
" Shin San! Alice San! Tia... Putriku dia menghilang! "
"" Apa! ""
Tia menghilang? apakah itu ulah orang berambut putih itu? Amelia San melanjutkan pembicaraan-Nya.
" Bukan Putriku saja yang menghilang, Anak-anak yang bermain dengannya juga ikut menghilang! "
tak lama kemudian pak Gustov datang diikuti dengan orangtua yang anaknya hilang masuk kedalam rumah.
" ini gawat Nak Shin! anak-anak lain menghilang. "
Bahkan anak-anak lainnya juga ikut menghilang...
apa yang sebenarnya ingin dilakukan vampir itu? firasatku benar-benar tidak enak.
" Shin San! Alice San! tolong temukan putriku, dia satu-satunya keluarga yang kupunya! " ucap Amelia San sambil menangis.
" benar, tolong selamatkan anak-Ku! "
" edie... putraku yang malang dia juga ikut menghilang... "
" Tuan Petualang Tolong selamatkan anak-anak kami! "
[ Misi Darurat ]
○ Selamatkan Anak-anak Yang Hilang
Dan Kalahkan semua Vampir
Reward : ???
Kegagalan : Semua Poin SP Akan Di hilangkan.
Misi darurat terpicu! bahkan sekarang Ada Kompensasi kegagakan-Nya, apa-apa Ini! jika gagal semua Poin SP ku akan Hilang!
Para orangtua yang anaknya hilang juga memohon kepada Shin untuk segera menyelamatkan anak-anak mereka.
aku tidak tau rasanya kehilangan seorang anak, karena aku juga belum pernah punya anak, tapi aku yakin itu pasti sangat menyedihkan.
bahkan jika aku menjadi Amelia San aku pasti akan menangis jika aku kehilangan satu-satunya keluarga, aku tidak begitu tau rasanya punya keluarga, mungkin karena aku bersama mereka hanya sebentar saja, karena di dunia sebelumnya kedua orang tuaku meninggal pada saat usiaku 7 tahun karena kecelakaan lalu lintas.
Sejak saat itu aku tidak punya orangtua, kerabat-kerabatku tidak ingin menampungku karena takut akan menjadi beban, jadi mereka mengabaikannya.
Akhirnya perlahan-lahan aku menjadi mandiri, aku mencuci baju sendiri, memasak DLL.
kau bayangkan saja anak berumur 7 tahun diharuskan mengurusi hidupnya sendiri, aku tidak pernah mengeluh dan menyerah saat itu.
aku melakukan yang terbaik sebisa mungkin, untungnya ayah dan ibuku meningalkan warisan kepadaku, mereka hanya meningalkan rumah dan sedikit warisan.
dengan sisa-sisa warisannya, aku bisa sekolah bahkan sampai kuliah, aku yakin mereka sudah menyiapkan ini sebelumnya untuk jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang buruk.
pak Gustov memegang bahu Amelia San.
" Pak Gustov...." ucap Amelia San
" kau jangan khawatir, Nak Shin pasti akan menemukan anakmu. "
Pak Gustov menenangkan Amelia San dan orangtua lainnya agar mereka tidak terlalu cemas.
" Amelia San tenang sedikit, aku dan Shin akan menemukan Tia Secepat mungkin, Jadi jangan Khawatir. " ucap Alice.
" itu benar, bahkan tanpa diminta aku akan tetap melakukannya, ini juga termasuk dalam misi yang di berikan ketua Guild kepada kami. " ucap Shin.
Ini semua demi Poin SP! aku benar-benar tidak ingin kehilangannya!
Al bagaimana caraku untuk menemukan tempat vampir ini tinggal?
[[ Tuan Di sarankan Untuk membeli ketrampilan "Search " untuk bisa menemukan seseorang. ]]
Search? bisa kau jelaskan?
[[ Baik, "Search" ini adalah keterampilan untuk memungkinkan penggunanya mencari tau keberadaan seseorang. ]]
kalau begitu langsung beli aja! ngomong-ngomong berapa harganya?
[[ 10 Poin SP, apakah masih ingin membelinnya? ]]
__ADS_1
Mahal!!!
Tapi udah gak ada waktu lagi, aku tidak tau apa yang ingin vampir itu lakukan, jadi aku harus cepat menyelamatkan anak-anak yang Hilang.
tidak apa-apa beli saja Al.
[[ Baik. ]]
[[ mendapatkan Keterampilan "Search" ]]
Baiklah Mari Kita Mulai! "Search! "
Sesaat ada panel biru di depan Shin, di tengahnya ada tulisan. " Tolong Masukan Nama"
Shin Memasukan Nama Tia, tiba-tiba muncul peta di depannya dan salah satu titik merah di peta itu yang seperti-Nya menunjukan keberadaan Orang tersebut.
Begitu Di arah timur!
" Alice ayo pergi! "
" Baik! "
Shin dan Alice Keluar Dari Desa menuju kearah tempat titik merah pada peta.
◇◇◇
Di hutan yang rimbun di malam hari Shin dan Alice masih berlari menuju titik merah.
hmm... sedikit lagi kita sampai, tapi entah kenapa aku tidak cape sama sekali saat berlari, sudah 2 jam lamanya aku dan Alice berlari tanpa istirahat sedikit pun, mungkin karena fisik ku yang di perkuat setiap naik level.
mustahil bagi orang biasa berlari selama 2 jam tanpa istirahat. sesaat Shin sedang memikirkan sesuatu Alice yang berada di sampingku Mulai mengajukan pertanyaan.
" Shin Apakah Kamu benar-benar tau keberadaan Tia? " Alice sedikit Ragu dengan Shin.
