
Eksperimen sosial adalah proyek penelitian yang dilakukan dengan subyek interaksi antar manusia di dunia nyata. Ini biasanya menyelidiki dampak dari intervensi kebijakan kepada individu, keluarga, bisnis, tingkat atau kelas, atau unit lain ke perlakuan yang berbeda serta kondisi terkendali yang mewakili status quo secara acak. Kualifikasi "sosial" membedakan kebijakan eksperimen dari percobaan "klinis", (untuk klinis, biasanya intervensi medis di dalam tubuh subjek, dan juga dari percobaan laboratorium, seperti fakultas psikologi universitas dapat melakukan kondisi terkendali sepenuhnya). Dalam eksperimen sosial, pengacakan untuk percobaan kepada responden adalah satu-satunya elemen di lingkungan subjek yang dikendalikan oleh peneliti. Semua elemen lainnya tetap seperti apa adanya. Percobaan sosial sering disebut sebagai "standar emas" untuk evaluasi program dan proses reformasi. Dalam mengukur dampak program sosial, peneliti harus menilai hasil populasi yang relevan dengan ketika belum diadakannya program. Hampir setiap kelompok perbandingan alami, bagaimanapun, akan berbeda dengan komposisi kelompok yang terstruktur, biasanya karena bias responden (di luar percobaan, orang memilih untuk menerima perlakuan atau tidak menerima). Pengacakan menciptakan kelompok kontrol yang secara statistik identik dalam sampel besar dengan kelompok yang ditugaskan untuk menerima perlakuan. Diferensiasi awal bidang umum psikologi menjadi psikologi fisiologis dan sosial seperti yang disarankan oleh Wilhelm Wundt pada tahun 1862 untuk eksploitasi sosial pertama. Pada tahun 1895, psikolog Amerika Norman Triplett membangun salah satu percobaan sosial pertama dengan maksud untuk mempelajari pengaruh kelompok pada kinerja balap. Selama tahun 1920, Gordon Allport menggunakan metode eksperimental untuk mempelajari kesesuaian, komunikasi nonverbal, dan fasilitasi sosial, membentuk psikologi sosial seperti yang kita ketahui. Eksperimen sosial yang biasa kita lihat sekarang dilakukan beberapa dekade kemudian; Contoh yang terkenal adalah percobaan ketaatan Stanley Milgram pada tahun 1963. Percobaan sosial dimulai di Amerika Serikat sebagai ujian konsep Pajak Penghasilan Negatif di akhir tahun 1960an dan sejak saat itu telah dilakukan di semua benua yang berpenduduk. Beberapa "pilot telah menguji inovasi utama dalam kebijakan sosial", beberapa "telah digunakan untuk menilai perubahan inkremental dalam program yang ada", sementara beberapa "telah memberikan dasar untuk mengevaluasi keseluruhan kemanjuran program-program utama yang ada. Sebagian besar" telah digunakan untuk mengevaluasi Kebijakan yang ditargetkan pada kelompok penduduk yang kurang beruntung". Selama tahun 1970an, cristicisme etika dan tuduhan gender dan bias ras menyebabkan penilaian ulang baik bidang psikologi sosial dan eksperimen yang dilakukan.Sementara metode eksperimen masih digunakan, metode lain mendapatkan popularitas. Pada masa sekarang percobaan sosial banyak dilakukan melalui kanal-kanal dunia maya. Para peneliti menggunakan responden berupa kontributor-kontributor dunia maya (netizen) baik melalui media sosial, blog, dan halaman survei dalam bentuk web. Saat ini, kita sering melihat istilah percobaan sosial di platform berbagi video seperti YouTube, yang digunakan untuk eksperimen orang awam di mana aktor mencoba memprovokasi tanggapan dari orang yang lewat, biasanya difilmkan dengan kamera tersembunyi.
Tapi siapa sangka kalau eksperimen sosial bisa begitu membahayakan nyawa manusia. Berikut ini misalnya, seperti.
1. Stanford Prison Experiment
Dalam percobaan ini, mahasiswa dibagi menjadi dua grup, yaitu tahanan dan sipir. Para sipir ternyata bertindak sewenang-wenang. Ada tahanan yang tak terima dan melakukan perlawanan. Eksperimen ini dihentikan setelah adanya keberatan dari kerabat salah satu mahasiswa yang menjadi objek penelitian.
2. Memberi pizza dan uang pada tunawismaKarena tahu divideokan\, seorang tunawisma yang diberi santunan justru tak terima. Dia marah-marah.
__ADS_1
3. Konsumsi produk McD selama 30 hari penuh
Morgan Spurlock adalah salah satu eksperimen sosial yang juga menghebohkan. Tiga kali sehari dia memakan produk McD selama satu bulan penuh. Lima hari pertama dia lesu, namun diteruskannya. Dua puluh hari berikutnya dia merasakan jantungnya berdebar-debar. Akibatnya, Spurlock menjadi gemuk. Butuh 5 bulan untuk menurunkan sebanyak 25 pon penambahan berat badannya itu.
4. Eksperimen Jejune Institute
Jejune Institute adalah lembaga penelitian dari San Fransisco. Mereka pernah mengdakan penelitiaan untuk menemukan osilator kristal, yaitu peranti yang menghasilkan osilasi listrik. Kelvin Williams salah satu yang turut serta. Dia menemukannya di bawah sebuah rumah kecil. Akibatnya dia tersesat di saluran bawah tanah selama beberapa hari. Kisahnya ini diabadikan dalam film dokumenter The Institute (2013).
Pada 2014, seorang kontributor vice.com Jules Suzdaltsev mencoba melakukan diet. Dia tak mengonsumsi apapun kecuali minuman keras untuk memenuhi kebutuhan kalori harian. Selama satu minggu penuh program itu dijalaninya. Hasilnya, penglihatannya kabur dan ketika BAB mengeluarkan darah. Dia menyesali telah bersedia memenuhi tantangan ini. Hasil percobaan ini dipublikasikan laman tersebut pada 23 Juli 2014.
__ADS_1
6. Mengasingkan diri di gua
Ahli Speleologi (ilmu keguaan) Michel Siffre mencoba hidup di dalam gua. Pertama dia coba tinggal di bawah gletser selama beberapa bulan. Dia baik-baik saja. Berikutnya dia mengikuti Texas Cave Experiment. Perlahan dia menjadi aneh setelah membunuh tikus yang menjadi temannya selama di gua. Dia kehilangan banyak ingatan.
__ADS_1