
" Nih , telepon suamimu , " ucap Andi sambil menyodorkan handphone Ita' yang di ambilnya yang terjatuh di mobil , saat Ita' mengeluarkan beberapa lembar uang kertas .
Ita' yang heran melihat handphone nya ada pada Andi , ia lantas menggeledah kedua kantong jas nya . Dan setelah Ita' tidak menemukan handphone di sakunya , Ita' langsung menarik handphone nya dari tangan Andi .
" Hallo sayang , I'm sorry, I can't go home today . "
" Why ? I've missed you so much . "
" Yes, I know that, I really miss you dear . "
" Kebetulan di Ibu kota , aku ingin mengunjungi beberapa tempat .
" Oke , baik - baik di situ ya sayang ."
" Oke Jack , thanks , I love U . " ucap Ita' mengakhiri pembicaraannya .
πΏπΏπΏ
" Waah , romantis sekali suamimu . " ucap Andi dengan wajah cemburu .
" Kenapa wajah kamu begitu ? wajar lah namanya juga suami istri . Memangnya kamu tidak pernah seromantis itu sama istrimu yang seksi dan hamil di luar nikah sebelum kalian menikah . " tutur Ita' dengan begitu sinis nya .
Mendengar Ita' berbicara , wajah Lucky tiba - tiba memerah , Andi mendekati Ita' yang berdiri di belakang pintu .
Tangan Andi tiba - tiba mencengkeram dagu Ita' sambil mengeratkan giginya .
" Dari mana kamu mengetahui semua itu ? " ucap Andi geram .
__ADS_1
" Lepas , atau aku teriak !!! " tegas Ita' .
" Apa sih Ta' maksud kamu ? dari kemarin kemarahan kamu itu nggak jelas Ta' ," ucap Andi sambil memukul meja dengan bogemnya . " Dan sekarang kamu ngomong soal istri ku . "
" Kita memang tidak sudah tidak berhubungan setelah dua pilih dua tahun . tapi apa kamu ingat tujuh belas tahun yang lalu ? " tutur Ita'
Andi hanya diam dan coba mengingatnya kembali atas semua ucapan Ita' .
" Tujuh belas tahun lalu , kita bertemu pada suatu acara , dimana saat itu kita sama - sama belum punya pasangan . Bahkan kita saling berjanji untuk bersatu kembali . " lanjut Ita' .
" Ta' tunggu , ini aku sedikit ingat dengan cerita kamu , tapi sebentar Ta' kepalaku sakit sekali . " ucap Andi sambil sempoyongan dengan memegang kepalanya .
Ita' terkejut melihat keadaan Andi , dia segera mengajak Andi untuk duduk . Ita' lalu mengambil kan Andi air putih dan menyuruh Andi untuk segera meminumnya .
Andi menceritakan pada Ita' , bahwa kepalanya pernah mengalami cidera parah , hingga harus di operasi .
Dan sejak saat itu , dia jadi sering lupa dengan beberapa memori yang ada di ingatannya .
" What ?? , bagaimana kamu bisa yakin itu bukan anak kamu ? "
" Aku sudah tes DNA setelah anak itu usia lima tahun . "
" Sumpah aku bingung sama cerita kamu . "
" Iya Ta' , memang begitu keadaan nya ."
" Trus ?? kenapa kamu nikahin dia ? "
__ADS_1
" Semua bukti itu Mila tunjukan pada Papa nya , yang saat itu aku adalah salah satu anak buah dari Papa Mila . Dan mau nggak mau , aku terpaksa harus menikahi Mila . "
" Dan lihat ini , " ucap Andi sambil menunjukan ponselnya pada Ita' .
" Hah , ini kan ! kok kamu bisa punya foto ini , ? "
" Mila memberikan nya pada ku , aku ingat . Memang saat itu aku pernah berjanji akan menunggu mu menyelesaikan modeling school mu . "
" Iya itu Ndi , itu yang mau aku ceritakan , dan nggak sampe sebulan Ndi aku selesai . " lugas Ita' sedikit emosi .
" Iya Ta' , tapi foto itu jelas terlihat kamu akan masuk dalam kamar hotel bersama Pria lain . "
" Lalu ? "
" Yah , apalagi Ta' , aku sedih banget lah pasti . jadi Mila menghiburku . "
" Menghibur ?? harus di hotel begitu ? "
" Entah lah Ta ' , kata Mila saat itu , aku tidak perlu lagi menunggu kamu , karena kamu tidak akan pernah kembali padaku ."
" Dan kamu lebih percaya dengan Mila begitu saja ? Jahat kamu !! "
" Maksud mu Ta' , maksud kamu semua perkataan Mila itu bohong ? . Jadi apa kebenarannya ? " ucap Andi memaksa Ita' untuk menceritakan semuanya .
" Percuma juga aku ceritakan , saat ini kita sama - sama sudah punya keluarga ."
" Ku mohon Ta' , aku ingin tau semua kebenarannya . "
__ADS_1
" Baiklah aku akan ceritakan semuanya . tapi setelah kamu memesankan aku makanan , laper banget perutku . " ucap Ita' dengan sedikit memanja .
π·π·π·