" ya aku tau betul keberadaannya, lokasinya berada di timur, mungkin tidak lama kita sampai, orang yang menculiknya adalah Ras Vampir. "
" Vampir? aku pernah mendengar jika Ras Vampir memiliki kemampuan Sihir pesona yang cukup tinggi yang tidak kalah dari Sucubus, jadi itu sebabnya orang-orang menghilang..."
" Sihir pesona? ada yang seperti itu? "
" Begitu... Oh kita sudah sampai. "
" Mansion? ada mansion di tengah-tengah hutan.. "
Di depan ada mansion yang besar, dan yang anehnya lagi tempatnya berada di tengah-tengah hutan.
" Sepertinya Tia dan Anak-anak lainnya berada di dalam Mansion Itu. " Ucap Shin Sambil Menyentuh Dagunnya.
" Aku juga merasakan hawa keberadaannya di arah mansion itu."
Aku dan Alice memasuki mansion itu, di dalamnya sangat gelap hanya ada lilin sebagai penerang.
Mansion Itu mempunyai Dua lantai, dan juga peta menunjukan Lokasi Tia yang berada Di Bawah sini, yang berati ada ruangan bawah tanah di mansion ini, tapi dimana?
" Shin Ada Tuas Disana. "
" hmm? "
Alice menunjuk ke arah pojok kanan yang dindingnya terdapat banyak lukisan.
Shin menuju ke arah tuas dan menariknya kebawah, setelah itu dinding lukisan disamping menghilang dan ada tangga yang menuju ke bawah.
" Bagus Alice! ini ruang bawah tanahnya, kamu memang tau apa yang kucari. "
" Hehehe.. beri aku hadiah. "
Alice mendekatkan kepalanya ke arah ku, menyuruhku untuk mengusap-usap kepalanya,
aku tersenyum dan mengusap-usap kepalanya.
" Yosh, Yosh. "
" hehehe~"
Tak lama Moment indah mereka di sela oleh suara keras di belakang.
" Manusia?! "
__ADS_1
Aku dan Alice berbalik dan melihat sumber suara itu, ada 3 wanita di depanku mereka semua mengenakan pakaian pelayan dan pupil pada matanya merah.
" Bagaimana Caramu masuk tanpa di ketahui? "
" Oh, apakah kamu membicarakan penghalang lemah itu? " Alice sedikit memprovokasinya.
" lemah? beraninya kau merendahkan penghalang yang di buat lord! "
Salah Satu pelayan Mengertakan giginya dan ingin langsung menyerang Alice, tapi di hentikan oleh salah satu pelayan Lainnya.
" Tunggu, Di sampingnya ada Lelaki Tampan, biarkan Aku mencicipi darahnya terlebih dahulu. " Ucap Pelayan sambil menjilat bibirnya, ada taring tajam yang terlihat di gigi pelayan itu.
" Cih, buang-buang Waktu saja, Lakukan dengan cepat. "
" fufufu, akan kulakukan dengan cepat, Tampan Kemarilah biarkan kakak ini mencicpi-Nya. "
Seketika bersamaan dengan kata-kata pelayan itu mata pelayan tersebut mulai bersinar merah.
Pihak Lain berencana membuat Shin Tertarik kepadannya dengan Sihir Pesona, tapi dengan statistik milik Shin Yang begitu tinggi, Sihir Pesona semacam itu sama sekali tidak berguna bagi Shin.
Shin masih tetap Diam dan tidak menangapi-Nya, pelayan itu juga mulai merasa aneh dengan Sikap Shin yang tidak menuruti perintahnya.
" apa? kenapa tidak bisa bekerja? " ucap pelayan dengan wajah kebingungan.
" Hei, apa yang kau lakukan? kenapa dia diam saja?"
" ta.. tapi aku sudah mengunakan sihir pesona kepadannya. "
" tapi kenapa dia tetap diam saja? "
" aku tidak tau. "
" berani-beraninya Kau mencoba Merayu Shin dengan mulut kotormu itu, aku akan segera membunuhmu! "
Aura Dingin Mulai Meledak Dari dalam tubuh Alice, pelayan-pelayan Di depannya Jatuh Ke lantai Oleh Aura Dingin Yang begitu mendominasi mereka.
" uh! apa tekanan ini?! "
" kenapa manusia Bisa sekuat ini?! "
.....
Di suatu Ruangan Ada Pemuda berambut Putih Yang Sedang mengisap Darah Dari Seorang perempuan.
Pemuda itu Segera berhenti Mengisap darah perempuan itu, karena merasakan aura dingin yang menekannya.
" Apa Aura yang menakutkan ini? kenapa ada makhluk yang begitu menakutkan di dalam mansionku? " ucap pemuda itu.
Di satu Sisi Alice masih mengeluarkan Aura Dinginnya yang kuat.
" Alice tenang, kamu selamatkan anak-anak saja di bawah, biarkun aku yang mengurusi mereka. "
" tapi Shin! " Alice masih tetap ngotot untuk membunuh mereka sendiri dengan tangannya.
" Alice. "
Shin mengucapkan namanya dengan pelan tapi ada perasaan dingin dalam kata-kata nya.
" Baik.. "
Alice Mengerutkan Alisnya Dan segera berlari menuju Bawah tanah dengan Patuh.
Pelayan Yang melihatnya tidak membiarkan Alice kabur begitu saja.
" tidak akan kubiarkan begitu saja! "
Swosh
Pelayan Itu Segera Meluncur dengan cepat ke arah Alice yang pergi ke dalam bawah tanah.
Slash
seketika kepala pelayan itu jatuh, dari lehernya darah segar mulai keluar seperti air mancur.
" Jika Kau ingin mengejarnya, Lewati dulu mayatku."
# Bersambung...
__ADS_1