
Sudah 2 hari setelah serangan bandit, kini aku dan Alice masih dalam perjalanan ke desa Remase, kata amelia san desa Remase sudah tidak jauh lagi dari sini, mungkin 2 jam lagi kataNya.
Dalam Perjalanan Aku dan Alice berbincang-bincang sama amelia san, Ternyata Amelia san seorang janda muda, tampaknya Suaminya sudah meninggal 3 hari yang lalu saat menjelajahi labirin, kini mereka kembali ke desa untuk membuka toko roti kecil-kecilan dengan sisa-sisa tabungan suaminya selama ia menjadi petualang.
Aku sempat bertanya kenapa tidak membuka toko roti di kota saja, kan Rame? jawabannya adalah bahan-bahan di kota cukup mahal dan tempat Rumah untuk berjualannya juga mahal, sisa-sisa tabungan suaminya tidak cukup, sedangkan di desa ia mempunyai rumahnya sendiri bahan-bahan disana ia tinggal menanamnya atau membeli di tempat-tempat terdekatnya yang tidak terlalu mahal.
Sistem pernikahan yang ada di dunia ini sangat berbeda dari dunia lamaku, disini mereka mulai menikah ketika beranjak ke usia 15 tahun, tapi di duniaku yang dulu menikah bisa dilakukan jika usia seorang beranjak ke 22 tahun.
Tidak heran mereka sudah menjadi ibu di sekitar usia 18/24 tahun.
" Semuanya! Kita sudah sampai ke desa Remase! " Ucap Paman Kusir itu.
" Sepertinya kita sudah sampai. " ucap Shin.
melihat ke samping kiri ada Alice yang lagi tidur sambil senderan dengan Shin, dan di bawah pangkuan Shin Ada Tia Kecil yang sedang tidur juga.
Aku benar-benar tidak bisa bergerak.
" Alice Bangun Kita sudah sampai. "
Aku menepak pelan-pelan pipinya dengan tangan kanan.
" Sebentar... 1 jam... lagi... "
1 jam lama banget!
" Tidak, kita sudah sampai, Bangun sekarang juga tukang Tidur! " aku mencubit keras pipi Alice.
" Sakit! sakit, aku bangun, aku bangun, jangan di cubit lagi! Mou~ Shin Hidoi! "
Alice akhirnya bangun sambil mengelus-ngelus pipinya yang bekas di cubit.
Uh.. apakah aku terlalu berlebihan?
Gak lama kemudian Tia bangun karena suara keras Shin Dan Alice, bukan hanya Tia penumpang lainnya juga sepertinya juga bangun.
" hmm?... kakak Shin Apakah kita sudah sampai? "
" ah? maaf itu membangunkanmu, ya, kita sudah sampai, mari keluar. "
Aku dan Alice keluar dari Gerbong beserta penumpang lainnya, berpamitan dengan paman Kusir, berdoa agar dia baik-baik aja di jalan.
setelah itu Aku meminta Amelia San mengantarkan kami ke rumah Pak kepala desa untuk melaporkan bahwa kami menerima misi langsung dari Ketua Guild.
◇◇◇
Akhirnya kita sampai di rumah Pak kepala desa, Rumahnya tidak terlalu besar sederhana hampir sama dengan rumah lainnya.
TOK! TOK! TOK!
Amelia San lah yang mengetuk Pintu.
tak lama, pintu akhirnya terbuka, yang membukanya adalah seorang Perempuan berambut Coklat Yang usianya hampir sama sepertiku dan Alice.
"iya, siapa? Ah! Amelia San! "
" Ya, lama Tidak bertemu Chloe. "
" kakak Chloe lama tidak bertemu! "
" oh Tia kecil juga ada disini! kamu makin imut saja." ucap Chloe yang tersenyum sambil mengelus kepala Tia.
"heheh~"
" Tia Kamu pergi main dulu sanah. "
' baik! bu. "
Setelah itu Tia pergi bermain dengan teman-teman-Nya.
" Mainnya jangan sampe malam-malam! Sore harus udah pulang! " teriak Amelia San.
"Iya! "
setelah melihat Tia pergi Chloe mulai berbicara lagi dengan Amelia San.
__ADS_1
" Amelia san dimana Suamimu Dean? aku tidak melihatnya? "
" Dia... Dia Sudah meninggal..."
Air mata mulai keluar dari mata amelia San.
ucap Amelia dengan wajah sedih
" Apa! apa yang terjadi dengannya? "
" Dia meninggal di dalam labirin. "
" Begitu.. "
" Tidak Apa-apa, Yang sudah terjadi biarkan saja terjadi, saat ini aku akan fokus besarin anak itu dengan baik, suamiku dean juga bakal sedih jika aku selalu menangisinya. " ucap Amelia sambil mengosok air matanya.
" ah! maaf, membuatmu melihat hal yang tidak enak di lihat, aku kesini karena aku ingin mengantar mereka menemui kepala desa, setelah ini aku akan kembali kerumah lama untuk bebenah. "
" bertemu dengan Ayah? "
" maaf menganggu, aku Shin dan ini Alice kami dari Guild Petualang, bisakah kamu membiarkanku bertemu dengan pak kepala desa? " Ucap Shin.
