
Tiba - tiba ponsel Andi berbunyi ,
" Hallo " ucap Andi terdengar sinis , sambil mengaktifkan tombol loudspeaker.
" Dimana aja sih kamu ? kok lama banget pulangnya ? "
" Bisa gak , bicaranya biasa aja , nggak usah nyolot ? "
" Loh , kok malah kamu yang sewot sih ? "
" Ngomong tuh yang lembut, gak bisa ya ? "
" Woe, nih ya , anak kamu rewel terus . "
" Anak ku ? siapa ? "
" Gadis , siapa lagi . "
" Oh , Gadis itu anakku ? trus Gendis bukan anakku ? "
" Maksudnya apa kamu ngomong gitu Mas ? " suara Mila mulai terdengar pelan .
" Kenapa kamu ? tiba-tiba lemes ?"
" Ya , maaf Mas , aku lagi capek aja tadi , jadi agak jengkel . "
" Aku pulang besok . "
__ADS_1
" Jam berapa Mas ? "
" Belum tau . "
" Besok kabarin ya Mas , biar aku jemput ."
" Hmm. " jawab Andi sembari menekan tombol off.
Handphone Andi di letakkan begitu saja , karena Andi dan Ita' masih dalam posisi berpelukan, karena tangan Andi begitu lekat menekan pinggang Ita' , membuat Ita' tak mampu menolak dan hanya pasrah .
" Andi , aku mau pulang sekarang , ku mohon ." bisik Ita' memelas .
" Aku akan ijinkan kamu pulang Ta' , setelah aku menikmati tubuhmu , untuk melepas semua ambisiku , untuk memiliki mu dalam hidupku . "
" Jangan ngaco kamu , kita bukan pasangan mesum . "
" Entah apa omongmu , aku tidak peduli lagi . "
Pengikat yang melindungi gerak liar buah dadanya yang terlalu sintal dan kenyal .
Awalnya Ita' hanya diam dengan gerakan tangan Andi , tapi karena ikatan pelindung itu telah terlepas , Ita' pun tersadar dari buaian itu , dan mendorong keras tubuh Andi .
" Please Ta' , jangan buat aku bertindak kasar , nurut aja kamu ."
" Apa maumu ? "
" Bukan kah aku sudah katakan tadi , aku ingin menikmatinya sekali seumur hidupku ."
__ADS_1
Langkah Andi terus maju mendekati Ita' , dengan senyuman nakalnya , namun masih dalam kendali .
" Stop Andi, ku bilang STOP !!" teriak Ita' sambil mengambil tas miliknya , lalu segera berlari menuju pintu .
Dengan sigap , Andi pun berlari mengikuti Ita' dan menarik tangan Ita' , lalu mendorong tubuh Ita' dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur .
Ita' berusaha bangkit , namun lagi-lagi Andi menarik nya , hingga Andi meraih sprey nya , lalu duduk di atas tubuh Ita' yang berbaring .
Mengikat habis tangan dan kaki Ita' , hingga Ita' tak mampu bergerak lagi .
Ita' terus meronta - ronta , dan berteriak meminta tolong , berharap ada orang yang melintas lalu menolong nya .
" Teriak lah sekeras mungkin Ta' , apa kamu tidak lihat ? ruangan ini di kelilingi dengan peredam ."
" Kenapa kamu begitu kejam Andi , kenapa kamu mengikatku seperti ini . " ucap Ita' dengan nada memelas .
" Percayalah Ta' , aku sangat mencintai kamu ." balas Andi dengan membelai wajah Ita' .
" Aku akan segera kembali , kamu boleh tidur dulu , aku tidak akan lama . "
" Mau kemana kamu ? "
" Aku akan membeli sesuatu , dan jangan pernah berpikir untuk kabur . karena itu hanya sia-sia . "
Andi lalu turun dari ranjang nya , kemudian merapikan penampilan nya , dan mengambil dompet pada saku jaket yang di tinggalkan nya .
Mencari kunci mobil nya , lalu kembali mendekati Ita' , menundukan tubuhnya setengah , tepat dengan tinggi kaki ranjang itu dan mencium bibir Ita' , sambil berbisik .
__ADS_1
" Tunggu aku sayang , aku akan segera kembali ."
Andi berjalan ke arah pintu , lalu membuka nya , dan berjalan keluar dari apartemen nya.