanmu
sendiri.
__ADS_1