" Tampan.. "
" Apa? "
" tidak, tidak, tadi kau bilang apa? "
" Aku Shin dan ini Alice, kami ingin bertemu dengan Pak kepala Desa. "
" kalau begitu mari masuk dulu, aku akan segera memanggil ayah. "
" Baiklah. "
Chloe terpesona dengan ketampanan Shin.
Pria Shin ini sangat tampan, jantungku bergerak dengan cepat bahkan pipiku memerah sampai ke garis kuping, tapi siapa gadis di sebelahnya? Apakah namanya Alice? dia memelototiku dari tadi, ini membuatku sedikit takut.
" Kalau begitu, aku akan segera pergi. " ucap Amelia
Ucap Alice.
Amelia San tersenyum dan berbisik di telinga Alice.
" berHati-hatilah untuk tidak mengalihkan pandanganmu, jika tidak pacarmu nanti akan Di rebut loh~ "
Seketika wajah Alice membiru.
" aku tidak akan membiarkan itu terjadi! "
" fufufu, kuharap itu terjadi. "
ucap Amelia San sambil menuju kembali kerumahnya.
◇◇◇
Sisi Tia
Di suatu tempat di sekitar Hutan anak- anak sedang bermain petak umpet.
Anak-anak itu ada 5 orang, 2 orang laki-laki, dan 3 orang perempuan termasuk Tia.
" Ah! aku jaga... " ucap Tia dengan wajah sedih.
" hahah! kamu ngumpetny payah banget Tia. " ucap salah satu anak perempuan.
" iy nih!, mau aku ajarin cara ngumpet yang benar gak? " ucap salah satu anak laki-laki yang mengejeknya.
" berisik! aku bisa mengumpet dengan benar tau! "
Teriak Tia yang sudah kesal
" yehh, kalau di bilangin-Nya ngeyel. "
" berisik! "
__ADS_1
" baiklah Caty, Rudi, jangan mengejek tia terus, kasihan Dia. " ucap salah satu perempuan
" uhh.. Diana kamu memang yang paling baik dari pada yang lain. " ucap Tia
" ya, jangan khawatir, jika caty dan rudi mengejekmu bilang saja padaku! "
" kalian berbicara terus, ini gamenya kapan dimulainya? " ucap salah satu anak laki-laki.
" iya sabar edie, ini akan segera di mulai. " ucap Tia.
" Baiklah Aku memulai menghitung mundur. "
Alice segera ke belakang pohon dan menutup matanya sambil menghitung mundur.
"10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 selesai siapaun itu aku datang! "
Tia segera mencari tempat mereka bersembunyi.
dimana mereka ya? Tia mencari mereka di pohon-pohon sekitarnya namun ia tidak menemukan salah satu temannya.
jadi ia segera mencari di sekitar semak-semak tapi ia tetap tidak menemukan salah satu temanya.
" Dimana Mereka bersembunyi? aku sudah mencari di pohon-pohon dan di semak-semak tapi aku tidak menemukan, apakah mereka ngumpet di hutan yang lebih dalam? "
tapi bukannya berbahaya masuk kedalam hutan cuman untuk ngumpet? Tia segera menghapus pemikiran seperti namun ia ragu. namun bisa aja kan jika ia ngumpet di kedalaman hutan untuk di temukan olehku? Tiba-tiba ingatan saat Tia di ejek oleh kedua temannya terlintas di benaknya.
" baiklah aku akan tetap mencarinya, aku akan membuktikan jika aku ini tidak payah! "
Tia langsung masuk ke kedalaman hutan.
◇◇◇
aku sudah mencari selama 20 menit tapi tetap saja aku tidak menemukannya, apa memang aku payah? tapi mungkin saja mereka tidak mengumpet di kedalaman hutan, kalau begitu aku harus kembali.
di kejauhan ada mata merah yang sedang memandang seorang gadis kecil itu.
" Hehehe, apakah dia yang terakhir? "
Tia kembali ketempat semula ia bermain, tapi tetap tidak ada teman-teman-Nya.
" Caty, Rudi, Diana, Edie aku menyerah dimana kalian!? " Teriak Tia tapi tidak ada yang merespon.
" dimana Sih kalian bersembunyi? "
Tia sangat bingung sekarang, biasanya jika ia teriak menyerah semua teman-temannya akan keluar tapi kali ini tidak.
" Mencari teman-temanmu? "
Tiba-tiba ada suara di belakangku dan yang terlihat adalah kakak laki-laki berambut putih
" iy, siapa kakakmu? "
" aku? angap saja aku temanmu, aku tau temanmu dimana ikutlah denganku. " pria itu memegang tangan Tia dan segera menuntun ke tempat teman-temannya bersembunyi.
tapi kakak laki-laki ini sangat mencurigakan bagi Tia jadi ia segera menolaknya.
" tidak kakak aku akan segera pulang hari sudah ingin gelap, aku takut ibu akan marah.. "
" hmm? kamu tidak ingin mencari teman-temanmu?'
" bukan itu maksudku tapi... "
Tia saat ini sedang ragu apakah tidak apa-apa langsung pulang tanpa mencari teman-teman?
" kamu ingin mencarinya, Kan? "
sesaat Mata laki-laki itu menyala merah, Tia juga melihatnya, Tiba-tiba Mata Tia juga ikut merah dan ia menjawab.
" iya. "
Lelaki itu tersenyum mendengar jawaban Tia.
" Bagus. "
# Bersambung....
__ADS_1