
plung!!
plung!!
plung!!!
"heh kuk, lo kalo begitu mulu ikannya kaga ada yang mau makan empan gue."-tae
jungkook ngedesah doang.."haaah."
plung!!
plung!!
plung!!
"si *****, malah di ulang lagi."-suho
"maneh teh naon? muka kusut udah kaya ****** kaga di cuci seminggu."-namjoon
"gue galau bang."-jungkook
ini sekarang posisi mereka lagi asik indehoy di kolam mas Chen, mancing ikan lho ya bukan mancing janda, eheuuu...
"masalahnya belom kelar emang?" yang nanya suho, jungkook ngegeleng pelan. kail nya dia lempar jauh, terus di tancepin ke tanah.
"baru kali ini Jimin marah sampe segitunya."-jungkook
"cerita maneh, sok kita dengerin."-namjoon
"jadi gini bang--------
.
.
.
.
.
.
"chim maafin kuki yaaaa, chim...." jungkook gedor-gedor pintu kamar udah ada 2 jam, tapi jimin kaga buka'in pintunya.
"chimchim jangan marah, ya ampun aku khilaf chim." jungkook masih merayu,
prang!!!
jungkook kaget dong, pintunya di lempar vas dari dalem. jimin galak kalo udah marah gitu..
"Jim---"
"sono sama IU aja sana, yang paha nya mulus punya melon juga." teriak jimin dari dalem,
"Jim, biarpun IU punya paha mulus sama melon, tapi cintaku cuma punya kamu." jungkook gombal dikit gpp kan??
"bodo amat!!!" teriak Jimin lagi.
jungkook kudu otokeh??
tolong kasih saran....
"Jim kamu tau ga??"
"kaga." teriak jimin
"tunggu dong... kan aku belom kelar ngomong." jungkook cepet-cepet buka bukunya, tadi minjem ke bang namjoon
sunyi.
"Jim, semenariknya IU itu lebih menarik kamu, secantiknya IU itu lebih cantik kamu. Semulus-mulusnya IU lebih mulusan kamu Jimin sayang."- gombalan kedua dari kitab entis sutisna.
sunyi, jimin tak bergeming. oh tidak, jungkook tidak akan menyerah. dia buka lagi bukunya lalu cari rayuan gombal yang lain.
"Jim, kalau mencintai kamu itu kesalahan, ya udah biar. aku salah terus aja." asik si jungkook ngerdusnya udah ikut-ikutan bang dilan.
jungkook denger suara kunci pintu di buka, dia buru-buru sembunyiin bukunya di belakang punggung.
__ADS_1
kepala Jimin nyembul dari pintu, jungkook udah pasang senyum semanis mungkin,
tangan jimin ke ulur, di sambut dong sama jungkook...
eh tapi----."mana bukunya?" nah loh, yhaaaaa ketahuan kan... jungkook natep jimin melas terus ngasih buku rayuan gombal itu ke jimin.
"belajar dulu sana, jangan nyontek!!!" abis itu Jimin balik nutup pintu kamar lagi.
gagal sudah rencana jungkook, malam ini biarkan jungkook menikmati dinginnya malam dan sofa sebagai saksinya.
.
.
.
.
----------- jadi gitu bang ceritanya."
"Bahahahahahha.... parah lo kuk." taehyung sama suho ketawa paling kenceng.
"buku aing???"-namjoon
"di sita bang."
namjoon nepok jidat, gimana tar dia mau rayu-rayu jin? buku andalannya di sita jimin... nyusahin emang si jungkook.
"terus sekarang gimana bang? gue ga kuat kalo mesti marahan lama ama Jimin."-jungkook
"heleh, ngomong aja yang ga kuat 'adek' lo, bukan lo."-tae
"rasain kan lo sekarang jadi kita, pas kemaren istri-istri kita pada ga ngejatah lo doang yang enak. sekarang giliran lah."-suho
"dih jangan lah bang. ga mau gue!!"-jk
"ya salah lo sendiri, kenapa bisa khilaf ampe bini sendiri di maki anjing."-namjoon
"ya Allah bang, itu reflek. kirain gue itu bang tetet yang nepok-nepok. lagian salah kalian juga, pergi ga bilang-bilang."
"yeeeeuu malah nyalahin kita."-tae
"ya udah bener kata jimin, mending lo belajar nge gombal dulu aja sana. jangan nge gembel."-namjoon
"nikmatin aja lah kuk, derita lo baru di mulai." ledek si tetet jungkook ngedengus doang, terus dia buka hape... cari kata-kata rayuan gitu ke mbah gugel, sapa tau kan ada yang bisa dia praktekin.
sejujurnya jungkook itu bukanlah manusia romantis,
.
.
.
.
pulang dari mancing, jungkook cuci kaki nya dulu di keran air depan rumah. sambil komat kamit ngapalin rayuan buat jimin.
bismillah dulu ga lupa, anak sholeh kan jungkook mah..
"assalamualaikum---- jimin sayang--- chimchim." Jungkook manggil-manggil,
yang di panggilin lagi asik nyantai di taman belakang,"kamu disini rupanya. aku panggilin ga nyaut sih."
"wa'alaikumsalam." jawab jimin, jungkook duduk di samping jimin terus pegang tangan kanan jimin.
"masih marah??"
"udah tauk nanya." duuhh galaknya istri-bantet-ku
"iya udah, maafin aku ya sayang. aku khilaf beneran, serius."
"oh."
"sayang jangan kek sendok deh."
jimin ngeliatin jungkook dengan pandangan bertanya.
"iya kaya sendok, ngaduk-aduk perasaan aku." ciaaaaaa jungkook gombal,
__ADS_1
"apaa siih."
"jim, udah ah aku ga bisa bikin rayuan gombal. yang jelas aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku milik kamu, dan kamu milik aku. udah itu aja. titik. jadi please,forgive me?"
Jimin itu sebenernya baik terlalu baik malah, dia itu udah maafin jungkook. tapi emang cuma mau ngerjain suaminya doang. Jimin pengen buktiin seberapa seriusnya seorang jungkook kalo nanganin jimin yang ngambek...
Jimin nangkup kedua pipi Jungkook, di elus pake ujung jempolnya,
"love is not about how much you say 'i love you', but how much you prove that it's true." kata jimin terus nyium kening jungkook lembut,jungkook terharu, istrinya begitu baik dan lapang dada banget... ga salah jungkook milih Jimin.
di peluk jimin dalam dekapan, aaah jungkook kangen aroma tubuh Jimin. padahal baru dua hari marahannya.
"jadi kamu maafin aku kan?"
"iya aku maafin."
"kalo gitu---------
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
------------- main yuk, ehehheheh."
.
.
ingat lah kawan, jungkook itu tetaplah seme mesum nya jimin.
__ADS_1
----tbc